Mariage Contract

Mariage Contract
Melepas rindu


__ADS_3

Satu menit, dua menit, hingga tiga menit akhirnya seseorang yang Ayu hubungi melalui aplikasi hijau kini mengangkat telfonnya meski Ia harus mengulang terus panggilannya karena orang yang di telfon tak kunjung menjawab.


" Wah, Ayu... kamu apa kabar. Aku rindu sekali." jawab seseorang di seberang sana dengan antusias.


" Baik Dewi." ucap Ayu dengan senyumnya.


Ya, Ayu menghubungi sahabatnya lewat panggilan video whatsapp untuk melepas rindu dan juga melepas kejenuhannya.


" Iya aku tau kamu baik Ayu. Dilihat dari wajahmu saja sangat segar. Oh iya benar - benar impian kamu terwujud yah, kamu sekarang udah nikah sama laki - laki yang selama ini kamu mimpikan." seloroh Dewi dengan turut bahagia juga.

__ADS_1


" Ah aku juga tidak menyangka. Semuanya terjadi dengan tiba-tiba." jawab Ayu— menutupi rasa gugupnya.


" Eh gimana malam pertamanya, pasti kamu udah rasain surga dunia kan." seru dewi dengan tawanya.


Namun yang di tanya kini justru hanya diam dengan tetap menampilkan senyumnya. Dewi yang melihat itu kini menghentikan tawanya dan menatap serius pada sahabatnya diseberang sana.


" Kamu gak nyembunyiin sesuatu kan Ayu?" tanya Dewi karena mereka sudah lama bersahabat hingga Dewi sangat tahu tentang Ayu.


" Kamu ternyata gak pernah berubah Ayu, selalu memutuskan semuanya dengan tiba-tiba tanpa memikirkan hal yang akan terjadi kedepannya." ucap Dewi kemudian setelah mendengar cerita Ayu.

__ADS_1


Ayu kini hanya menangis terus. Air mata kini membanjiri wajah cantiknya. Ia merutuki kebodohannya karena membuat lelucon yang awalnya hanya untuk memukul mental Ben kini justru malah menjadi masalah besar untuknya.


****


Malam pun tiba, Ayu yang sudah menumpahkan segala isi hatinya pada sahabatnya di seberang telfon kini sudah mulai merasa lebih baik. Terlebih lagi Dewi sudah memberikan solusi padanya untuk mengatasi masalahnya, dan seperti biasa Ben— suami nya akan pulang larut malam sehingga membuat diri nya mau tidak mau terpaksa tidur lebih dulu lagi.


Dipenghujung malam, tepat pukul dua dini hari— Ben tak kunjung pulang. Sedangkan kini tidur lelap Ayu mulai terusik karena gangguan dinginnya angin malam hingga membuat Ayu terjaga. Kini Ia memperbaiki posisinya dengan dengan bersandar pada tempat tidurnya. Ia melamun memikirkan nasib hidupnya yang saat ini seolah merasa kehilangan sesuatu. Dulu walaupun Ia tidur di kamar yang kecil dengan sahabat— Dewi dan Anna, tapi itu membuatnya nyaman di mana setiap harinya akan ada tawa. Sedangkan sekarang Ia bahkan sudah tinggal di apartemen termewah di Amerika dan tidur di ranjang super empuk dengan ukuran king size namun tidak membuatnya nyaman sama sekali. Di tambah lagi Ia hidup dengan suaminya namun tidak ada cinta.


Ayu sebenarnya bisa saja mencintai suaminya, namun karena trauma nya di masalalu membuat nya takut untuk melibatkan perasaan. Hingga kini Ia berusaha untuk menjaga hatinya agar tidak terluka karena Ia sangat tahu siapa suaminya— pria yang sangat populer di kalangan banyak wanita dan memiliki banyak hal, sempurna dalam hal fisik maupun materi. Ia yakin bahwa mencintai suaminya hanya akan membuat luka pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2