
Ben menghentikan langkah nya tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya.
" Orangku akan mengurus semuanya." jawab Ben dengan santai dan masuk ke dalam walk in closet.
****
Bandara Soekarno-Hatta
Ben dan Ayu sudah berada di bandara bersama dua pengawal yang membawa koper mereka masing-masing. Tak terasa waktu berlalu, Ben dan Ayu yang sudah berada dalam pesawat hanya terdiam. Sepanjang perjalanan mereka mulai dari hotel, bandara, bahkan saat berada di dalam pesawat mereka masih saja terdiam. Ayu kesal pada Ben yang memutuskan semuanya secara tiba-tiba. Sedangkan Ben sesekali melirik pada Ayu lalu tersenyum penuh kemenangan. Ia tidak sabar untuk membuat perhitungan pada gadis di sampingnya yang sudah berstatus sebagai istrinya. Setelah cukup lama menempuh perjalanan mereka berdua sudah tiba di bandara Internasional John F, mereka di sambut oleh asisten sekaligus orang kepercayaan Ben yaitu Tony.
Tony segera menuntun Tuan dan Nyonya nya, sebenarnya dalam hati Ia masih bingung dan penasaran bagaimana bisa seorang pemain wanita seperti tuannya mau saja menikah dengan gadis sederhana dan tidak ada apa-apanya dengan para wanita yang biasa bersama tuannya.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan menuju apartemen, baik Ben ataupun Ayu sama-sama masih dalam mode senyap.Tony yang berada dalam mobil pun semakin bingung pada keduanya.
" Mereka baru juga nikah beberapa jam lalu, eh udah diam-diaman ajah. Belum cukup satu minggu bagaimana kalau udah berminggu-minggu, mungkin akan terjadi perang setiap hari." gumam Tony dalam hati sesekali melirik pada kedua majikannya.
****
Apartemen 432 Park Avenue.
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit mereka sudah tiba di apartemen Ben yang sangat mewah. Apartemen ini adalah apartemen paling mewah di AS, terdiri dari sembilan puluh empat lantai dan memiliki harga sebanyak USD82,5 juta atau menyentuh angka 1 triliun.
Ting.
__ADS_1
Mereka sudah sampai di lantai 33, Ben berjalan lebih dulu dan segera membuka pintu apartemennya. Ia sudah tidak sabar ingin membaringkan tubuhnya di ranjang king size yang super empuk, setelah berada dalam apartemen, Tony segera berpamitan setelah mengantar Tuan dan Nyonya nya.
Di sinilah kisah Ayu dan Ben dimulai, entah apakah kedua pasangan yang baru resmi sebagai suami istri itu akan saling mencintai ataukah justru sebaliknya. Hanya waktu yang akan memberi jawaban tentang perasaan keduanya.
•
•
Pagi hari di dalam apartemen Ben tampak sangat sepi. Bagaimana tidak, hanya ada dua makhluk bernyawa yang tinggal di dalamnya.
Ayu dan Ben yang masih terlelap di bawah selimut yang sama, namun saling membelakangi. Mereka sangat lelah sehingga pukul delapan pagi mereka masih terlelap. Namun lelahnya mereka bukan karena pergulatan panas melainkan karena perjalanan yang mereka tempuh dalam waktu yang cukup lama.
__ADS_1
Satu menit, dua menit, hingga lima menit akhirnya Ayu terjaga dari tidurnya. Ia merasa sangat segar setelah tidur beberapa jam. Ia kemudian bergegas untuk membersihkan tubuhnya. Ben samar-samar mendengar suara percikan air membuat tidurnya terusik. Ia segera bangun dan bersandar pada kepala tempat tidurnya. Ia menatap sekeliling kamarnya dan tidak melihat Ayu.
Bersambung....