
Harley yang meninggalkan perusahaan setelah menyuruh Aldi untuk melanjutkan pekerjaannya,kini tengah berada di depan toko bunga milik Aana,wanita yang Ia cintai.Ia tengah menatap Aana dari luar toko karena toko bunga Aana memiliki dinding kaca jadi Ia bisa melihatnya dengan jelas walau hanya dari kejauhan.
Dengan memberanikan diri,Ia melangkah masuk ke dalam toko itu."Selamat ulang tahun"ucapnya tiba-tiba hingga membuat Aana yang tengah mengecek bunga pajangannya,seketika terkejut."Harley"lirihnya dengan menatap wajah tampan pria yang sangat mencintainya.
"Tidak perlu repot seperti ini Harley"ucap Aana pada Harley yang tengah menatap dirinya hingga membuatnya salah tingkah."kemari lah."panggil Aana dan segera menuju keruangannya.
"kau jangan terlalu sibuk.setidaknya kau juga harus mengurus dirimu"ucap Harley saat sudah berada di dalam ruangan Aana.Ia duduk disofa dan Aana yang berada di sampingnya.Aana hanya menanggapi ucapan Harley dengan tersenyum.
"aku masih menunggu jawabanmu"ucap Harley lagi.Ia kini merasakan jantungnya yang berdebar dengan hebat."aku belum bisa menjawabnya."ucap Aana dengan merasa tidak enak pada Harley."baiklah,aku akan menunggu.kuharap saat ulang tahunku beberapa bulan ke depan,aku akan mendapat kabar bahagia darimu"seru Harley dengan cepat.Ia kini tersenyum manis menatap wajah cantik Aana.
Keduanya kini saling bercakap ringan tanpa menyadari sepasang mata indah yang memperhatikan keduanya melalui celah pintu yang tidak tertutup rapat.
__ADS_1
****
Mansion Murray.
Waktu berlalu,terasa lebih cepat hingga kini sudah malam.Semua anggota keluarga Ben sedang menikmati makan malam mereka."Harvey,bagaimana perkembangan perihal pembangunan di Surabaya"tanya Ben memulai pembicaraan."masih empat puluh persen dad."jawab Harvey dengan santai."Harley,tadi kau meninggalkan perusahaan di siang hari,kemana kau pergi"tanya Ben beralih pada putra keduanya.
"Menemui seseorang."jawab Harley dengan jujur.Krystal yang mendengar seketika teringat pada sahabatnya Hily."apakah kau menemui Aana"tanya Krystal dengan tiba-tiba.Harley kini menatap pada adiknya dengan menautkan alisnya."bagaimana kau tau"tanya Harley kembali melanjutkan makannya.Krystal yang ditanya hanya terdiam dan segera meneguk air minumnya.Ia kemudian beranjak meninggalkan daddy dan mommy serta kedua kakaknya yang masih menikmati makan malamnya.
****
Sembari menunggu putri satu-satunya,Ben dan kedua putranya tampak berbincang serius mengenai perkembangan perusahaan.Sedangkan Ayu yang berada di dekat suaminya hanya menghela nafasnya."waktu muda dan tua sama saja,selalu bahas pekerjaan."batin Ayu.
__ADS_1
"Tuan,Nyonya..,ada yang ingin bertemu"ucap kepala pelayan yang tiba-tiba datang hingga menghentikan pembicaraan Ben dan putranya.
"Baiklah,suruh menunggu di ruang tamu"jawab Ben dengan cepat.Ben pun segera beranjak dan melangkah menuju ruang tamu dengan mengikut Ayu di sisinya.Harley yang penasaran membuat jiwa kepo-nya meronta-ronta dan dengan segera Ia mengikut di belakang daddy juga mommy nya.Sedangkan Harvey yang ditinggal sendiri mau tidak mau mengikuti adiknya yang sudah berlalu.
Beberapa menit kemudian.
Suasana ruang tamu saat ini begitu mencekam dan terasa dingin karena semuanya sama-sama terdiam."Kurasa ini waktu yang tepat untuk bertamu kan"ucap seorang pria tampan dengan aura dinginnya serta wajahnya yang datar tanpa ekspresi,Ia adalah Kyle.
Kyle sengaja datang di minggu pagi karena hanya di hari seperti ini Ia akan punya waktu sehingga bisa berbicara dengan serius tentang maksud kedatangannya kali ini.
"Aku akan menikahi putrimu bulan depan."ucapnya hingga membuat Ben dan Ayu terkejut,sedangkan Harley dan Harvey kini terdiam dengan mata yang membulat sempurna."Aku tidak ingin penolakan,karena aku membuang banyak waktu hanya untuk menunggunya"tambahnya lagi dengan santai tanpa memperdulikan ke-empat orang yang masih dalam mode keterkejutan.
__ADS_1
Bersambung....