Mariage Contract

Mariage Contract
Part.81


__ADS_3

Mansion Murray.


Pagi hari di kediaman keluarga Ben, tampak semua anggota keluarga kecilnya kini sedang menikmati sarapan paginya. Namun pagi ini tampak berbeda, karena sikap putra pertama Ben jauh berbeda kali ini hingga membuat putra keduanya yang terkenal kepo menjadi penasaran.


"kenapa denganmu bule,?" tanya Harley karena sudah tidak tahan menyimpan rasa penasarannya hingga jiwa keingintahuannya meronta-ronta meminta sebuah jawaban.


" Nothing " jawab Harvey dengan santai dan kembali menyantap sarapannya dengan tenang. Ben dan Ayu yang memperhatikan interaksi kedua putranya hanya terdiam begitu juga dengan Krystal.


" Dad, Mom aku berangkat dulu." ucap Harvey dengan tiba-tiba saat sudah selesai dengan sarapannya. Ia mencium kedua pipi mommynya dan beralih pada daddynya dengan mencium punggung tangan pria yang sudah berumur itu. Ia kemudian meninggalkan ruang makan dan segera keluar mansion meninggalkan Harley yang melongo melihat sikap kakaknya itu yang terbilang baru pertama kali.


" wah, dia jadi anak baik. apa dia salah makan saat pergi dengan tante Rose kemarin" celetuk Harley masih dengan rasa penasarannya. Sangking penasarannya Ia tidak lagi melanjutkan sarapannya dan segera berpamitan pada daddy dan mommy nya serta adik cantiknya.


****


PT.Anytime Fitness

__ADS_1


Harley kini sudah sampai di kantor. Ia berjalan masuk kedalam bangunan besar itu setelah memarkirkan mobilnya di basement. hanya beberapa menit Ia sudah tiba di lantai tempat ruangannya berada namun, sebelum Ia ke ruangannya dirinya ingin memastikan sesuatu yang sejak tadi membuatnya penasaran.


Ia mengintip pada celah pintu ruangan Harvey yang tidak tertutup rapat dan kini dirinya sangat tercengang saat melihat saudara kembarnya yang selama ini tidak perduli pada pekerjaan dan bahkan seringkali meninggalkan pekerjaannya untuk hal yang tidak penting, kini terlihat fokus dan sangat serius dengan berkas di tangannya dan sesekali akan mempertanyakan sesuatu dalam berkas itu pada sekertarisnya yang masih berdiri di sampingnya.


"Tuan." panggil Aldi hingga membuat Harley seketika terkejut dan gelagapan.


"a...ada apa" ucap Harley tersenyum kikuk sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia menjadi salah tingkah karena kedapatan mengintip diruangan wakil presdir.


" kenapa tuan tidak kembali keruangan" tanya Aldi dan berusaha menampilkan wajah seriusnya karena sejujurnya Ia ingin tertawa melihat presdirnya yang seperti orang ketahuan mencuri.


Harley pun berjalan lebih dulu ke dalam ruangannya dan langsung duduk dikursi kebesarannya.


"kau sudah punya berkas yang ku suruhkan kemarin?" tanya Harley pada Aldi saat sudah duduk dikursinya. Aldi pun dengan sigap menyerahkan berkas itu.


"kenapa kau berikan padaku. kau bacalah" ucap Harley dengan kesal pada asistennya hingga membuat Aldi menghela nafasnya.

__ADS_1


Ia pun segera membuka berkas itu dan membacakan tuannya.


"berdasarkan informasi yang saya dapat, selama Ia menjadi artis, tidak pernah sekalipun mendapat skandal. justru Ia sangat populer dan bahkan dia hampir tidak punya netizen karena sikap baiknya." tutur Aldi dengan jelas.


"lanjut" seru Harley.Ia menyuruh asistennya itu untuk mengumpulkan semua informasi data mengenai Allen karena ingin memastikan lagi bahwa gadis kecil itu tidak akan berdampak buruk pada perusahaannya nanti di masa yang akan datang.


"nama lengkapnya Allen Dawnson.Ia berumur lima belas tahun dan tepat di akhir tahun nanti akan berulang tahun ke enam belas tahun.Ia masih kelas tiga SMP dan kedua orang tuanya sudah meninggal dan..."


" Cukup "ucap Harley dengan cepat.


" kau tidak perlu melanjutkannya, sepertinya dia gadis baik." tambahnya lagi lalu segera memeriksa semua berkas yang sudah bertumpuk di atas mejanya.


▪︎


▪︎

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2