
Aana kini mendekat pada Harley namun, pria itu justru menarik tangan nya dan kembali ketempat dimana acara akan dimulai.
Ben dan keluarganya yang tengah asik berbincang kini mendadak diam saat melihat seseorang yang Ia undang sudah hadir dengan didampingi oleh asistennya juga beberapa bodyguard.
"Sayang, Kyle datang. aku akan membereskannya dulu" bisik Ben pada Ayu yang tengah asik berbincang dengan Jeny dan Nona. Ayu pun kini terkejut dan berusaha menetralkan perasaannya karena sedang bersama keluarganya.
Ben kini berjalan mendekat pada Kyle yang terlihat sangat tampan dengan jas putih yang dikenakannya senada dengan celananya. "selamat datang, dan aku senang kau menghadiri undanganku." ucap Ben menatap intens pada pria dewasa yang akan menjadi menantunya dalam waktu dekat.
"tidak mungkin aku tidak datang jika calon mertua ku yang mengundang." jawab Kyle dengan wajah datar serta auranya yang sangat dingin.
"kurasa calon istriku sangat menderita selama perayaan ini karena dirinya pasti sendiri di kamar." seru Kyle tanpa menatap pada Ben.
__ADS_1
"Apa aku bisa menemuinya" tanya Kyle lagi hingga membuat Ben terdiam. Ben kini bingung karena jika dirinya menolak pasti akan menjadi masalah nanti hingga mau tidak mau Ia pun terpaksa mengizinkannya bertemu Kystal dengan di antar oleh pelayan.
"Tuan Kyle, haruskah saya ikut?" tanya asistennya bernama Mike yang sejak tadi berada disamping Kyle. Melihat Kyle yang hanya terdiam membuat Mike mengerti dan tetap berada di tempat acara bersama para bodyguard.
Kyle kini melangkah masuk ke dalam mansion Murray yang tampak luas dan megah, hampir semewah dan seluas dengan mansion miliknya. Ia terus melangkah dan berhenti saat pelayan menghentikan langkahnya tepat di depan pintu kamar.
"silahkan tuan." ujar pelayan itu dengan sopan mempersilahkan Kyle masuk ke kamar Krystal. Kyle kini melangkahkan kaki nya memasuki kamar yang sangat luas dengan warna cat putih perpaduan pink muda.
Kyle berjalan mendekati namun, tiba-tiba seseorang menarik tangannya.
"acara nya akan di mulai." ucap Ayu dengan menatap penuh arti pada Kyle. Ayu yang tadi melihat Kyle berjalan masuk ke mansion ditemani pelayan membuatnya sedikit khawatir. Ia hanya tidak ingin jika pria yang akan menjadi menantunya itu syok melihat putrinya.
__ADS_1
Kyle mendapati calon mertuanya menatapnya kini mengalah dan segera berjalan lebih dulu meninggalkan kamar calon istrinya.
****
Semua nya sudah berkumpul di halaman mansion. Harvey dan Harley kini sudah bersiap meniup lilin dengan semua tamu undangan menatap keduanya. Tepat saat kembang api berbunyi di atas sana, saat itu juga Harvey dan Harley meniup lilin hingga kini usia three kembar menjadi dua puluh empat tahun, semuanya kini kembali menikmati acara dengan memakan berbagai hidangan.
Sedangkan Krystal yang berada di balkon kamar kini hanya bisa merasakan semuanya melalui instingnya. Sejujurnya setiap di hari ulang tahun, dirinya tidak pernah berhenti berdoa agar kelak saat perayaan ulang tahunnya nanti akan bisa menikmati acaranya juga.
Seperti biasa Ia akan memainkan biola miliknya. Bermain dengan lembut dan penuh penghayatan.
Bersambung....
__ADS_1