Mariage Contract

Mariage Contract
Hanya pernikahan kontrak.


__ADS_3

Ben membaca dengan seksama hingga membuat wajahnya memerah dan seketika itu juga Ia menatap tajam pada Ayu.


" Apa maksudmu membuat ini?" tanya Ben dengan wajah memerah menahan kesal.


" Tuan Ben Murray, aku tidak bermaksud apa-apa. Tapi harusnya kau senang aku membuat surat kontraknyakan. Apalagi isi point nya juga lebih banyak menguntungkan dirimu." jawab Ayu dengan santai sambil melipat kedua tangan di depan dada.


Isi point pernikahan kontrak


1.kedua pihak akan berpisah jika pihak lelaki berhasil membuat pihak wanita hamil.


2.pihak wanita tidak akan menuntut apa-apa setelah berpisah.


3.kedua pihak bebas untuk melakukan kontak fisik/hubungan suami istri dan pihak lelaki tidak boleh memakai pengaman.


4.pihak wanita tidak akan mencampuri urusan pribadi pihak lelaki.


****

__ADS_1


Ben yang sudah tersulut emosi segera menandatangi surat perjanjian itu. Ia ingin segera pulang ke hotel untuk meredam emosinya yang semakin memuncak kala melihat bagaimana sikap Ayu yang begitu tenang.


Flashback Off


Ben yang sudah sampai di hotel dan sudah berada di dalam kamarnya sedang bersandar pada sofa yang berada di depan jendela kaca besar dengan mata tertutup Ia mencoba menurunkan emosi yang sejak tadi tak kunjung reda.


Ia hanya berfikir bagaimana mungkin dirinya yang seorang pria tampan menawan juga mapan serta memiliki segalanya hingga membuat banyak wanita mengejar, kini justru malah di tolak mentah oleh seorang gadis yang tidak ada apa - apanya, apalagi saat mengingat kalimat terakhir yang Ayu luncurkan dari bibir mungilnya


" Aku tidak akan mungkin dan tidak akan mau hidup bersamamu selamanya, aku hanya mencintai matamu bukan dirimu, aku berharap bisa segera hamil sebelum 3 bulan agar kita bisa berpisah secepatnya" ucap Ayu yang masih terngiang-ngiang di telinga Ben.


Ben seketika membuka matanya dan mengepalkan tangan. Ia sudah mendapatkan ide yang bagus untuk membalas Ayu, kini Ia menyeringai tipis.


Setelah melakukan panggilan, Ia melempar asal ponselnya di atas tempat tidur dan tersenyum licik.


Tepat saat Ia akan melangkah ke walk in closet untuk mengganti pakaian dan pergi gym tiba-tiba bunyi bel menghentikan langkahnya. Ia segera berjalan kearah pintu dengan seringai licik di wajah tampannya.


Setelah membuka pintu kamar, tampak Ayu sedang berdiri di hadapannya dengan menenteng tas yang berukuran sedang.

__ADS_1


" Apa itu pakaianmu?" tanya Ben dengan santai.


" Iya." jawab Ayu tak kalah santai dan cuek pada pria di hadapannya yang sudah berstatus suami nya.


" Mengapa kau hanya membawa sedikit pakaian?" tanya Ben lagi.


" Why? bukan kah kita akan bersama kurang lebih 3 bulan? Oh iya aku yakin secepatnya bisa hamil." jawab Ayu dengan wajah datarnya.


Ben yang mendengar ucapan Ayu lagi-lagi tersulut emosi. Dengan hati yang kembali memanas Ia melangkah masuk dan meninggalkan Ayu yang masih berdiri di depan pintu. Ayu pun mengikuti langkah kaki Ben.


" Nanti malam kita akan kembali ke Amerika." ucap Ben tiba-tiba hingga membuat Ayu yang ingin meletakkan tasnya di atas sofa tiba-tiba berbalik menatap Ben yang berjalan menuju walk in closet dengan wajah terkejut.


" Kenapa sangat tiba-tiba? lalu bagaimana dengan pekerjaan dan Ibu serta adikku.?" tanya Ayu yang masih dalam mode terkejut.


▪︎


▪︎

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2