MAS DERRIS

MAS DERRIS
CERITA


__ADS_3

--- BANDARA,


Dari dalam mobil angkutan hasil jarahan Calistha. San sopir yang mengemudi ugal-ugalan terus memecah kemacetan. Jalan Raya yang macet, tak mengurangi akal bulusnya. Lewati jalan tikus dan jalan curut ia tempuh. Kelihaian sopir angkot yang sudah mahir Malang melintang dalam dunia jalanan sudah seperti pembalap profesional.


“Hueeeeekkkkk,” Calistha K.O.


“Tadi mintanya ngebut, sekarang sudah sampai malah mabuk mbak mbakkkk__” ejek sopir angkot.


“Mbaknya tahu enggak lewat mana Masnya pergi?” tanya Gustavo.


“Aku mana paham, ke Bandara saja baru perdana Bos. Mana Bandara banyak orang lalu lalang, yang mana nih Mas Derrisnya.”


Menolah sampai berputar tubuhnya mencari-cari keberadaan Derris Hadijaya.


“Kalau tidak salah Masnya bilang ke Eropa gitu, yuk kita cari sama-sama.”


“Lah si Calistha?” melirik.


“Sudah biarkan saja, enggak ada yang akan berani mendekat. Nanti kalau isi perutnya kosong juga berhenti. Yuk ah kita cari Masnya.”


Dengan harapan dan sedikit informasi yang ia terima. Sri ayu dan Gustavo mencari informasi dibagian pelayanan Bandara. Dirinya mencoba menelepon Derris berulang kali. Hingga akhirnya tersambung, dan mereka saling bertukar informasi posisi. Dibantu Gustavo mencari keberadaan Derris.


“Haduh teler akunya, kapok aku naik angkutan setan ngebut!”


Brakkk, menggebrak badan mobil angkutan hinnga copot kaca spionnya. Namanya juga tenaga laki ya, mau dibungkus tengtop dan rok mini ya tetap kuat.


“Hei Ses jangan asal gebrak lah, bukan soto kok.” Ucap Sopir.


“Habis ngebutnya enggak pake kira-kira, ini manusia Pak bukan sayuran. Mana bedak cemong akibat muntah.”


Ditengah-tengah percekcokan Calistha dan Sopir angkot. Terdengar suara sirine Poltas. Takut dirinya terlibat masalah, Calistha bersikap tegap dan sok tidak kenal. Lalu mengecoh Sopir angkot.


“Eh mampos ada penyanyi dangdut.” Tunjuk Calistha.


“Mana? Mana biduannya? Artis dangdut siapa?” terkecoh dan clingak-clinguk.

__ADS_1


Setelah menyadari dirinya ditipu oleh Calistha, sopi angkot ditepuk bahunya oleh Poltas yang membawa motor patroli.


“Apakah mobil angkot ini milik Bapak?”


“I-iya Pak,” gemetaran.


“Bapak melanggar lampu merah, melewati garis marka dan mengebut diatas kecepatan yang disarankan. Oleh karena itu Bapak saya Tilang.”


“Diancok Calistha, belum bayar ongkos main kaburrrrr.” Wajah melas sopir angkutan memelas kena Tilang.


Dari balik tiang Calistha mengintip “ Pffftttt amal Pak amal, kadang manusia perlu ngamal. Hehehehe.” Beberapa uang lembaran yang sedianya untuk bayar dia genggam ditangan seperti kipas.


Sementara itu Sri Ayu berhasil bertemu dengan Derris di pintu pemeriksaan.


“Mas Derris!” teriak Sri Ayu.


“Ayu?” menoleh.


Hanya melambaikan tangannya lalu masuk ke ruang tunggu penumpang.


“Mungkin Masnya enggak mau Mbaknya nangis melepas kepergian Masnya.”


Seseorang yang berdiri terpaku menatap dari kejauhan mengawasi Derris. Perempuan itu memakai syal bulu dan kacamata hitam.


“Ayo pergi, Derris sudah pergi. Dan cari tahu siapa gadis itu.”


“Baik, akan saya laksanakan.” Jawab pengawal berbusana serba hitam.


Wanita itu berjalan meninggalkan Bandara dengan diiringi pengawal bertubuh tegap. Didalam kamar mandi Sri Ayu membasuh wajahnya yang sembab sebab menahan sesak dan airmata.


“Ayu?” tegur seseorang.


“Mbak Berlian ya.” Balas Sri Ayu.


“Iya Yu, lama enggak ketemu. Ketemunya kok di toilet gini yah.”

__ADS_1


Ada seorang tante-tante judes yang menyela percakapan mereka.” Ehem, kalau mau temu kangen di Kafe apa Restoran kek. Kagak elit banget sih pemuda jaman sekarang. Toilet itu tempat berhajat, bukan tukar suara! “ celetukan tante-tante memang tiada tandingannya kalau dalam hal nyinyir-menyinyir.


“Bosnya, Mbaknya dimana?” Tegur Calistha.


“Ada di toilet tuh, katanya mau ketemu air.” Jawab Gustavo polos.


“Weh air ditemui? Lah jodoh bisa enggak?” sahut Calistha.


“Jodoh tinggal nikung pacar temen sendiri saja kok repot.”


“Acie cie disadur dari pengalaman pribadi Gustavo Alejandro. Jangan nikung ah Bos, kurang greget atuh. Langsung aja sabotase hubungan mereka, biar bosnya jadi Impostor.”


“Seorang Impostor juga perlu kambing hitam agar dosanya bisa dialihkan; Tuh Mbaknya keluar, eh tapi siapanya tuh kok mirip gadis impianku hehehe.” Celetuk Gustavo.


“Bosnya jangan jadi Shinchan versi kearifan lokal deh. Badah masih boncel gegayaan naksir cewek, mana bilang gadis impian pula. Tidurnya Bos masih ngiler atas bawah, sadar Bos sadar woi.”


Setelah berkenalan dengan Berlian teman kenalannya ketika ujian. Sri Ayu diajak naik mobil pribadi Berlian disertai sopir pribadi juga. Namanya naik mobil mahal, tentunya Calistha tidak mabuk perjalanan. Didalam mobil ini mereka dimanjakan dengan isi fasilitas mobil Berlian. Mau nonton apapun bisa, aneka minuman ada dan tempatnya yang nyaman pula.


“Kalau boleh tahu, kamu sedang apa di Bandara Yu?”


“Menemui sesorang yang tak ingin ditemui.” Jawab lesu Sri Ayu.


“Lah kok gitu, apa dia pacarmu? Oh maaf orang spesial gitu?” Berlian penasaran.


“Lebih tepatnya dia orang pertama yang membuatku bersemangat.” Kenang Sri Ayu saat bicara dengan Berlian.


“Oh berarti kalian belum jadian ya?” tebak Berlian.


“Apa itu jadian?” pernyataan polos jomblo sedari bayi.


“Dua orang manusia yang saling mengutarakan isi hatinya satu sama lain. Lalu mereka berkomitmen untuk memberikan yang terbaik dari dirinya masing-masing. Biasanya sih ada tanggal khusus supaya lebih enak diberi peringatan.” Tutur Berlian.


“Owh, tapi dia sering menemuiku dan menghabiskan waktunya denganku. Bahkan perlakuan baiknya juga melebihi teman biasa. Seperti diajak jalan keluar kota, datang ditempat tinggalku dan dia pernah cemburu ketika ada pria lain mencoba menarik hatiku. Apakah itu tidak termasuk dari sikap pria yang menaruh hari?” ujar Sri Ayu yakin.


“Entahlah, semoga hubungan kalian berjalan baik kedepannya.” Balas Berlian.

__ADS_1


Begitulah curahan hati Sri Ayu yang berapi-api. Dimeja makan sebuah Kafe kawasan Bandara Soetta ini. Berjam-jam sudah Gustavo dan Calistha menunggu kapan kelarnya reuni mini ini usai. Hingga kantuk menggelayut dan menyergap mata mereka menjadi gelap. Lalu tidur saling bersenderan kepala.


__ADS_2