Mariage Contract

Mariage Contract
Part.74


__ADS_3

Deg.


Jantung Hily kini berdetak dengan cepat karena dirinya yang ingin beranjak pergi malah membuatnya kini terduduk di pangkuan Harley hingga bisa melihat dengan jelas wajah tampan sahabatnya itu.


Sedangkan Harley kini hanya menatap manik mata kecoklatan milik Hily,dalam diam tanpa merasakan apapun.Sangat berbeda saat bersama Aana,karena hanya memandang dari jauh saja sudah membuat nya berdebar.


"Wah,ternyata kalian sudah berpacaran."ucap seseorang membuat Harley dan Hily seketika menoleh pada seseorang yang baru melangkah masuk kedalam mansion dan tidak lain adalah Harvey.


Harley yang melihat saudara kembarnya dengan segera melepaskan tangan Hily yang tadi di tariknya hingga membuat gadis itu terduduk di pangkuannya."Ais,bule...mana mungkin aku dengan preman seperti dia."tangkas Harley dengan cepat.


"Oh,kukira kau sudah menerima pernyataan cintanya si bodoh"celetuk Harvey dengan santai dan berlalu menuju kamarnya meninggalkan Harley dan Hily yang menatap kepergiannya dengan jengah.

__ADS_1


Harley kini terdiam dan berfikir ulang tentang kalimat yang baru saja di lontarkan oleh saudaranya itu.satu detik lamanya Ia berfikir hingga ingin bertanya pada Hily,namun wanita yang tadi di dekatnya kini sudah menghilang entah kemana.


Haaaahhhh...


Hily yang mengendap-endap untuk menjauh dari Harley kini bisa bernafas lega saat Ia sudah berada di dalam kamar Krystal."huh,dasar bule gila"cecar Hily dengan kesal saat mengingat perkataan Harvey yang hampir saja membuatnya ketahuan oleh Harley.


Ia melihat ke tempat tidur dimana Krystal sudah tidur dengan nyenyaknya.Dengan perlahan Ia melangkah ke tempat tidur berukuran king size itu lalu merebahkan tubuhnya di samping Krystal.


****


Waktu berlalu,tanpa terasa hari sudah pagi.Hily kini menggeliat kecil dengan rambut yang acak-acakan."kau sudah bangun"tanya Krystal yang tengah mengeringkan rambutnya didepan meja rias."iya"jawab Hily dengan singkat lalu menyandarkan dirinya.kecantikan alaminya membuatnya benar-benar sangat cantik,bahkan ketika terbangun.Dengan perlahan Ia turun dari tempat tidur dan segera keluar kamar tanpa memperdulikan Krystal yang berbicaranya padanya.Ya,Hily sekarang setengah sadar dan kebiasaannya itu membuat dirinya tidak bisa mendengar dengan jelas seseorang yang berbicara padanya.

__ADS_1


Dengan menenteng jaketnya serta sepatunya Ia berjalan meninggalkan kamar Krystal tanpa memperdulikan penampilannya yang acak-acakan.Ia berjalan dengan mata sayu dan baru berhenti saat merasa menabrak sesuatu.


Bukk.


Harley yang baru keluar dari kamarnya dengan setelannya yang sudah rapi kini bertemu dengan Hily yang baru bangun dengan rambut acak-acakan.


"Pelayan,kenapa kau menghalangi jalanku.mau ku pecat ya.."seru Hily yang setengah sadar.Harley yang mendengar celotehan sahabatnya kini menggelengkan kepalanya dan segera menggendong tubuh yang setengah sadar itu.


Ia membawanya keluar dari mansion menuju mobilnya."jika kau masih mengantuk kenapa kau bangun.dasar preman aneh."gerutunya saat sudah mendudukkan Hily di dekat kursi kemudinya.Ia pun segera melajukan mobilnya meninggalkan mansion tanpa sarapan lebih dulu.Tujuannya kali ini adalah ke kediaman Jerm.


Harley kini tengah fokus pada kemudinya tanpa memperdulikan Hily yang tertidur dengan nyenyak."kau tega sekali,padahal aku sangat mencintainya"ngigau Hily dalam tidurnya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2