Mariage Contract

Mariage Contract
Part.37


__ADS_3

Ben yang kini berendam di dalam bathtub dengan air hangat sambil memejamkan matanya,mengingat semua kejadian dimana istrinya memberikan kejutan dan mengatakan bahwa sudah mencintainya.Ia tertawa kecil seperti orang bodoh.Ia berfikir dirinya sangat bodoh karena mempercayai istrinya yang berkata bohong waktu itu.


setelah tiga puluh menit menghabiskan waktu nya dengan berendam dan pikiran yang saling berperang kini Ia sudah keluar dari kamar mandi.Ia melihat kamarnya yang tampak sunyi senyap dan tidak melihat istrinya di tempat tidur membuatnya tidak peduli sama sekali.Ia kemudian ingin beralih ke walk in closet yang berada dekat dengan meja rias istrinya.namun langkahnya terhenti saat tidak sengaja melihat cermin rias istrinya sekilas.


Deg.


Ben menoleh pada sofa yang berada di sudut kamarnya.dengan langkah cepat Ia berdiri tepat di depan sofa dengan mata membulat sempurna dan jantung yang berpacu dengan cepat.Ia melihat istrinya terkulai dengan lemah dan yang lebih parahnya darah mengalir di pergelangan tangannya dengan segera Ia menggendong tubuh lemah istrinya dan membawa istrinya ke kerumah sakit tanpa memperdulikan penampilannya yang hanya memakai bathrobe.


"Adit,Dani."teriak Ben menyerukan kedua nama asistennya dan dengan secepat kilat asisten Ayu dan asisten Ben kini berdiri di depan tuannya.

__ADS_1


"Dani kerumah sakit dan kau Adit ikutlah."ucap Ben dengan panik.adit yang mengerti situasi kini membuka kan pintu mobil untuk majikannya sedangkan Dani sudah siap untuk mengemudi.


****


sekitar dua puluh lima menit Ben sudah tiba di rumah sakit dan istrinya kini sudah di tangani oleh dokter.sepanjang pemeriksaan pada istrinya Ben masih di selimuti oleh kekhawatiran.apalagi mengingat bahwa istrinya hamil.


tak lama dokter cantik yang menangani istrinya kini sudah keluar dari ruangan pemeriksaan.


"jangan membahas yang lain jika tidak ingin rumah sakit mu ini hangus terbakar nona angel."ucap Ben dengan dingin.

__ADS_1


Hahahahah....


gelak tawa dari sang dokter cantik memenuhi sisi koridor hingga membuat suster yang lewat di sisi mereka reflek menatap dua sahabat itu.


"jika kau mencintai istrimu kenapa kau membuatnya tertekan.lihatlah dia di dalam sana.sangat lemah dan kau tau kan dia itu mengandung bayi kembar yang membuat nya lemah dan sekarang lihat kau itu seperti orang bodoh.istrimu hampir saja kritis untung saja pisau yang Ia gunakan tidak sampai mengenai urat nadinya."ucap dokter cantik itu dengan serius dan seperti memarahi pria di hadapannya yang nota bene nya adalah sahabatnya."temui saja dia."ucapnya lagi lalu pergi.


Ben kini masuk di ruang perawatan istrinya dan melihat wanitanya sedang terbaring lemah dengan balutan perban di pergelangan tangannya.


kini Ia duduk di samping istrinya dan menggenggam tangan lemah wanitanya.Ia menatap wajah istrinya yang pucat dan tak lama istrinya pun tersadar dan langsung menatapnya dirinya.

__ADS_1


"bukti bahwa aku mencintaimu.dan tidak terima dengan pernyataan yg kau berikan.aku tidak akan meninggalkan mu."ucap ayu tiba-tiba dan dengan suara yang lirih."kau salah paham.aku tidak mencintai Rio tapi hanya masih merasa sakit."ucapnya lagi.


Bersambung....


__ADS_2