Mariage Contract

Mariage Contract
Dalton Buckman


__ADS_3

Di sebuah kamar hotel yang mewah tampak seorang pria berbadan kekar tanpa balutan baju dan hanya mengenakan celana kain pendek. Pria gagah itu begitu serius mendengarkan informasi dari orang kepercayaannya— Tony yang berhasil mendapatkan informasi detail tentang gadis laundry dan sedang memberitahukan pada atasannya yaitu Ben.


" Nama gadis laundry itu adalah Ayu, usianya masih delapan belas tahun. Dia tinggal di kota yang sama dengan Tuan saat ini, dan dia hanya tinggal bersama dua sahabatnya bernama Dewi dan Anna." tutur Tony diseberang telfon.


" Lanjut." ucap Ben dengan aura datarnya lalu meneguk wine didalam gelas kaca yang dipegangnya


" Ayahnya sudah meninggal satu tahun yang lalu, jadi sekarang hanya ada Ibu dan adik perempuan seorang. Setiap minggu dia akan kembali ke desa nya untuk menjenguk Ibu dan adiknya karena di tempat kerjanya dia mendapat libur sekali seminggu" jelas Tony panjang lebar.


" Dan gadis itu juga bukan tukang laundry." lanjut Tony lagi.


Ben mengerutkan keningnya.


"Jika bukan tukang laundry kenapa dia yang datang mengambil laundry?" tanya Ben karena merasa heran.


" Dari yang aku tau, Bos nya menugaskan khusus untuk nona Ayu supaya dia yang antar-jemput laundry anda Tuan karena temannya Dewi sudah sangat sibuk menghandel laundry." jelas Tony lagi.


Ben seketika mengulum senyum.

__ADS_1


Rupanya takdir baik memang berpihak padaku, buktinya dia yang disuruh ambil laundryku. Malah setiap hari lagi.


" Baiklah." jawab Ben dengan singkat dan padat, lalu memutus sambungan telfonnya.


Ia kini tengah tersenyum karena sudah merangkai beberapa rencana untuk Ayu yang menurutnya berbeda dari wanita yang Ia kenal sebelumnya. Pagi itu benar-benar awal yang membahagiakan menurutnya, padahal Ia hanya mendapat informasi tentang Ayu.


" Ayu." gumam Ben dengan senyum tipisnya lalu beranjak dari sofa. Ia segera membersihkan tubuhnya karena akan bertemu dengan rekan kerja yang sengaja Ia datangi ke Indonesia.


*****


Perusahaan Fitness Gold.


Ting.


Ben dan asisten rekan nya sudah sampai di lantai sepuluh yaitu ruangan khusus presdir perusahaan.


" Silahkan." tutur sang asisten bernama Reza sambil membuka pintu ruangan presdirnya dan mempersilahkan tamu tuannya untuk masuk. Ben hanya mengangguk dan tersenyum tipis.

__ADS_1


Di dalam ruangan tampak seorang pria tampan nan dewasa seperti Ben. Jika dilihat rupanya, pria itu dan Ben hanya selisih umur beberapa tahun saja. Ia berdiri dan menyambut Ben dengan mengulurkan tangannya. Ben yang sudah berdiri tepat di depan meja pria itu menerima uluran tangan itu.


" Dalton Buckman." ucap pria itu dengan senyum di wajahnya yang menambah kesan tampan pria blasteran Amerika.


" Ben Murray." jawab Ben dengan senyum tipisnya lalu melepaskan jabatan tangan mereka.


" Senang bisa bertemu dengan mu Tuan Ben, dan saya sangat menghargai anda yang sudah datang jauh-jauh kemari untuk menerima tawaran kerjasama dengan perusahaanku." jelas Dalton masih dengan senyum nya.


" Ya, terima kasih. Aku menerima tawaran anda karena kebetulan anda mengelola usaha gym dan itu memang adalah hobiku. Kurasa aku tidak akan bosan berlama-lama di negara mu Tuan Dalton." tutur Ben dengan aura datarnya dan tangan yang di selipkan di saku celana.


" Silahkan duduk Tuan Ben" ajak Dalton dengan ramah mempersilahkan tamunya untuk duduk di sofa ruang kerjanya.


Perbincangan mereka yang hampir memakan waktu sekitar tiga jam berakhir pada tiba nya jam makan siang. Dalton mempersilahkan Ben untuk makan siang terlebih dahulu, namun Ben yang memiliki rencana lain menolak dengan alasan ada kesibukan lain hingga Ben memutuskan untuk pulang segera ke hotel. Ia akan pergi fitness dan menunggu Ayu untuk melancarkan aksinya.


▪︎


▪︎

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2