MAS DERRIS

MAS DERRIS
10. JADILAH AKU,


__ADS_3

Brug, tas berisi barang Lucas dibuang oleh Derris. Lucas yang enggan diusir dari rumah asik Derris, harus tersungkur ke tanah. Karena adu dorong, antara mau ngusir dengan orang melawan untuk ogah diusir dari rumah Derris.


“Ris, kita kan berteman udah lama” terjungkal diatas tanah.


“Teman juga gak setega kamu, main gadain aja sama tante-tante girang.”


“Tunggu dulu, dengerin penjelasanku. Jangan asal main lempar barang beserta ‘aku’nya kan.” Lucas bangkit berdiri mendekati Derris yang menautkan tangannya didada. “Gini ya Derr, aku jelasin dulu, caranya kamu pura-pura aja jadi homo. Nah si tante itu, bakalan mati rasa dan jijik sama kamu.”


“Yakin nih?” Lucas membuat inisial huruf V sebagai simbol janji.


.


.


.


Hari transaksi sudah ditentukan, mereka akan bertemu saat jam makan siang. Lucas mendandani norak Derris jadi lebih kemayu dan gemulai. Menjijikan iya, asal selamat dari terkaman sang tante girang itu. Si tante yang sudah menor menyambut Lucas.


“Lucas,” sambut tante dengan cipika-cipiki. Saat tiba giliran cipika-cipiki dengan Derris, si tante mendadak mandeg.

__ADS_1


“Kenapa tante? “ si tante itu mengabsen Derris yang sudah berubah bentuk. Lebih kemayu dan norak.


“Tante suruh bawa temen kamu yang machi, bukan yang bertulang lunak!”


“Ya emang ini teman Lucas waktu main kerumah tante. Tuh kan masih sama, gak ada yang beda” memperlihatkan Derris lebih dekat dengan Tante.


“Iihh ogah-ogah, ngapain tante jalan ama modelan taman lawang bayaran cebanan hhhiiiii, “ si Tante jijik dengan menjauhkan dirinya dari Derris.


“Tante jahara sama akika, waktu di rumah Tante gedongin akika, eh sekarang jadi oki jelly ciiiiiihh. Malaysia mabur Surabaya, males kabur saja saya cuussss. Bye neekkkk” gaya memutar badan nan kemayu Derris. Bak baling-baling bambu yang berputar-putar.


“LUCASSSS”Suara histeris si Tante itu menggelegar di restoran yang sedang ramai tamu.


“I-iya Tante,” berjongkok-jongkok merayap mendekati. Telinganya ditutup karena pengar.


“Asiap Tante, “ Lucas, menyerahkan kotak perhiasan yang dijanjikan itu. Lalu kabur secepatnya menyusul Derris.


.


.

__ADS_1


.


“Huh sial-sial kena apes beneran kalau urusan begini, buruan tancap gas Derr. Sebelum si Tante itu menyadari, kalau berlian itu Cuma replika.”


Pidal gas di injak Derris dengan cepat. Mereka tertawa bersama karena berhasil mengerjai tante yang nakal. Derris merasa mendapat kesenangan lain dari mengerjai orang.


“Hahaha parah banget, ngasih berlian replika.”


“Ya kalau asli bisa nyuri punya mamahku, tau sendirikan. “


“Iyaya bener banget, idemu memang luar biasa hebat. Bahkan dia sampai jijik dengan aktingku yang menjiwai jadi bencong hahaha.”


“Bukannya kamu emang gak normal Derr, umur segini masih jomblo.”


Ciiiiiiiiitttt, mobil dihentikan dengn mendadak. Lucas melihat wajah Derris yang memerah. Sepertinya Lucas sudah membuat Derris tersinggung. Lucas mudur semakin mundur hingga Mentok dipojakan.


“Derrr, kamu mau apain aku. Maaf tadi aku Cuma bercanda aja kok, suer.” Nyalinya Lucas menciut saat wajah Derris semakin dekat bahkan hampir menempel.


“GUE SUKA AMA LO, KISS ME. EEEEEMMMMMUUUAAAA,” Derris hendak mencium Lucas yang ketakutan terpojok di dalam mobil.

__ADS_1


“TIDAKKk,” berontak Lucas agar Derris menjauh.


Ternyata Derris? Oh tidak. Tunggu kisah serunya lagi ya. Sampai jumpa da da.


__ADS_2