
Harley kini sudah berada di dalam mobilnya.Ia melajukan mobilnya meninggalkan toko bunga milik Aana.sepanjang perjalanan tak hentinya Ia menelfon Hily namun tak pernah di jawab.lama Ia berfikir sembari tetap fokus pada kemudinya hingga Ia mengingat satu tempat yang mungkin saja di datangi oleh Hily,walau dirinya sendiri tidak suka tempat itu.
Setelah menempuh perjalanan lima belas menit akhirnya Harley kini berada di club.Ia masuk kedalam dan menjumpai beberapa pria dan wanita sedang mabuk berat.pandangannya kini berfokus pada arah meja di mana Ia bisa melihat jelas seseorang yang sejak tadi di carinya.
"astaga,wanita ini."ucap Harley saat berada di dekat Hily yang sedang mabuk.Hily menoleh pada sosok pria tampan yaitu sahabatnya.Ia tersenyum manis sembari menatap lekat wajah tampan sahabatnya hingga membuat Harley salah tingkah." kau "ucapnya dan kemudian tertawa.Harley pun menghela nafasnya dan segera membawa gadis cantiknya keluar dari club itu.Ia memapah tubuh mungil Hily yang mabuk berat sedangkan Hily tak hentinya meracau dan mengoceh tidak karuan.
__ADS_1
Harley kini memasangkan sabuk pengaman pada Hily saat sudah berada di dalam mobil dan seketika Ia melihat air mata gadis cantik yang menjadi sahabatnya itu selama lima belas tahun,mengalir membasahi pipinya.Hily mabuk berat hingga tertidur namun Harley dapat melihat dengan jelas air mata itu yang tidak berhenti mengalir.
"Hei bangunlah.kau jangan menangis seperti ini"ucap Harley dengan mengguncang pelan bahu Hily.namun Hily sama sekali tidak membuka matanya."Ley,kau mau tidak mengetahui rahasiaku"ngigau Hily dalam tidurnya tapi air matanya tidak berhenti mengalir.
Harley yang tidak mengerti maksud dari Hily segera melajukan mobilnya meninggalkan club dan menuju rumah Hily.sepanjang perjalanan Ia hanya terdiam dan sesekali menoleh kesampingnya untuk melihat Hily yang tertidur namun terkadang meneteskan air mata.Ia berfikir sebenarnya apa yang membuat sahabatnya itu sangat sakit hati hingga dalam tidurnya pun air mata itu tak hentinya mengalir.
__ADS_1
Tepat pukul sepuluh malam Harley tiba di mansion dengan tampilan acak-acakan.kemeja nya yang kusut dan dasinya yang tidak terpasang lagi serta bau alkohol ditubuhnya.bagaimana tidak,Ia terpaksa menggendong Hily masuk ke dalam rumah karena sahabatnya itu sudah tidak sadarkan diri.
"Hei presdir baru"sapa Harvey yang baru saja keluar dari kamarnya.Ia mendapati adiknya yang tengah berjalan menuju kamar."wah,ternyata kau abis merayakan jabatan barumu"celetuk Harvey lagi.namun Harley sama sekali tidak meladeninya karena lelah Ia pun segera masuk kamarnya.
Pagi hari yang cerah kali ini Harvey bersiap lebih cepat ke kantor.sedangkan Harley masih menikmati sarapannya begitu juga Ben,Ayu serta putri bungsunya Krystal.Ben tidak lagi berkantor karena sejak Harley di tetapkan sebagai presdir baru Ia sudah menyerahkan semua tanggung jawab itu pada putra keduanya.selanjutnya Ia akan menikmati masa tua nya bersama sang istri di mansion
__ADS_1
Harley yang menikmati sarapannya seketika tertawa kecil saat mengingat sesuatu."ada apa Harley?"tanya Ayu yang melihat putranya tersenyum-senyum."tidak mom,aku hanya berfikir...bagaimana jika ternyata Harvey malah berjodoh dengan anak kecil."ucap Harley kemudian tertawa.Ia bisa membayangkan bagaimana kakaknya yang tergila-gila pada wanita tua ternyata malah berjodoh dengan anak kecil.
Bersambung....