
Rasa nikmat yang dirasakan Harley saat ini membuatnya semakin menekan tengkuk Hily.
Harley terus melu-mat bibir mungil sahabatnya tanpa sadar dan Ia menggigit kecil bibir itu agar terbuka dan tepat saat Hily membuka sedikit bibirnya dengan sigap Harley menjelajahi menggunakan lidahnya. Mereka terus melakukan ciuman panas itu, Hily yang sudah terbuai kini menarik kerah baju Harley seakan menuntut lebih
Emmppttt.
Mereka saling bertukar saliva hingga tak terasa ciuman panas mereka terhenti saat Hily mulai kehabisan nafas. Ia segera melepas kerah baju Harley dan mendorong pelan dada bidang sahabatnya.
Ciuman panas itu terhenti dengan nafas yang memburu. Harley kini menatap lekat wajah cantik sahabatnya, begitu juga dengan Hily yang menatap lekat manik mata pria yang sudah Ia cintai selama lima belas tahun itu.
Harley mengusap lembut bibir yang terasa manis saat tadi Ia menciumnya. Hily yang tersadar segera mengalihkan pandangannya.
"kenapa aku disini?" tanya nya berusaha menetralkan perasaannya.
__ADS_1
"tadi kau ketiduran, jadi aku ingin mengantar kerumahmu" ucap Harley dengan gugup. Ia sekarang merasa berbeda setelah ciuman panas tadi.
Hily yang teringat terus tentang ciuman itu, segera keluar dari mobil Harley dan masuk kedalam mobilnya. Ia dengan cepat mengemudikan mobilnya meninggalkan mansion Murray.
Sedangkan Harley yang ditinggal begitu saja hanya mampu menatap kepergian mobil sahabatnya yang meninggalkan mansion nya. Ia menyentuh bibirnya dan seketika teringat bagaimana dirinya yang mencium bibir mungil itu dengan rasa nikmat.
"Ciuman pertama" lirihnya dan segera keluar dari mobilnya. Ia kembali kedalam mansion untuk menenangkan dirinya yang seperti terbakar sesuatu.
Hily yang saat ini tengah melajukan mobilnya terus terbayang dengan ciuman panas antara dirinya juga Harley. Ia menyentuh bibirnya.
****
Harley yang berada di dalam kamarnya saat ini tengah berada di dalam bathroom. Ia berendam seraya menenangkan pikirannya.
__ADS_1
"Ternyata seperti itu ya rasanya berciuman." gumamnya sembari tersenyum mengingat hal itu lagi.
"tapi kenapa ciumannya tidak dengan Aana." tambahnya dengan memejamkan mata. Namun dengan segera Ia membuka kelopak matanya saat teringat tentang Aana. Dengan segera dirinya menyelesaikan acara berendamnya dan mengambil bathrobe lalu memakainya dengan cepat.
Hanya lima menit kini dirinya sudah selesai berpakaian dan segera keluar kamar meninggalkan mansionnya. Dengan langkah cepat Ia sudah berada di dalam mobilnya dan segera melajukan mobil mewahnya meninggalkan kediamannya.
Tujuannya saat ini, menemui Aana untuk mengundangnya ke perayaan ulang tahun yang diadakan besok malam. Sekitar dua puluh lima menit Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, Ia sampai tepat di depan toko bunga milik Aana. Dengan segera Ia keluar dari mobilnya dengan menenteng paper bag yang sempat tadi dibelinya bersamaan dengan hadiah yang diberikan untuk Krystal.
"Dimana Aana" tanya nya pada karyawan cantik yang di jumpai di meja kasir.
"nona Aana di dalam ruangannya." ucap karyawan cantik itu dengan sopan.
Harley segera berjalan menuju ruangan Aana. "bisakah aku masuk" ucapnya saat berdiri diambang pintu. Aana tengah duduk dan fokus pada laptop di depannya, menoleh dan seketika tersenyum lalu mengangguk.
__ADS_1
"Besok malam ulang tahunku, datanglah memakai gaun ini." ucap Harley dengan memberikan paper bag yang sejak tadi dipegangnya. Aana pun segera berdiri dan mengambil paper bag itu.
Bersambung....