
Waktu berlalu dan kini malam sudah tiba. Ben yang sudah bersiap-siap untuk menyambut gadis bernama Ayu itu sangat senang. Ia sangat senang dan perasaan nya adalah perasaan yang tidak biasa. Ia berdiri tepat di depan cermin besar di kamarnya, melihat tubuh dan wajah nya yang menurut dirinya sudah cukup untuk membuat gadis seperti Ayu tertarik dan mau berhubungan dengannya seperti wanita yang lainnya. Ia terus memandang hingga bunyi bel mengalihkan pandangannya pada pintu kamar. Dengan segera Ia membuka pintu kamar dan menyunggingkan senyumnya saat melihat Ayu di hadapannya.
" Masuklah." ucap Ben tersenyum tipis dengan pikiran nakalnya.
Ayu pun masuk dengan santai dan cuek. Ia tidak menaruh curiga pada si pemilik kamar karena menurutnya Ia hanya tukang laundry yang datang mengambil pakaian kotor lalu pulang.
Namun saat dirinya selesai mengemas pakaian kotor yang berserakan di atas tempat tidur si pemilik kamar, Ia pun hendak keluar, tapi tiba-tiba saat berbalik dirinya menabrak dada bidang Ben hingga membuatnya terduduk di tepi ranjang. Ben tersenyum tipis menatap gadis di hadapannya. Sedangkan Ayu meringis kesakitan sambil memegang kening nya.
" Maaf Tuan, saya benar-benar tidak sengaja" ucap Ayu dengan tertunduk. Ia tidak ingin melihat mata Ben.
" No problem." jawab Ben dengan senyumnya.
Ia mendekat kearah Ayu dan membuat tangannya bertumpu di tempat tidur, tepat di sisi kanan dan kiri Ayu hingga membuat wajah Ben sangat dekat dengan Ayu. Spontan Ayu menatap Ben dan pandangan mereka berdua bertemu.
__ADS_1
Ayu kembali merasakan getaran di hatinya dan Ben yang melihat mata hitam pekat Ayu terdiam seribu bahasa. Ia semakin mendekat lalu perlahan mengecup bibir mungil Ayu. Ayu yang masih fokus menatap mata hijau Ben langsung terkejut dengan tindakan pria di hadapannya.
Ciuman itu semakin menuntut, namun Ayu yang belum pernah merasakannya hanya terdiam, masih dengan mata yang membulat sempurna. Ben menggigit bibir Ayu hingga mendapatkan celah dan memasuki rongga mulut gadis cantik itu, namun Ayu langsung tersadar saat merasakan Ben yang menjelajahi mulutnya dengan lidah. Ayu refleks mendorong dada bidang Ben hingga membuat pria itu menjauh beberapa senti.
" Anda sudah melampaui batas Tuan. Anda tidak sopan." hardik Ayu dengan tatapan tajamnya. Namun Ben hanya tersenyum tipis lalu memperbaiki posisinya. Ia berdiri di hadapan Ayu seraya menatap intens gadis di hadapannya.
" Tidak perlu munafik nona, aku tahu betul gadis sepertimu. Bukan kah kau tertarik padaku?" seru Ben dengan percaya diri.
" Biar ku beri tahu.. dari sekian banyak yang anda miliki aku hanya tertarik dengan mata anda." lanjut Ayu dan berlalu pergi.
"Jika kau menyukai mataku kenapa kita tidak menikah dan kau punya bayi dengan mata persis seperti ku." ucap Ben tiba - tiba hingga membuat langkah Ayu terhenti.
Ayu berbalik dan tersenyum sinis.
__ADS_1
" Baiklah. Kapan acara pernikahan kita, besok atau lusa?" balas Ayu dengan tatapan tajamnya. Ia ingin memukul mental pria di hadapannya itu. Ia hanya ingin membuat pria tampan itu merasa ilfeel padanya karena mau menerima tawaran menikah dengan pria yang baru di kenal.
Ben yang mendengar ucapan Ayu seketika terkejut. Ia tidak menyangka bahwa Ayu yang terlihat seperti gadis baik-baik ternyata mau saja menerima tawaran yang awalnya hanya lelucon untuk mengelabui Ayu.
" Kenapa anda diam Tuan Ben Murray.?" lanjut Ayu dengan senyum tipisnya. Ia berfikir bahwa dirinya sudah berhasil memukul mental pria di hadapannya dan membuatnya ilfeel. Ia pun berbalik dan melanjutkan langkah nya.
" Besok kita menikah di desamu." lanjut Ben yang membuat Ayu lagi-lagi menghentikan langkahnya tanpa berbalik.
Ayu mematung ditempat. Ia tidak menyangka jika leluconnya yang menerima tawaran Ben ternyata di sanggupi oleh Ben sendiri hingga membuatnya tercenung di tempat dalam keadaan diam dengan bibir terkatup rapat.
" Tidak perlu berpakaian mewah dan menggelar acara mewah, kita bisa menikah besok." lanjut Ben lalu meninggalkan Ayu yang masih mematung di tempat. Ben kemudian masuk ke dalam bathroom karena ingin berendam untuk menenangkan pikirannya.
Bersambung....
__ADS_1