
hari-hari di lewati oleh Ayu juga Ben yang semakin membaik bahkan sekarang mereka sudah di bolehkan untuk pulang dan kedua putranya yang sehat namun untuk putri bungsu nya masih di rawat di ruang NICU.
Ayu setiap saatnya melewati hari-harinya dengan air mata yang terus membanjiri pipinya.hanya saat bersama Harvey dan Harley Ia akan tersenyum namun selanjutnya Ia akan murung lagi jika kedua putra nya sudah beralih pada pengasuhnya masing-masing.
"sayang.apakah kau akan terus berdiam diri seperti ini?"tanya Ben yang tiba-tiba dan memeluk istrinya dari belakang."kita harus pergi kerumah sakit.Angel ingin memberikan kabar seputar keadaan putri kita."ucapnya lagi.
__ADS_1
Ayu yang mendengar tentang putrinya kini berbalik menatap suaminya dengan wajah berbinar.Ia sangat bahagia karena mungkin putrinya sudah di bolehkan pulang.pikir Ayu.
tanpa membuang banyak waktu Ayu segera menggenggam tangan suaminya dan berjalan lebih dulu keluar kamar.Ia akan menemui kedua putra nya dulu lalu segera pergi kerumah sakit melihat putrinya."Harvey,Harley"ucap Ayu saat sudah berada di kamar putranya yang di temani kedua pengasuhnya."ibu akan menjemput adikmu.kalian bisa bersama nanti"ucapnya lagi lalu mencium pipi kedua putra nya secara bergantian.Ia pun segera meninggalkan mansion dengan wajah yang sudah sangat bahagia sedangkan Ben hanya terdiam dengan perasaan yang tidak enak.
hanya butuh sekitar dua puluh lima menit mereka sudah sampai dirumah sakit dan kini Ayu dan Ben sudah berada di dalam ruangan Angel menunggu Angel untuk menjelaskan tentang kondisi putri mereka.
__ADS_1
"untuk kelainan yang Ia derita...Ia akan mengalami cerebral palsy.yaitu kelumpuhan otak."jelas Angel membuat Ayu dan Ben terkejut."itu sebabnya mungkin Ia akan minim dalam berbahasa karena kelainannya.hanya itu laporan hasil pemeriksaan dulu..selanjutnya kalian bisa mengetahuinya sendiri saat Ia akan tumbuh berkembang kalian bisa konsultasi padaku.karena aku yang akan menangani nya selalu."ucapnya lagi menatap kedua pasangan di hadapannya yang hanya diam tanpa berbicara lagi.
Ben dan Ayu benar-benar terpukul atas apa yang menimpa pada putri kecilnya.kini mereka sedang berada di depan ruangan PICU tempat putrinya yang baru di pindahkan.Ayu menatap putrinya dari luar yang dibatasi oleh dinding kaca.Ia menatap bayi kecilnya yang berada didalam sana seorang diri.hati benar-benar terasa sakit dan sesak.Ia tidak menyangkah bahwa salah satu bayi yang Ia lahirkan akan mendapat kelainan yang sangat membuat jiwanya remuk.sedangkan Ben yang sejak tadi melihat istrinya hanya terdiam dan memeluk istrinya untuk menenangkan nya yang sedang menangis hebat.
Ben yang tidak sanggup lagi melihat istrinya terus menangis terpaksa membawa istrinya pulang dan sepanjang perjalanan mereka hanya terdiam.Ben yang fokus pada kemudinya sedangkan Ayu yang menatap pada jalanan Ibu kota.Ia kembali menangis saat seketika teringat kejadian memilukan yang di alaminya empat minggu lalu.
__ADS_1
Bersambung....