
Hai para pembaca setia MC.....
ini visual Dewi dan Anna yah,sahabat Ayu
Dewi
Anna
Selamat Membaca😊
Indonesia.
Ben yang baru tiba di Indonesia merasa lega karena Ia bisa jauh dari beberapa wanita yang selalu mengejarnya dan bahkan rela memberikan tubuhnya hanya untuk bersamanya walau hanya beberapa saat. Ben tiba di bandara dengan asistennya— Tony dan bergegas menuju hotel yang sudah Tony pesankan untuknya. Tak lupa beberapa mata memandangnya dengan sangat antusias. Mereka adalah para wanita dewasa dan gadis remaja.
Ben berjalan dengan aura dinginnya dan sifatnya yang terkesan arogant— mengikut di belakangnya asisten Tony yang menarik koper.
Hanya butuh beberapa saat mereka sudah sampai di hotel. Mereka memasuki hotel, masing-masing menampilkan wajah datar dan dingin.
__ADS_1
****
Kamar Hotel.
" Tuan Ben, apakah ada lagi yang anda butuhkan? tanya Tony setelah menaruh koper dengan baik pada tempatnya.
" Tidak ada lagi." jawab Ben dengan singkat dan santai, lalu menjatuhkan bokongnya di kursi sofa yang menghadap langsung ke jendela kaca dengan ukuran yang besar sambil memperhatikan arus jalanan, dan memandang bangunan di seberang seraya tersenyum. Tony yang melihat langsung mengerti.
" Tuan, di seberang jalan itu adalah salah satu anak cabang dari rekan kerja Tuan. Tuan Ben bisa kesana untuk berolahraga dan menjaga kesehatan serta kebugaran tubuh anda." jelas Tony dengan datar.
" Bagus, kau memilihkan tempat terbaik untukku. Sangat sesuai dengan yang aku inginkan." ucap Ben dengan senyum tipisnya.
" Oh iya segera lah istirahat, dua jam lagi kau harus kembali ke Amerika. Ingat, urus baik-baik perusahaan." lanjut Ben lagi lalu berjalan ke kearah koper. Ia akan mengganti pakaiannya dan pergi gym.
" Baiklah Tuan, untuk laundry anda aku juga sudah mengatur segalanya. Akan ada yang menjemput laundry-an anda." ucap Tony lalu bergegas pergi.
" Kenapa laundry dari luar? bukan kah ada laundry khusus di hotel?" Tanya Ben mengernyit
Tony menghentikan langkahnya, lalu berbalik menatap Tuannya.
" Maaf Tuan, Pak Herman yang mengatur semuanya nya. Dia adalah pemegang cabang fitness seberang sana. Ia sengaja mengatur semua nya agar anda tidak perlu memikirkan hal lain lagi." tutur Tony menunduk dan berlalu menuju pintu keluar.
__ADS_1
Tanpa banyak bertanya lagi Ben segera bergegas juga untuk ke tempat fitness seberang jalan. Ia sudah tidak sabar berlatih karena memang itu adalah hobinya dalam menjaga bentuk tubuh.
****
Fitness Gold.
Ben tiba di tempat fitness yang bernama Fitness Gold. Ia sudah tidak sabar akan nge-gym. Saat langkahnya tepat depan pintu masuk, seseorang langsung menyambutnya dengan sedikit membungkuk dan langsung mengulurkan tangan. Ben yang di sambut hanya tersenyum tipis lalu menerima uluran tangan pria di hadapannya.
" Saya Pak Herman, pemegang cabang fitness gold ini." ucap Pak Herman dengan sopan.
" Oh ya, aku Ben Murray, Kurasa kau sudah mengenalku dari caramu menyambutku." jawab Ben dengan senyum tipisnya.
Mereka pun menyudahi percakapan lalu hendak melangkah masuk, namun sebuah suara menghentikan langkah keduanya.
" Pak Herman, aku membawa laundry mu." ucap Ayu tiba-tiba dan dengan nafas tersengal karena harus berburu waktu dengan pekerjaan nya yang di tinggalkan di kedai
Sontak Ben dan Pak Herman menoleh pada sumber suara.
Deg.
Bersambung....
__ADS_1