
Aldi kini melangkah keluar dari ruangan tuan Harley setelah presdirnya itu menyuruh dirinya keluar.
" kau jangan lupa tutup pintunya" ucap Harley dengan setengah berteriak. Aldi yang mendengarnya terus melangkah dan tepat saat Ia memegang knop pintu dengan sengaja Ia menutup pintu itu dengan keras hingga membuat Harley terkejut.
Baji-ngan.
Teriak Harley namun tidak diperdulikan oleh Aldi. Sementara itu, Aldi yang berada diluar ruangan kini tampak kesal. Bagaimana tidak, sejak pulang dari kantor kemarin Ia tidak pernah beristirahat hanya untuk menggali informasi detail tentang Allen. Namun Ia kecewa karena tadi baru membacakan dua paragraf tentang informasi itu, Ia malah disuruh berhenti dan keluar dari ruangan.
Dengan hati yang masih kesal Ia merogo sakunya dan mengambil ponselnya. Ia menghubungi seseorang untuk melaporkan sesuatu.
" Uncle, sejauh ini semuanya masih baik-baik saja." ucapnya pada seseorang diseberang telfon yang di panggilnya paman, Ia adalah Ben.
" bagus. sekarang kau punya tugas lagi, pergilah ke PT .S. Official." jawab Ben diseberang sana lalu memutuskan panggilannya. Aldi yang mendapat tugas baru segera kembali masuk di ruangan presdir untuk meminta izin dengan alasan lain.
****
__ADS_1
Mansion Murray.
" kau sudah sangat cantik." ucap Hily pada Krystal saat sahabatnya keluar dari dalam walk in closet. Ia dan Krystal akan ke danau lagi dan seperti biasa akan bertemu dengan Kyle karena hanya di tempat itulah Krystal dan Kyle bisa bertemu dan berbicara walau hanya sesaat.
Kedua wanita cantik itu keluar dari mansion dengan gaya casual yang berbeda, yang satunya tampak anggun juga feminim sementara yang satunya lagi tampak tomboy seperti preman.
" Hily, apakah yang kau katakan kemarin tentang Aana benar?" tanya Krystal saat mereka sudah berada didalam mobil yang sudah melaju dengan kecepatan sedang.
"iya, " jawab Hily dengan singkat dan tetap fokus pada kemudinya.
" apakah itu alasannya kau terus ke club untuk minum" tanya Krystal lagi.
" kau akan menjadi CEO di perusahaan uncle Jeremy?" tanya Krystal merasa terkejut karena sahabatnya itu baru mengatakannya.
" apa uncle Jeremy baik-baik saja" tanya Krystal lagi.
__ADS_1
" Iya, Ayahku terus saja memikirkan Ibu, jadi dia akan menetap di negara kelahiran Ibuku." jawab Hily dengan meneteskan air matanya mengingat bagaimana nasibnya yang kekurangan kasih sayang kedua orang tua.
Krystal merasakan kesedihan sahabatnya kini memilih diam sembari menikmati perjalanan mereka hingga tak terasa keduanya sudah sampai di danau.
" tunggulah disini, aku bisa sendiri." ucap Krystal segera keluar dari mobil dan berjalan ke danau menggunakan bantuan white cane miliknya.
Ia duduk di bangku yang menghadap langsung ke danau sembari menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya dan meniup-niup rambut panjangnya yang tergerai indah.
Sudah lima menit dirinya duduk di bangku itu, namun Kyle belum datang. Ia pun tak bergeming dari tempatnya dan terus menunggu pria yang sudah membuatnya jatuh cinta hingga merasa aman dan nyaman saat bersamanya.
" Krystal, kau yakin dia akan datang?" tanya Hily yang tiba-tiba datang. Ia menghampiri sahabatnya karena merasa sudah sangat lama menunggu dimobil.
" sudah dua puluh lima menit Krystal" tambahnya namun wanita yang menyerupai barbie itu hanya diam hingga membuat Hily berlalu menuju mobilnya lagi.
▪︎
__ADS_1
▪︎
Bersambung....