
Ben berdiri dari duduknya dan bersiap untuk ke kantor nya, namun saat beberapa langkah dari meja makan Ia membalikkan badannya dan berbicara pada Ayu.
" Mulai sekarang tugasmu hanya perlu mengurus ku, menyediakan semua keperluan ku dan termasuk dalam bersih-bersih seluruh ruangan dan memasak sesuai jam makan." titah Ben dengan aura dingin dan wajah datarnya kemudian berlalu meninggalkan Ayu yang masih terduduk di meja makan.
****
Perusahaan Self Esteem Brands
__ADS_1
Ben yang sudah tiba di kantornya dan sedang berada di ruangannya berusaha untuk konsentrasi pada layar laptop nya, namun justru semakin membuatnya tidak konsen. Ia terus mengingat sang istri yang berpakaian seksi dengan rambut panjang nya tergerai dan wajahnya yang natural. Memikirkannya saja serasa membuat dirinya gila. Bagaimanapun dalam kamus Ben Ia akan menyentuh setiap wanita yang sudah memiliki hubungan dengannya, apalagi jika itu adalah istrinya.
Ben akhirnya menutup laptopnya dan menghela nafas. Ia akhirnya menghubungi Tony dan meminta untuk menghandel perusahaan dulu karena Ia akan pergi bertemu dengan salah satu wanitanya. Ia akan menuntaskan hasratnya pada wanita nya seperti biasa. Ya, Ben masih berhubungan dengan beberapa wanita karena menurutnya itu adalah hal yang tidak di larang dalam point pernikahan kontraknya. Antara senang dan tidak, itulah yang di rasakan Ben.
Ia senang karena semua point persyaratan itu sama sekali tidak merugikan dirinya. Bahkan justru banyak menguntungkannya karena Ia tidak akan mengeluarkan harta gono - gini saat mereka berpisah dan yang pasti Ben juga dengan puas nya bisa melakukan hubungan **** dengan istrinya, namun Ia merasa ada yang janggal karena Ia merasa bahwa tidak di perdulikan oleh Ayu. Hal itulah yang membuat hatinya memanas saat kembali teringat.
****
__ADS_1
Ayu yang merasa jenuh seharian di kamar dan hanya bolak - balik keruang tamu merasa sangat bosan. Ia merasa tidak bebas karena hanya berkeliling di dalam apartemen hingga tak terasa waktu menunjukkan pukul 10 malam. Ia sudah mengantuk, namun Ben yang notabene adalah suaminya tak kunjung pulang. Dirinya pun memutuskan tidur dari pada menunggu sang suami pulang. Ia sama sekali tidak peduli pada Ben, bahkan jikalau Ben tidak pulang beberapa hari dia tidak akan pusing karena Ia tidak ingin peduli hingga membuat perasaannya terjebak nanti.
Tepat pukul dua belas malam Ben pulang dalam keadaan kacau. Pria tampan itu berjalan sempoyongan menuju kamarnya. Ia sangat frustasi karena tidak dapat menuntaskan hasratnya pada wanitanya karena saat Ia ingin melakukannya maka wajah dan tubuh Ayu terbayang dalam ingatannya. Dirinya terpaksa menghabiskan waktu di club untuk minum hingga membuatnya mabuk berat, namun dalam keadaannya yang mabuk Ia masih dapat berfikiran normal.
Saat tiba di kamar, Ia tertegun dan mematung di tempatnya. Bagaimana tidak, istrinya itu mengenakan lingeria berwarna hitam tembus pandang hingga membuat putingnya terlihat jelas di bawah sinar lampu yang terang dan perut rata yang terlihat mulus. Lingeria yang istrinya pakai sangat cocok dengan warna kulit yang putih bersih. Ayu yang tidur lelap dengan posisi terlentang seperti sedang menantang Ben yang sudah setengah sadar. Ben menelan salivanya dengan susah hingga membuat adik kecilnya bangun.
" Sangat seksi." gumam Ben dengan suara kecil lalu berjalan mendekat ke arah tempat tidur.
__ADS_1
Bersambung....