
Mansion Murray.
Sepasang suami istri yang sudah berumur, tampak duduk berdua di sofa ruang keluarga. Ia adalah Ben dan Ayu.
" Sayang, dari tadi kau hanya merajut terus kain itu. Aku kan rindu ingin dicium" ucap Ben dengan menggenggam tangan istrinya. Ia bermanja-manja pada Ayu yang tengah serius merajut di kain polos berwarna hitam. Ben yang melihat istrinya tak bergeming kini mengangkat wanitanya dan mendudukkan di pangkuannya.
"Iss,sayang...nanti saja di kamar" jawab Ayu dengan kesal karena suaminya itu mengganggu kegiatan merajutnya hingga membuat Ben semakin gemas melihat.
Tanpa aba-aba Ben mengecup bibir itu yang masih tampak menggoda dimatanya sampai kapanpun.
" kau sangat cantik meski sudah menua" ucapnya dengan lembut sembari memperhatikan wajah sang istri. Ayu pun kini tersipu malu mendapat pujian dari suaminya.
" kau juga sangat tampan meski sudah tua" timpal Ayu dengan melingkarkan tangannya di leher Ben.
Ben tersenyum mendengar perkataan lembut istrinya. Ia membelai wajah cantik itu dan mengecup lagi bibir menggoda istrinya.
Tepat saat Ia mengecup bibir itu, saat itu juga Harley datang hingga membuat keduanya terkejut. Ayu segera turun dari pangkuan suaminya dan duduk disamping ditempat semula. Sedangkan Harley yang melihat daddy juga mommy nya sedang ber-adegan romantis kini tersenyum kikuk sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Sorry dad, mom" ucapnya dan segera berlalu menuju kamar adiknya Krystal.
" Krystal tidak ada sayang." seru Ayu saat melihat putra keduanya berjalan menuju kamar putri bungsunya.
" adikmu masih diluar bersama Hily" tambahnya lagi.
" kemana dia, ini sudah malam Mom kenapa mereka masih diluar." ucap Harley dengan rasa khawatirnya.
" pergilah ke kamarmu, tidak perlu mengkhawatirkan adikmu" sahut Ben dengan wajah datarnya. Ia kemudian menggendong istrinya menuju kamar tanpa memperdulikan Ayu yang memberontak minta diturunkan. Sedangkan Harley yang ditinggal daddy juga mommy nya hanya bisa menghela nafas.
"aku juga ingin adegan romantis seperti itu, tapi Aana belum mau menikah." lirihnya dan segera berjalan menuju kamarnya.
"aku rindu sayang." ucap Ben lalu membaringkan tubuh istrinya di tempat tidur. Ia kemudian menyusul berbaring di samping istri tercintanya lalu memeluk erat tubuh itu.
Ayu yang tidak ingin protes lagi kini terdiam dan membalikkan tubuhnya hingga dapat menatap wajah tampan suaminya yang sedang memejamkan mata. Ia mengukir wajah tampan itu dengan jemarinya. Menurutnya wajah itu tidak pernah berubah sejak pertama kali bertemu hingga sampai saat ini, hanya kerutan halus yang menghiasi wajah itu.
" Sayang, bulan depan adalah ulang tahun three kembar, itu berarti sebentar lagi Krystal akan menikah." ucap Ayu hingga membuat Ben membuka kelopak matanya dan menatap manik mata miliknya
__ADS_1
" lalu? " tanya Ben mengeratkan pelukannya. Ayu kini menenggelamkan wajahnya dalam dada bidang suaminya.
" apakah perayaan nya nanti sama seperti tahun-tahun sebelumnya?" tanya Ayu lagi.
" tentu, karena hanya seperti itu kan...,cara aman dan nyaman untuk putri kita" jawab Ben lalu memejamkan kedua matanya.
Perbincangan hangat Ben dan Ayu terhenti saat Ayu tidak lagi bersuara, begitu juga dengan Ben hingga tak terasa keduanya tertidur.
****
Di dalam mobil yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi, tampak seorang pria sedang menatap fokus pada jalanan sembari terus teringat akan sesuatu. Ia adalah Harvey yang baru pulang bekerja dan saat ini menuju ke mansionnya. Namun, sepanjang perjalanan Ia terus mengingat perkataan gadis kecil di mall waktu itu.
Perkataan gadis kecil itu yang membuat Harvey berubah dan bertekad untuk bekerja dengan baik lagi karena dirinya tidak ingin jika suatu saat ternyata ada wanita yang akan berkata seperti itu juga dan merendahkan harga dirinya.
▪︎
▪︎
__ADS_1
Bersambung....