Mariage Contract

Mariage Contract
Part.57


__ADS_3

Di dalam mobil mewah tampak seorang pria muda yang terlihat sangat tampan dengan setelan kerjanya namun mulutnya tidak berhenti berbicara dan mengumpat seseorang.


"dasar kakak durhaka.selalu saja membuat hariku menjadi buruk."ucapnya masih dengan emosi yang belum reda."memangnya tadi tuan muda Harvey berbuat apalagi tuan?"tanya sang asisten yang tengah fokus pada kemudinya.


"kau ingin di kubur hari ini"ucap Harley pada asistennya hingga membuat sang asisten Adit terdiam."dasar bos muda galak.tampan-tampan tapi galak."gerutu Adit di dalam hati.


****


PT.Anytime Fitness

__ADS_1


Harley kini sudah tiba di depan sebuah bangunan besar yang lebih tepatnya adalah perusahaan milik daddy nya sementara asistennya Adit segera pulang saat sudah mengantar dirinya.dirinya terlambat datang ke kantor karena sebelumnya bertemu dengan seseorang dulu.Ia melangkah masuk ke dalam perusahaan dengan memakai kacamata hitamnya membuatnya terlihat sangat tampan.namun langkahnya terhenti saat suara seseorang dari meja resepsionis memanggil namanya.Ia seketika merasa tidak enak dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal saat seseorang itu mendekat.


"aisss...adik ipar.kau tampan sekali."ucap seseorang itu yang ternyata adalah wanita berusia empat puluh tahunan.Harley yang mendengar ucapan wanita tua di hadapannya hanya bisa memaksakan senyum terbaiknya untuk menghargai wanita tua itu."umm...sepertinya kakaku sedang rapat dengan daddy."ucapnya pada wanita tua dihadapannya.Ia pun segera masuk ke dalam lift meninggalkan wanita tua itu yang hanya menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.


Ting.


Lift yang mengantarkan Harley sampai pada lantai dimana ruangan khusus presdir yaitu daddy nya sendiri.Ia langsung berjalan memasuki ruangan daddy nya dan benar saja,daddy dan kakaknya sudah lebih dulu tiba di kantor.


Ben memang mengajari kedua putranya untuk bersikap layaknya pekerja jika di perusahaan.karena Ia tidak ingin ambil pusing saat karyawan lainnya merasa di beda-bedakan.

__ADS_1


"Harvey,tante pujaan hatimu menunggu di bawah."ucap Harley pada kakaknya yang tengah asik membolak-balikkan berkas di hadapan daddy nya yang duduk di kursi kebesaran.Harvey yang mendengar seketika berbalik menatap adiknya dengan mata berbinar.


"Benarkah?"ucapnya dan ingin segera beranjak."Harvey."sentak Ben hingga membuat putranya langsung duduk kembali dihadapannya."jika kau melangkah keluar dari ruangan ini,berarti kau siap menanggung resikonya."ucapnya lagi dengan penuh penekanan hingga mampu membuat Harvey seketika terdiam


Ben kini menghela nafasnya.Ia memijat pangkal hidungnya seraya memikirkan mengapa putra pertamanya seperti itu.Ia masih tidak habis pikir,jikalau dulu dirinya adalah pemain wanita tapi Ia mengoleksi dan berganti pasangan yang muda dan cantik.tetapi putra nya justru menyukai wanita tua yang seperti sekarang,wanita tua yang selalu mengejar putra nya dan tak jarang pula Harvey akan pulang larut malam atau tidak pulang sama sekali karena menghabiskan waktu bersama para wanita tua nya hingga putra pertamanya itu akan tidur di apartemennya sendiri.


Harvey memang sudah membeli apartemen sendiri karena saat remaja Ia akan sering bertengkar dengan Harley walau hanya masalah sepele hingga membuat kegaduhan setiap hari di mansion.itu sebabnya Ben membiarkan putranya membeli apartemen,jadi jika keduanya bertengkar mereka bisa pisah tempat tinggal.


"kalian cepatlah bersiap ke ruang rapat"ucap Ben pada kedua putranya."siap presdir"ucap Harvey dan Harley secara bersamaan lalu segera meninggalkan ruangan daddy nya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2