Mariage Contract

Mariage Contract
Part.52


__ADS_3

Ben dan Ayu serta Jeny masih terkejut dan tidak ingin menggendong bayi itu.sedangkan bayi yang berada di dalam box itu tengah menggeliat lucu.


"Kenapa kau bilang bukan bayimu.kau ingin saksi atau rekaman saja."ucap Angel membuat Ayu mematung di tempat."tapi wajahnya dan tubuhnya.Ia...."ucap Ayu yang tidak melanjutkan perkataannya.


"Bukankah kau yang bilang mungkin di balik semua yang di alami putri mu itu karena Ia mempunyai hal luar biasa ke depannya.dan mungkin itu adalah fisiknya."sahut Jeny.


Setelah lama terdiam memandang bayinya,Ben kini mengambil bayi itu di dalam box dan menggendongnya dengan hati-hati.Ia mengelus pipi bayinya dengan lembut.Ia benar-benar tidak menyangkah bahwa Ia akan memiliki satu putri namun yang lebih tidak membuatnya menyangkah adalah putri satu-satunya itu memiliki fisik yang sangat luar biasa.


"Persis boneka."ucapnya lirih."Iya sayang"sahut Ayu yang kini mendekati suaminya untuk melihat dengan jelas wajah putrinya.

__ADS_1


Putri Ben dan Ayu tidak mirip dengan salah satu dari mereka.bahkan putrinya itu memiliki wajah yang berbeda dari keluarganya.Ia terlihat seperti boneka hidup itu sebabnya Ben dan Ayu sangat terkejut melihat putri mereka untuk pertama kalinya.


****


Satu hari sudah terlewati.Ben dan Ayu kini sedang berada di kamarnya.Ayu menggendong putrinya dan sesekali mengelus pipinya dengan gemas.Ia dan suaminya sudah merencanakan tentang renovasi kamar putri mereka yang terletak di samping kiri kamarnya sedangkan untuk kamar Harvey dan Harley terletak di samping kanan kamarnya.


"Aku ingin meminjam adikku sebentar.ok"ucap Jeny lagi menatap pada Ayu dan kemudian menatap adiknya yang tampak gagah di pagi hari dengan setelan santai yaitu celana jeans dan baju kaos berwarna putih.Ben hari ini memang tidak ke kantor karena ingin menghabiskan waktu bersama keluarga kecilnya.apalagi ada kakaknya Jeny.


Setelah meminta Ben pada Ayu,kini Jeny sudah berada di teras mansion bersama adiknya."ini hadiah dariku."ucap Jeny menyerahkan kotak berukuran sedang.Ben menerima kotak itu dari kakaknya dan membukanya."kau kan suka gym.jadi pasti akan selalu membutuhkan sepatu yang berbeda saat pergi latihan.itu limited edition di Belgia"ucapnya lagi.

__ADS_1


Ben kini memandangi sepatu putih yang di berikan kakaknya.ternyata kakaknya itu tidak pernah melupakan hoby nya yang sangat suka gym dan mengoleksi sepatu.



"terima kasih"ucap Ben menatap kakaknya dengan senyum tipis yang membuat wajahnya terlihat sangat tampan."hanya itu?"tanya Jeny menghela nafasnya.Ben pun segera memeluk kakak nya.Ia sangat bahagia karena memiliki kakak seperti Jeny.


"sudahlah.aku harus pergi sekarang."ucap Jeny melepas pelukan adiknya dan segera masuk dalam mansion.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2