
Harvey kini masih berada di apartemen Rose,tepatnya didalam kamar.Ia memeluk erat wanitanya sembari meremas kedua aset milik Rose yang tanpa bra karena kekasihnya itu kini setengah telanjang.
"Darling,kapan kita menikah"serunya dengan menatap langit-langit kamar."tunggulah sampai perusahaan yang kurintis di Surabaya resmi berdiri kokoh"jelas Harvey dengan mengendus-endus rambut Rose yang beraroma greentea mint fresh."kapan itu dan bagaimana perusahaan daddy mu yang di Amerika"tanya Rose dengan penasaran dan membalikkan tubuhnya hingga menatap wajah tampan kekasihnya."entahlah,tapi tahun ini pasti akan rampung.kita akan menikah tepat dengan peresmian perusahaan itu dan untuk perusahaan Self Esteem Brands itu akan menjadi milikku juga tapi sekarang sedang di urus oleh Edden anak dari uncle Tony.
Rose yang mendengarnya kini memilih menenggelamkan wajahnya dalam dada bidang Harvey sembari tersenyum penuh arti.
__ADS_1
****
"Baiklah aku pulang dulu."ucap Nona pada Ayu.Setelah lama bercerita akhirnya Ia memutuskan untuk pulang karena suaminya sudah menghubungi dirinya berkali-kali.Ayu mengantar sepupunya itu kedepan pintu mansion dan melambaikan tangan saat sepupunya itu sudah berlalu bersama mobil yang di tumpanginya.
"Wah,wanita tercantik mengunjungi mansion."ucap Harley yang tiba-tiba datang.Ayu dan Hily yang sedang berbincang hangat kini menoleh pada sumber suara itu."mengobrol lah"seru Ayu menatap Hily dan segera berlalu menuju kamarnya untuk menemui suami tampannya yang sudah Ia rindukan padahal baru berpisah hanya beberapa jam saja.
__ADS_1
"Ada apa?"celetuk Harley dengan duduk di samping Hily.Belum sempat Hily menjawab Harley sudah lebih dulu memotongnya."Kau benar-benar yah,semakin hari semakin buruk saja.kau ingin jadi preman."maki Harley saat memperhatikan dengan baik penampilan sahabatnya yang lebih parah dari kemarin,dimana Hily sekarang tengah berpakaian dengan atasan crop top hingga mempertontonkan perut nya yang mulus dengan perpaduan ripped jeand yang longgar serta jangan lupakan sepatunya yang seperti penyanyi rock dan jaket kulit hitamnya yang menambah aura ke-preman-annya
"Jika kau seperti ini terus,bagaimana kau akan mendapat kekasih.pasti para lelaki akan menghindar karena takut mempunyai istri preman sepertimu."nyinyir Harley panjang lebar hingga membuat Hily tak mendapat celah untuk membela diri."kenapa kau diam"ucapnya lagi dengan suara meninggi.Ia memarahi Hily layaknya seorang Ayah yang memarahi anaknya."bagaimana aku bicara kalau kau sendiri bicara tanpa titik koma"seru Hily dan segera beranjak.Namun Ia sangat terkejut hingga matanya membulat sempurna.Bagaimana tidak,karena Harley yang ingin mencegah Hily pergi sebab belum puas memarahinya
Bersambung....
__ADS_1