Mariage Contract

Mariage Contract
Part.86


__ADS_3

Hanya sekitar dua puluh menit Harvey sudah tiba di mansion, tepat saat Ia memarkirkan mobilnya saat itu juga Hily baru tiba.


"Kau darimana membawa adikku sampai malam begini?" tanya Harvey saat turun dari mobilnya.


"dari danau." jawab Hily dengan singkat.


"Krystal aku pulang dulu yah." ucapnya dengan setengah berteriak pada Krystal yang sudah berjalan masuk mansion. Harvey yang melihat tingkah keduanya kini hanya terdiam dengan wajah bingung.


"kenapa dia selalu ke danau" gumamnya dan segera masuk kedalam mansion menyusul sang adik.


Harvey yang sudah berada di dalam mansion tidak lagi melihat adiknya. "ada apa dengan dia, apa terjadi sesuatu" tanya nya lagi pada diri sendiri. Ia kemudian segera berjalan menuju kamarnya karena merasa sudah sangat lelah.


****


Hari-hari terlewati, terasa begitu cepat hingga tak terasa ulang tahun three kembar akan dirayakan besok malam. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Ben hanya mengundang rekan bisnis serta keluarga untuk menghadiri perayaan ulang tahun Harvey, Harley dan Krystal.

__ADS_1


"Sayang, kau sudah mengabari Nona kan?" tanya Ayu pada Ben yang sedang bersantai di sofa dalam kamar.


"Iya"


Ben hanya menjawab dengan singkat.


"Oh iya, Raaza, Tony dan kak Jeny akan hadir juga." timpal Ben lagi dengan santai. Ayu yang mendengarnya kini menoleh pada suaminya dan dengan wajah terkejut karena setahu nya ketiga orang itu sedang di luar negeri.


"Apa mereka akan kesini?" tanya Ayu masih menatap wajah suaminya.


Sedangkan disisi lain, tampak wanita cantik yang sedang bermain biola, Ia adalah Krystal yang di temani Hily di dalam kamar. Hily yang mendengar alunan violin yang dimainkan sahabatnya, terasa seperti menghipnotis dirinya hingga tanpa sadar tertidur disofa saat menunggu Krystal.


Sekitar sepuluh menit Krystal bermain biola, kini Ia sudah selesai dan bersamaan dengan itu pintu kamarnya terbuka menampilkan Harley, kakaknya yang tampan.


"Waktu yang tepat aku datang." celetuk Harley lalu berjalan mendekati adiknya yang berdiri didekat jendela. Ia menggenggam tangan lembut adiknya dan menuntunnya untuk duduk di pinggir tempat tidur.

__ADS_1


"Aku membeli gaun untukmu, kau pakai besok malam yah" ucapnya pada Krystal. Ia menatap intens wajah cantik itu dan mengelus lembut pipi adiknya.


" aku pergi dulu, aku ingin mempersiapkan juga untuk besok malam" tambahnya lagi dan segera beranjak. Namun langkahnya terhenti saat Ia melihat gadis cantik yang tengah tertidur dengan posisi duduk. Ia menghela nafasnya dan segera mendekati Hily lalu menggendong tubuh sahabatnya itu.


Ia segera keluar kamar dan meninggalkan mansion. Seperti biasa tujuannya adalah mengantar Hily ke kediaman Jerm.


Ia ingin memasangkan sabuk pengaman pada Hily saat sudah berada didalam mobil. Namun belum sempat dirinya melakukan itu, Hily menarik kerah bajunya dan mencium bibir nya hingga membuat Harley reflek terkejut karena perbuatan Hily yang dalam keadaan tidak sadar.


Hily yang tersadar seketika membuka matanya dengan cepat dan sangat terkejut. Ia segera melepas kerah baju milik Harley namun entah apa yang merasuki sahabatnya itu hingga menekan tengkuknya dan memperdalam ciuman itu.


Harley yang baru pertama kali berciuman merasa nikmat dan berusaha melakukannya sesuai yang pernah di tontonnya. Begitu juga dengan Hily yang baru pertama kali merasakan ciuman kini hanya terdiam, apalagi yang mencium itu adalah pria yang sangat dicintainya.


▪︎


▪︎

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2