Mariage Contract

Mariage Contract
Part.72


__ADS_3

Mansion Murray.


Tepat pukul tujuh malam,kali ini mansion Murray kedatangan seorang tamu dimana tamu itu adalah sepupu dari nyonya Murray yang saat ini tengah berbicara diruang keluarga.Ia tak hentinya berceloteh,berbicara tentang sikap anaknya yang sebelas dua belas dengan suaminya.


"kau tau,hari ini bahkan dia pergi keluar negri tanpa memberitahuku"ucapnya dengan kesal mengingat tingkah anak semata wayangnya."dia itu persis sekali dengan daddynya si tuan Dalton yang paling menyebalkan"ucapnya dengan menggebu-gebu.namun Ayu yang mendengar cerita sepupunya itu hanya menganggukkan kepala tanpa bersuara sedikitpun karena setiap dirinya ingin bersuara maka suara sepupunya Nona akan langsung menghentikannya.


"Tapi dia kan sudah menjadi suamimu juga jadi jangan membicarakannya terus"ucap Ayu dengan cepat saat Ia rasa mendapat celah untuk berbicara."Tapi seandainya waktu itu pacarnya tidak menyuruhku menggantikannya di hari pernikahan,mungkin aku tidak akan menikah dengannya"jawabnya dengan mengingat kejadian dua puluh tiga tahun lalu,dimana dirinya terpaksa menikah dengan Dalton Buckman karena dibodohi oleh kekasih yang akan di nikahi Dalton saat itu.

__ADS_1


Obrolan keduanya berhenti tepat saat seseorang melewati mereka tanpa menoleh sedikit pun.Ia adalah Harley yang baru pulang dari kantor."wah ponakan aunty"pekik Nona dengan girangnya namun Ia langsung tertunduk lesu saat ponakannya itu malah dengan sigapnya berlalu.sedangkan Harley yang bersikap seperti itu bukan karena apa,tapi aunty nya itu sangat membuatnya kesal setiap bertemu.


Harley yang berlalu meninggalkan mommy juga aunty nya kini berjalan kearah kamar adik perempuannya yang paling di sayang.


Tok Tok Tok.


"Thansk kak"ucapnya dengan lembut sembari menciumi aroma bunga mawar merah yang dibawa kakaknya.Ya,Harley memang selalu membelikan adiknya buket bunga mawar karena adiknya itu sangat menyukai bunga mawar.Ia begitu peduli dan sangat menyayangi adiknya.

__ADS_1


"Kakak,aku ingin bercerita sedikit."tutur Krystal dengan tersenyum manis saat mengingat seseorang.Harley pun mengangguk dan menuntun adiknya untuk duduk di sofa yang ada dalam kamar itu.Krystal kini mulai bercerita tentang pria yang di sukainya dengan raut wajah yang sangat bahagia.Berbeda dengan Harley,Ia justru hanya diam.Bukan karena apa,tapi dirinya khawatir jika pria yang di ceritakan adiknya itu ternyata punya maksud tujuan lain.


****


Di sebuah kamar apartemen yang luas tampak dua manusia sedang dalam hasratnya yang memuncak.


Suara desa-han seorang wanita terdengar begitu menggairahkan pria yang sedang bersamanya."darling"lirih seorang wanita yang ternyata adalah Rose bersama dengan Harvey.Ia menatap sayu pada wajah tampan pria yang menindihnya."sekali saja,mom pasti tidak akan tau"tuturnya dengan menangkup wajah Harvey."tidak bisa sayang.aku akan menikahimu dulu,baru kita melakukannya"jawab Harvey dengan membaringkan tubuhnya yang masih terbalut dengan pakaian kerjanya.Ia dan Rose hanya melakukan ciuman panas serta menyentuh area sensitif wanitanya tanpa melakukan hubungan itu walau sejujurnya Ia juga ingin melakukannya.Namun wajah cantik mom Ayu terus terbayang di benaknya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2