
Ben terus menatap wajah cantik istrinya yang sudah berada di bawahnya.sedangkan wajah Ayu kini sudah bersemu merah.
"tatap mataku sayang" ucap Ben dengan suara beratnya.
Ayu yang mendengar ucapan suaminya kini menatap manik mata hijau suaminya hingga lagi-lagi membuat nya merasakan debaran yang tak biasa.
"apa kau sudah mencintaiku.?" tanya Ben masih dengan suara beratnya. Ia membelai wajah cantik istrinya dengan lembut lalu mengecup ringan bibir istrinya.
"katakan sayang" seru Ben lagi. Ia dengan perlahan menurunkan baju istrinya hingga menyisakan bra berenda Ayu.
Ayu yang ditanya hanya terdiam. Sejujurnya Ia juga bingung harus menjawab Ia atau tidak karena sampai saat ini Ia bahkan belum tau perasaannya sendiri. Namun jika Ia mengatakan tidak rasanya juga tidak bisa karena ketika melihat suaminya bersama dengan wanita lain hatinya kian memanas dan yang terpenting untuk saat ini Ia merasa nyaman dengan perlakuan lembut suaminya beberapa hari belakangan.
dengan perlahan Ia menyentuh wajah suaminya dengan jemari lentiknya. Ia terus mengusap wajah tampan suami nya tanpa melepaskan pandangan matanya nya pada manik mata hijau suaminya.
Mengukir di wajah tampan suaminya dengan satu tangannya merengkuh leher suaminya, ukiran jari lentiknya berhenti pada bibir tipis suaminya. Dengan perlahan Ia mengecup bibir suaminya, sedangkan Ben yang mendapat perlakuan seperti itu dari istrinya untuk pertama kali terkejut. Namun, keterkejutan nya tidak lama saat istrinya itu masih mengecup bibirnya hingga berubah menjadi *******.
__ADS_1
Ciuman panas pun dimulai dan berhenti saat Ben menyudahinya dengan menjauhkan wajahnya dari sang istri. Di tatapnya kembali wajah cantik istrinya.
"I love you my wife" ucap Ben dengan tiba-tiba lalu memulai percintaan panas mereka.
****
Dinginnya angin malam begitu terasa pada tubuh kedua insan yang baru saja selesai dengan kegiatan panasnya. Ayu kini tampak menenggelamkan wajahnya pada dada bidang suaminya, sedangkan Ben kini sedang mengusap lembut punggung polos istrinya.
"Ben.." panggil Ayu dengan tiba-tiba hingga membuat suaminya yang sudah hampir tertidur kini kembali terjaga. Rasanya ada getaran tak biasa pada hatinya saat istrinya itu memanggil namanya, mengingat bahwa istrinya itu bahkan tidak pernah menyebut atau memanggil namanya selama ini.
"jika kau mencintaiku, bisakah kau mengabulkan satu permintaanku." ucap Ayu kemudian setelah lama berfikir.
"tentu" jawab Ben dengan singkat lalu mengeratkan pelukannya.
"apa permintaanmu." tanya Ben lagi.
__ADS_1
"aku ingin kita menetap di Indonesia dalam beberapa waktu, ku pikir untuk pekerjaanmu kau bisa bertukar kabar dengan Tony." jelas Ayu.
Ben yang mendengar permintaan istrinya masih terdiam dan tak bergeming sama sekali. satu detik,dua detik hingga hampir empat detik Ayu tak kunjung mendapatkan respon dari suaminya.
"Beri aku waktu satu minggu untuk mengurus semuanya sayang." jawab Ben setelah terdiam beberapa saat.
"Really?" ucap Ayu dengan senangnya lalu mendongakkan wajahnya untuk melihat keseriusan suaminya.
"yes my wife" jawab Ben dengan senyum di wajahnya sambil menatap wajah istrinya.
Perbincangan keduanya berakhir pada permintaan Ben untuk melanjutkan lagi percintaan panasnya dengan alasan istrinya harus membayar mahal semua yang akan Ben lakukan untuk kepindahan mereka ke Indonesia dalam waktu dekat ini.
Entah berapa kali Ben menuntaskan hasratnya hingga membuat istrinya lagi-lagi kelelahan dan tertidur tanpa membersihkan dirinya.
Bersambung....
__ADS_1