
Di dalam mobil yang sedang melaju meninggalkan kediaman keluarga Murray tampak gadis cantik dengan ramput hitam pekatnya mencengkeram kemudinya dan meneteskan air matanya."kenapa harus Aana bukan diriku"ucapnya lirih dengan mulai terisak sembari tetap fokus pada kemudinya.
Ia mengemudikan mobilnya menuju sebuah toko bunga yang cukup terkenal di ibukota.hanya sekitar sepuluh menit dirinya tiba di toko bunga dengan sebelumnya memarkirkan mobilnya di depan toko.Ia masuk di dalam toko itu dan langsung di sambut oleh karyawan.
"dimana Aana?"tanya-nya pada karyawan cantik yang hampir seusia dengannya."Ibu Aana ada di dalam."jawab karyawan cantik itu dengan sopan.Ia pun berjalan dengan melewati beberapa rak bunga dan berhenti tepat di depan meja kasir saat melihat yang di carinya.
"Aana"panggil nya pada wanita yang terpaut usia dua tahun lebih tua darinya."Hily"sapa wanita cantik itu dengan tersenyum lebar dan segera memeluknya."ini sudah hampir pukul sepuluh malam,kenapa kau masih berkeliaran.pulang lah pasti daddy mencarimu"ucap Aana pada Hily setelah mengurai pelukannya."aku kemari hanya ingin bilang,Harley mencarimu."ucap Hily pada Aana dengan tersenyum manis.
__ADS_1
"aiii...kakak sudah bilang,jangan menyebut namanya.aku sudah mengatakan bahwa hanya menganggapnya adikku."terang Aana dengan lembut."pulanglah.daddy pasti sudah pusing mencarimu"ucapnya lagi dengan lembut.Hily pun segera meninggalkan toko bunga milik Aana.
****
Semburat cahaya matahari yang terbit dari arah timur tepat menerpa mansion mewah milik Murray.namun anggota keluarga itu masih bergelung di bawah selimut dengan nyenyaknya karena memang hari ini adalah hari minggu dimana waktu libur bekerja.tak terkecuali dengan Krystal yang sudah rapi dengan setelannya dan bahkan sementara memainkan biola miliknya hingga setiap alunan musik violin itu menggema di sudut ruang tengah mansion.
Krystal yang tengah menghayati dan mendalami biola yang dimainkannya dapat mendengar dengan jelas suara langkah seseorang yang mendekat ke arahnya.Ia seketika menghentikan permainannya dan mengambil tongkatnya.
__ADS_1
"ada apa Hily?"tanya Krystal."tidak apa-apa,kau disini dan jangan bergerak"ucap Hily segera menghampiri beberapa pelayan itu."dari siapa barang itu"tanya Hily pada pelayan."ini paket untuk tuan Harley nona"sahut salah satu pelayan wanita.
"wah...paketku sudah datang,cepat bawa ke kamarku"ucap Harley yang datang tiba-tiba masih dengan pakaian tidurnya.para pelayan segera membawa barang itu menuju kamar tuannya dan Harley pun segera kembali ke kamarnya dengan Hily yang mengikut di belakangnya dan tanpa sadar meninggalkan Krystal yang masih mematung di tempatnya.
Para pelayan yang sudah menaruh barang milik tuannya segera keluar dari kamar hingga hanya menyisakan Harley juga Hily."barang apa itu?"tanya Hily penasaran karena masih pagi-pagi sekali sahabatnya sudah mendapatkan kiriman barang."ah ya...ini lukisan.aku memesannya beberapa minggu lalu"ucap Harley dengan santai dan segera membuka bungkusan lukisan miliknya.
Dua menit kemudian.
__ADS_1
Harley yang sudah membuka bungkusan lukisan miliknya kini tersenyum dengan puas sedangkan Hily yang melihat lukisan sahabatnya merasakan sesuatu yang hebat di hatinya.
Bersambung....