
Harley yang melihat adik nya bermain ayunan segera menghampirinya."hello my sister"ucapnya pada Krystal dengan mencubit gemas pipi adiknya."kakak"panggil Krystal dengan lembut dan segera memeluk kakaknya.
Krystal yang juga memiliki kelainan pada indera pendengarannya memakai alat bantu pendengaran setiap hari untuk mempermudah dirinya menjalani kegiatan sehari-harinya."ayo masuk.mom ingin memasak makan malam"ucap Harley setelah mengurai pelukannya pada adiknya.
"eitss...aku saja yang membawa adikku masuk"ucap Harvey yang tiba-tiba datang dan mengambil alih Krystal untuk menuntun jalannya."hei bule,dia adikku juga"jawab Harley tak mau kalah.namun Harvey sama sekali tidak memperdulikannya dan segera membawa adiknya masuk mansion meninggalkan Harley yang menatapnya dengan tatapan kesal.
"kalian selalu saja mempermasalahkan hal sepele"ucap Hily yang sejak tadi hanya diam memperhatikan interaksi antar saudara.Harley pun menoleh pada gadis cantik yang berdiri di sisinya."kau sendiri,tidak bosan ya setiap hari datang ke mansion menemani adikku bermain."ucapnya dengan ketus."harusnya kau pergi mengurus usaha ayahmu dan ya,cari kekasih agar kau punya kesenangan juga"ucapnya lagi.
__ADS_1
"kenapa kau malah mengurusi hidupku.dasar jelek."jawab Hily tak kalah ketusnya dan berlalu meninggalkan Harley yang menatap dirinya dengan jengah."wah nona,matamu itu sudah katarak mengataiku jelek"teriak Harley tidak terima di katai jelek selalu oleh Hily.namun yang di teriaki justru tidak perduli dan tetap berjalan masuk ke mansion.
****
Keluarga kecil Ben kini sudah berkumpul di meja makan untuk menikmati makan malam yang dimasak langsung oleh Ayu dan tak lupa juga Hily yang ikut bergabung karena Ia sudah seperti keluarga di dalam keluarga Murray.
Makan malam kali ini sangat tenang.hanya ada suara dentingan sendok dan garpu.Ben dan Ayu yang sudah selesai makan malam segera meninggalkan ruang makan dan menuju kamarnya untuk beristirahat.sedangkan di meja makan masih ada ketiga anaknya dan sahabat anaknya.
__ADS_1
Harley hanya mampu menatap kepergian kakaknya dengan tanda tanya di benaknya."hei,kau tidak merasa aneh pada bule itu."tanya Harley pada Hily yang sedang minum."kau kepo sekali."jawab Hily dengan santai dan segera menuntun Krystal ke kamar karena Ia dan juga Krystal sudah selesai makan.
Harley lagi-lagi hanya terdiam tak mampu berbicara karena semua nya sudah selesai dengan makan malamnya dan hanya tinggal dirinya yang belum selesai makan.Ia yang sendiri di meja makan segera meninggalkan juga ruang makan setelah minum tanpa menghabiskan makan malamnya.
Hily yang sudah berada di dalam kamar Krystal membantu sahabatnya itu untuk berbaring di tempat tidur."Krystal,besok kita ke danau yuk."ucap Hily saat sudah memasangkan selimut pada Krystal."apakah yang di dekat taman itu"tanya Krystal."Iya."jawab Hily dengan singkat"tidurlah,aku akan segera pulang"ucapnya lagi lalu melepas alat bantu pendengaran Krystal.Ia pun segera keluar kamar.
Hily berjalan menuju pintu mansion namun langkah nya terhenti saat melewati ruang tengah."kenapa kau membaca tengah malam begini"tanya nya pada Harley yang duduk di sofa dan sedang membaca koran."kau kepo sekali"jawab Harley dengan singkat.
__ADS_1
Hily yang mendengar jawaban singkat Harley segera berlalu namun langkah nya terhenti lagi saat pria tampan yang nota bene nya adalah sahabatnya sendiri bertanya."apakah Aana sibuk"tanya Harley pada Hily namun yang di tanya justru menjawab dengan mengangkat kedua bahunya.Hily segera berlalu keluar dari mansion menuju mobilnya."dia itu selalu saja begitu saat di tanyai tentang Aana"gerutu Harley pada Hily yang tidak terlihat lagi.
Bersambung....