Mariage Contract

Mariage Contract
Part.88


__ADS_3

"Terima kasih Harley, aku juga akan memberikan sesuatu padamu di acara ulang tahunmu besok malam" ucapnya dengan tersenyum manis pada pria muda yang sangat mencintainya. Mereka pun berbincang hangat didalam ruangan itu hingga tak terasa sudah tiga puluh menit lebih, Harley pun segera pamit pulang karena masih ada urusan lain.


****


Waktu terasa begitu cepat, hingga hari yang dinanti oleh Ayu dan Ben tiba. Perayaan ulang tahun anak kembar mereka akan dilakukan di halaman mansion dengan pesta yang sederhana dan hanya dihadiri oleh keluarga serta rekan kerja.


Ayu kini tengah berada di dalam kamarnya tepat didepan meja riasnya. Ia memoles makeup tipis pada wajah cantiknya.


"kau sudah cantik" ucap Ben yang sudah selesai berpakaian. Ia sudah terlihat tampan dengan setelannya yang rapi.


"lihatlah wanita yang didalam sana, dia adalah pemilik hatiku yang akan menjadi temanku disurga nanti" ucap Ben lagi menunjuk pantulan istrinya dalam cermin. Ayu yang mendengarnya kini tersenyum dan segera berdiri dari duduknya. Ia membalikkan tubuhnya dan menatap lekat wajah tampan suaminya. Sepersekian detik Ia menatap wajah itu lalu mengecup bibir tipis suaminya dan memeluk erat tubuh kekar Ben.

__ADS_1


Ben pun membalas pelukan istrinya, lama keduanya berpelukan hingga suara ketukan pintu membuat Ben melepaskan pelukannya dan segera berjalan menuju pintu.


Pintu kamar terbuka, menampilkan wanita cantik yang berumur sebaya dengan Ayu. Ia adalah Nona, sepupu dari Ayu. Ben yang melihatnya kini menghela nafas.


"es batu, aku ingin bertemu dengan Ayu" ucap Nona dengan menatap malas pada pria yang berstatus iparnya. Ben pun dengan terpaksa mempersilahkan sepupu istrinya masuk kekamar. Sementara dirinya kini memilih meninggalkan kamar dan menuju ruang keluarga.


Tepat saat dirinya berada diruang keluarga Ia melihat Dalton suami dari Nona tengah berbincang hangat dengan kedua putranya.


" lama tidak bertemu denganmu tuan Ben." ujar Dalton saat Ben duduk disisinya.


"iya, bagaimana kabar ponakanku" tanya Ben dengan ramah pada pria yang dulu adalah rekan bisnisnya kini sudah menjadi keluarganya.

__ADS_1


"dia sulit di atur dan sekarang sedang liburan diluar negri." jawab Dalton dan seketika teringat tentang putra semata wayangnya yang sulit di atur. Bahkan diusia muda nya sudah menyelesaikan S1-nya karena kepintaran yang dimiliki namun, malah memilih tidak peduli dan menggunakan semua waktu nya dengan bersenang-senang.


"Ben." pekik Jeny yang baru datang, wanita yang sudah berumur enam puluh tahunan itu masih terlihat cantik sama seperti saat muda dulu.


"kakak, kenapa kau sendiri?" tanya Ben yang merasa heran mengapa kakaknya itu hanya datang sendiri tanpa mengajak suami serta anak-anaknya.


Hufff...


"Kau tahu Ben, putriku itu sangat nakal, Daddy nya tidak akan tenang meninggalkan putri-putrinya karena anak kami tidak ingin ikut kemari" sahut Jeny dengan malas saat mengingat suaminya yang lebih menyayangi putri-putrinya itu.


"wah, ponakanku terlihat tampan." ucap Jeny berdecak kagum pada ketampanan ponakannya. Ia melihat Harvey dan Harley dengan intens dan dibalas senyuman oleh kedua ponakannya itu.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2