
Ayu yang melihat suaminya langsung tertidur saat membaringkan tubuhnya di sofa kini hanya bisa menatap dalam diam.Ia ingin menjelaskan namun tidak memiliki kesempatan.Ia pun memutuskan untuk tidur karena menurutnya esok Ia bisa menjelaskan nya sebelum Ben berangkat ke kantornya.
****
Seperti biasa Ayu terbangun dari tidurnya karena sinar matahari yang masuk melalui celah-celah gorden.Ia bangun dan bersandar untuk mengumpulkan kesadarannya dan saat Ia melihat ke sofa di sudut ruangan,suaminya sudah tidak ada.Ia segera bangkit dan mencari nya di balkon namun tidak ada juga kemudian Ayu turun dan menanyai pelayan.
"Apa kau melihat tuan?"tanya Ayu pada salah satu pelayan yang Ia temui.
"Tuan sudah berangkat ke kantor nyonya.beliau hanya berpesan katanya nyonya harus sarapan ketika bangun."ucap pelayan muda itu lalu kembali mengerjakan pekerjaan nya.
Ayu yang mendengar penuturan sang pelayan kini menuju meja makan untuk sarapan pagi sesuai permintaan suaminya.Ia berfikir mungkin saat suaminya tau Ia sudah sarapan pasti akan senang karena Ayu sudah memberikan makan pada bayi mereka di dalam perutnya.pikirnya Ayu dengan tersenyum.
sedangkan Ben kini tengah berada di dekat danau yang tidak jauh dari taman kota.Ben lebih memilih untuk menenangkan pikirannya dengan melihat tenangnya air danau karena itu akan membuatnya fress.Ia sebelumnya sudah menghubungi Raaza karena akan terlambat ke kantor.
__ADS_1
Ben menatap air yang tenang itu dan sesekali akan ada ikan kecil yang melompat.Ben menghela nafasnya saat teringat kejadian kemarin.hingga tak terasa,ada sebuah bola yang menggelinding dan tepat mengenai sepatunya yang tampak mulus mengkilap.
"Aku minta maaf paman karena tidak sengaja.bisa kah aku meminta bolaku."ucap anak lelaki itu dengan suara khas kekanak-kanakan.
Ben pun tersenyum tipis dan mengambil bola yang dekat dengan kakinya."ambillah."ucap Ben kemudian lalu tersenyum menatap anak lelaki yang seperti berusia tujuh tahunan.
"Bisakah aku duduk di sampingmu."tanya anak lelaki itu yang di balas anggukan oleh Ben.
Anak lelaki itupun duduk di samping Ben hingga mereka terlihat seperti seorang ayah dan anak dengan minus ibu nya.
"Aku hanya ingin sendiri."jawab anak lelaki itu.
"Apa kau tidak takut.ini kan kota dan lagi kau masih kecil."tanya Ben lagi lalu mengalihkan pandangannya pada danau.
__ADS_1
"Aku tidak sendiri kesini.aku bersama dengan asistenku."ucap anak lelaki itu tanpa ekspresi.wajah terkesan datar dan dingin membuat Ben menyukai nya karena melihat pantulan dirinya sendiri.
"Ayah dan Ibu mu kemana"tanya Ben lagi.
"Mereka bertemu dengan penciptanya.kata kakek ku mereka menunggu ku di atas sana."ucap anak lelaki itu yang tak menunjukkan kesedihan.
Ben yang mendengar itu langsung menoleh pada anak di sampingnya.kini bukan hanya dirinya yang di tinggal oleh ayah dan ibu di saat usia nya masih kecil tetapi anak di sampingnya juga.
"Siapa namamu.sepertinya paman harus tau karena bisa saja kita akan bertemu di kemudian hari."ucap Ben dengan menampilkan senyumnya.
"Kyle Smith."ucap anak lelaki itu yang ternyata bernama Kyle.
Ben yang mendengar nama belakang anak itu sedikit terkejut.bagaimana tidak.yang Ia tahu keluarga Smith adalah orang terkaya yang hampir setara dengannya jika di Indonesia.karena semua majalah bahkan sudah mengabarkan bahwa keluarga Murray dan Keluarga Smith adalah dua nama yang sama-sama kuat dan berada di urutan pertama orang terkaya di Indonesia.apalagi Ben Murray yang sudah sangat terkenal di Amerika.sedangkan untuk keluarga Buckman menempati urutan kedua.
__ADS_1
Bersambung....