
Bagaikan diiris hatinya di pagi hari,hingga tidak dapat lagi membendung air mata yang sejak tadi di tahannya.Hily meneteskan air matanya saat melihat jelas lukisan milik sahabatnya yang menampilkan wajah cantik saudaranya Aana.dengan sigap Ia menyeka air matanya dan menampilkan senyum terbaiknya.
"wah,sangat cantik."pujinya dengan hati yang memanas."tentu saja"jawab Harley dengan tersenyum penuh rasa puas sembari merangkul Hily sahabatnya."kira-kira kapan ya aku menjadi kakak iparmu."ucapnya lagi masih dengan memandang wajah cantik Aana di lukisan miliknya.
Hily yang merasa di cabik-cabik hatinya sama sekali tidak mendengar ucapan Harley karena sudah di kuasai kabut kecemburuan.Ia dengan segera menghempaskan tangan Harley yang merangkulnya dan keluar dari kamar meninggalkan Harley yang sama sekali tidak peduli karena merasa sangat senang saat ini.
__ADS_1
Hily berjalan dengan langkah cepat menghampiri Krystal."ayo kita pergi."ucapnya dengan menarik tangan Krystal.Hily yang berjalan dengan cepat membuat Krystal tidak dapat menyeimbangi langkah nya hingga seketika Krystal tersandung.
Hily yang baru tersadar segera membantu Krystal berdiri dengan wajahnya yang sudah memerah dan berurai air mata.Hily pun segera menuntun Krystal keluar mansion menuju mobilnya yang berada tepat di depan pintu masuk mansion.Ia membantu memakaikan sabuk pengaman pada Krystal saat sudah berada di dalam mobil.
"apakah ini tentang Aana lagi"tanya Krystal dengan wajah datar dan pandangan lurus ke depan.namun yang di tanya tidak menjawabnya dan justru hanya suara isak tangisnya yang terdengar."jika kau ingin menangis,segera keluar dari mansion sebelum ada yang melihat"ucap Krystal lagi dengan suara lembutnya.
__ADS_1
"dia sangat menyukai kakaku"ucap Hily dengan suara lirih sembari terisak."kau tahu...lima belas tahun aku menyimpan semuanya"ucapnya lagi dengan bibir yang bergetar."dia tidak pernah mengerti dan selalu menganggap semuanya baik-baik saja"Hily menumpahkan segala kesedihannya di dalam mobil bersama sahabatnya.
Hampir satu jam,Hily kembali melajukan mobilnya menuju danau setelah menumpahkan segala kesedihannya dan tak terasa di sinilah mereka berada,di danau yang sering mereka berdua kunjungi di hari minggu.suasananya yang tenang dan jauh dari lalu lintas serta kerumunan banyak orang sangat cocok untuk Krystal yang mengidap penyakit phobia.
"Krystal,kau duduk di sini dan jangan kemana-mana."ucap Hily pada Krystal dengan menuntun sahabatnya itu untuk duduk di bangku yang menghadap langsung ke danau."kau ingin kemana"tanya Krystal."sepertinya ponselku tertinggal di mobil."jawab Hily dan segera berlalu meninggalkan Krystal seorang dengan menatap lurus ke depan.
__ADS_1
Satu menit,dua menit,hingga tiga menit namun yang di tunggu Krystal tak kunjung datang.Ia pun tetap duduk dengan tenang.semilir angin lembut menerpa wajah cantik Krystal yang persis dengan barbie.Ia memejamkan sejenak matanya.
Bersambung....