
Setelah setengah jam lebih akhirnya Ayu sudah selesai memasak. Ia kini sedang menyajikannya di meja makan. Sedangkan Ben sedari tadi hanya duduk manis seraya memperhatikan istrinya hingga membuat Ayu merasa risih dan lagi - lagi salah tingkah.
" Ummm... masakan mu sangat enak, Sayang." puji Ben setelah mencicipi sesendok makan yang sudah disajikan untuknya.
Deg.
Ayu yang mendengar ucapan Ben kini beralih menatap manik mata hijau Ben. Bukan karena pujiannya, tapi karena panggilan sayang yang di lontarkan Ben untuknya membuatnya merasa aneh. Ben yang mendapat tatapan tanpa arti dari istrinya hanya membalasnya dengan tersenyum. Ia memang sudah bertekad untuk membuat Ayu nyaman dan jatuh cinta padanya karena setelah Ia mempertimbangkan semuanya hanya Ayu yang Ia rasa sangat cocok untuk menjadi pendamping hidupnya hingga menua nanti.
Makan malam pun sudah usai. Ben meninggalkan meja makan lebih dulu dan menuju ruang kerja nya. Ia hanya ingin mengecek beberapa pekerjaan yang di kirimkan Tony melalui emailnya. Sedangkan Ayu kini sudah selesai dengan kegiatannya di dapur. Ia selanjutnya beralih menuju kamarnya untuk beristirahat.
__ADS_1
Saat Ia berada di dalam kamar tiba - tiba saja Ia menghentikan langkahnya yang ingin menuju walk in closet untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur. Ia sedang memikirkan tentang ucapan suaminya tadi siang saat di kantor dimana suaminya akan memberikannya bayi. Hatinya kini berdebar - debar dan merasa gugup. Ia merasa belum siap untuk melakukan hal yang pada umumnya suami istri lakukan. Namun jika tidak melakukannya maka itu akan membuatnya lebih lama dalam ikatan sandiwara ini.
" Ada apa? kenapa hanya melamun." bisik Ben yang tiba-tiba muncul dan langsung memeluk istrinya dari belakang. Ia mencium tengkuk istrinya hingga membuat Ayu seketika merasa geli.
Ben kini membalikkan tubuh istrinya. Ditatapnya wajah cantik nan natural Ayu.
Ben yang sudah puas memandang wajah istrinya kini meraih tengkuk Ayu dan mengecup bibirnya. Kecupan ringan yang perlahan menuntut sampai membuatnya melu-mat dan menjelajahi rongga mulut istrinya. Rasa manis— itulah yang pertama di rasakan Ben saat menyentuh bibir istrinya yang menggoda.
Ciuman Ben kini perlahan turun ke leher jenjang istrinya— mengecup basah di sana dengan tangannya ikut bergerilya. Ben semakin menggila hingga membuat gairahnya sudah di ubun - ubun.
__ADS_1
Dengan perlahan Ia menggiring Istrinya ke tempat tidur dan membaringkannya. Ia kemudian menindih tubuh mungil istrinya dan menyibak helaian rambut yang menghalangi wajah cantik istrinya. Dilihatnya wajah wanitanya yang sudah berada di bawahnya dengan perlahan Ia melucuti pakaiannya.
****
Sinar matahari yang menerobos masuk melalui celah gorden sangat hangat menyentuh kulit pasangan suami istri itu yang masih bergelung di bawah selimut dan hanya menampakkan setengah tubuh. Ben tengah memeluk tubuh polos istrinya yang masih terlelap dengan sekali - kali Ia akan mengecup kening istrinya.
Ayu yang masih bersembunyi di dada bidang suaminya kini mulai terusik karena pelukan erat suaminya serta tangan kekar yang terus mengusap punggung polosnya. Ia pun mulai terjaga setelah mengerjapkan matanya beberapa kali.
Bersambung....
__ADS_1