Mariage Contract

Mariage Contract
Part.65


__ADS_3

Sinar matahari yang seperti biasa pagi ini tampak menyinari mansion Murray.anggota keluarga yang sedang menikmati sarapan pagi ini berjalan dengan baik tanpa adanya kegaduhan yang di buat oleh Harvey dan Harley.


Tidak membutuhkan waktu lama Ben sang kepala keluarga itu sudah menyelesaikan sarapannya lebih cepat dan segera berangkat ke kantor bersama kedua putra tampannnya.


Krystal yang hoby bermain biola seperti biasa menghabiskan waktu paginya di halaman belakang mansion saat sudah sarapan.Ia di temani oleh mommy nya karena kali ini Hily sahabatnya tak berkunjung seperti biasa.


Sementara di tempat lain,yaitu perusahaan terbesar dan ternama di Indonesia tepatnya di sebuah ruangan yang akan menjadi tempat di gelarnya rapat penetapan presdir baru dan wakil presdir baru kini sudah tampak ramai oleh beberapa kolega dan teman bisnis presdir yang sekarang.


Harvey dan Harley yang kini berada diruang presdir yaitu daddy nya sendiri tampak saling menyemangati.Harvey sama sekali tidak merasa cemburu jika adiknya di tetapkan sebagai presdir karena Ia juga kelak akan menjadi presdir di perusahaan terbesar milik daddy nya di luar negri.

__ADS_1


Ketiga pria tampan yaitu Ben,Harvey,dan juga Harley kini berjalan keluar dari ruang presdir.mereka kini menuju keruangan tempat dimana rapat akan di gelar.


Ben yang lebih dulu masuk ke ruangan itu di sambut oleh Raaza sahabatnya sekaligus yang masih menjabat sebagai wakil presdir dan mengikut di belakang Ben kedua putra tampannya.


Rapat penetapan presdir dan wakil presdir baru kini berjalan dengan baik,Harley yang sebagai presdir baru dan Harvey yang sebagai wakil presdir.rapat penetapan itu di akhiri dengan presentasi pertama oleh Harley si presdir baru.


Harley yang sangat sibuk diruangannya karena baru menduduki kursi presdir membuatnya sangat fokus pada semua berkas di mejanya.


"Hei presdir baru,kau ingin bermalam di kantor ya"ucap Harvey yang tiba-tiba datang dengan menerobos tanpa mengetuk pintu.Harley pun menoleh sekilas pada kakaknya."kau pulang saja dulu.aku harus menemui Hily"ucapnya dengan tetap fokus pada berkas di tangannya.Harvey pun meninggalkan adiknya yang tampak sangat sibuk.

__ADS_1


Tiga puluh menit lebih lambat dari sebelumnya,Harley meninggalkan perusahaan.Ia mengendarai mobilnya seraya menelfon seseorang yang sejak tadi mengganggu pikirannya.tiga kali Ia menelfon namun yang di telfon tak kunjung menjawab panggilan itu.


Hari sudah gelap namun Harley sama sekali belum menampakkan wajahnya di mansion Murray hingga membuat mommy nya khawatir.


"Sayang,kau tidak berusaha mencari putra kita."rengek Ayu pada Ben yang hanya santai membaca majalah disofa dalam kamar."sayang...dia sudah besar dan bahkan hari ini baru saja menduduki kursi presdir.tidak perlu khawatir lagi"jawab Ben dengan santai dan mengecup bibir mungil istrinya yang sejak tadi mengerucut.


Jam makan malam sudah terlewati namun Harley sama sekali belum kembali ke mansionnya karena Ia mengunjungi Aana wanita yang sudah merebut hatinya sejak tiga tahun yang lalu.Ia berkunjung ke toko bunga Aana sekaligus ingin mempertanyakan sahabatnya Hily namun Aana sama sekali tidak mengetahuinya karena terakhir kali bertemu saat Hily mengunjunginya malam itu.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2