Mariage Contract

Mariage Contract
Part.69


__ADS_3

Suara alunan musik violin terdengar begitu menenangkan hati.Harley yang sudah berada di dalam kamar adiknya tengah menatap adiknya yang bermain biola di dekat jendela yang masih terbuka.Krystal terus bermain tanpa menyadari kehadiran kakaknya.


"Sudah selesai"ucap Harley pada adiknya saat Krystal selesai bermain biola.Krystal yang baru menyadari keberadaan kakaknya segera melangkah perlahan dan mendekati sosok pria tampan yaitu kakaknya.Ia meraba-raba wajah kakaknya dan langsung memeluknya begitu juga dengan Harley yang membalas pelukan adiknya dengan erat.


"Kau sekarang sudah dewasa dan cantik."ucapnya setelah mengurai pelukannya.Krystal pun tersenyum manis mendengar pujian kakaknya sembari menatap wajah tampan Harley walau Ia sendiri tidak dapat melihatnya dengan jelas.Harley tersenyum dan tak terasa air matanya menetes.Ia kemudian kembali memeluk dengan erat adik perempuan satu-satunya.dalam hati Ia masih bertanya-tanya apakah suatu saat ada pria yang ingin menikah dengan adiknya walau pria itu miskin Ia pasti akan menerimanya tapi pasti itu mustahil karena orang lain akan menganggap adiknya sebagai beban.

__ADS_1


"Kakak"lirih Krystal dalam dekapan kakaknya."besok aku akan ke danau bersama Hily lagi."tambahnya lagi namun Harley sama sekali tidak menjawab dan justru mengeratkan pelukannya.lama keduanya berpelukan dalam diam hingga Harley melepas pelukannya dan menggendong adiknya menuju tempat tidur.Ia membaringkan tubuh ramping adiknya dan menyelimutinya kemudian mengecup keningnya."tidurlah karena kau bilang akan pergi ke danau bersama Hily"ucap Harley dan segera berjalan menutup jendela kemudian berlalu meninggalkan kamar adiknya.


****


Pagi hari mansion Murray sudah di datangi oleh seseorang,siapa lagi kalau bukan Hily.Ia berjalan menuju kamar sahabatnya Krystal karena sahabatnya itu menghubungi dirinya untuk ditemani ke danau diwaktu pagi.

__ADS_1


"bagaimana Harley akan jatuh cinta padamu jika penampilanmu seperti ini."celetuk Harvey dengan suara agak keras.bukan tanpa apa,tapi mereka berempat adalah sahabat sejak kecil dan Harvey sangat tahu bagaimana Hily yang sangat mengagumi Harley hingga kekaguman itu berubah menjadi rasa suka dan ingin memiliki.namun karena Harley yang sudah menyukai Aana membuat Hily mundur dan tidak ingin bersifat egois.Hily yang mendengarnya pun seketika matanya membulat sempurnah dan segera membumkam mulut Harvey namun Harvey yang tidak terima di perlakukan seperti itu memberontak.


"sedang apa kalian"suara berat seseorang menghentikan keduanya."Harley"ucap Harvey dan Hily bersamaan hingga membuat Harley menautkan kedua alisnya karena heran melihat tingkah dua manusia di hadapannya."Ya..kenapa kalian terkejut seperti itu"nyinyir Harley menatap intens keduanya.


"dan kau,kenapa pagi-pagi sudah bertamu."ucapnya lagi pada Hily yang seperti orang gelagapan"dan lihat pakaian mu ini.semakin hari semakin menjadi."tambahnya lagi dengan memandang tidak suka pada Hily.namun Hily sama sekali tidak peduli dan segera ke kamar Krystal.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2