
Setelah hari pertemuan yang syahdu itu. Setiap hari menjelang tidur Sri Ayu senyam-senyum. Pasalnya Derris akan menjemputnya lagi saat akhir pekan nanti. Katanya mau mengajaknya ke tempat yang spesial.
“Jadi kamu tinggal disini? Dibawah jembatan ini?”
Melihat kondisi tempat tinggal Apartemen bawah tanah ini. Hati Derris sangat tercabik-cabik dan perutnya mual. Pasalnya aroma kali yang tak sedap bercampur dengan hawa pengap. Derris memutuskan kembali di mobilnya yang terparkir agak jauh dari lokasi hunian kumuh tersebut.
“Masnya kok sendirian?” tanya Gustavo.
Mendapat tugas untuk menjaga mobil Derris yang di parkir agar aman. Karena memakai jasa Gustavo tentu tidak gratis, pasti ada bayarannya. Kali ini Derris membelikan ponsel baru, bukan Hadiah sponsor seperti ponsel sebelumnya.
“Aku membelikannya khusus untukmu, pergunakan untuk kebaikan ya. Suatu hari nanti aku akan minta pertanggungjawaban kegunaan ponsel ini. Tagihan kuotanya sudah aku tanggung selamanya, jadi jangan kecewakan aku!” nasehat Derris.
Dengan perasaan gembira dan terharu, Gustavo menciumi kotak ponsel barunya tersebut.
“Bosnya kenapa?” suara Sri Ayu menyapa.
“Masnya kasih hadiah ponsel baru, Mbaknya.” Ucap Gustavo.
“Wah selamat ya, bisa cara pakainya?”
Menggelengkan kepala,beruntung ada Calistha yang memang serba guna. Kalau malam bekerja sebagai guru ngaji, tapi siang hari jadi penyanyi banci. Selama ini yang terkenal modern di apartemen adalah Calistha. Pasalnya Calistha dulu yang pertama kali memakai ponsel pintar hasil undian jalan santai.
“Sudah siap?” Derris membukakan pintu mobilnya.
Dibalas anggukan oleh Sri Ayu, mereka pergi berkencan ke suatu tempat.
“Kenapa? Apa kau mual, aku buka ya kabin mobilnya biar dapat udara.”
“Bukan Mas, aku merasa gugup saja. Mobilnya beda ya, baunya tidak sesak di dada hehehe.”
Jelaslah beda, aroma mobil seharga puluhan miliar dengan mobil jutaan. Kendaraan Derris melaju kencang menuju arah luar Kota. Setelah melewati jalan tol yang panjang. Sampailah mereka di Kota Bandung. Salah satu kota besar yang memiliki tujuan berpelesir.
“Ayo, “ Derris mengulurkan tangannya.
Sebuah gedung berlantai 5 yang memiliki beberapa stan. Ternyata gedung ini memiliki fasilitas komplit, mulai dari butik, salon, klinik dan restoran.
__ADS_1
“Mas,” tolak Sri Ayu yang enggan diajak masuk.
“Aku bersamamu Yu, rangkul tanganku.” Derring menyodorkan lengannya untuk diraih.
Keduanya masuk di Gedung ini dan mendapat pelayanan khusus. Derris dan Sri Ayu menikmati perawatan dan fasilitas disana. Entah berapa uang yang sudah Derris habiskan untuk bersama Sri Ayu. Yang jelas Derris selalu menggesek kartunya. Dengan diikuti 2 pelayan yang menenteng belanjaan mereka.
“Mas Derris, kenapa membelikan aku semua ini?” tanya Sri Ayu penasaran.
“Kamu tahu tidak, betapa khawatirnya pak Muji saat tahu kamu diusir dari rumah Lucas? Hal pertama yang aku pikirkan ialah keadaanmu, dimana tidurmu, makanmu dan tempat tinggalmu. Karena pak Muji menjagaku dengan baik selama ini, jadi sudah sewajarnya aku membalas Budi baiknya bukan. Terlebih lagi kau lulus ujian pegawani Negeri, anggao saja ini hadiah dariku.”
Ternyata sikap manis dan kebaikan Derris ini hanya untuk pak Muji. Bukan seperti harapan Sri Ayu, dia pikir Derris melakukan ini semua karena tertarik dengan dirinya sekarang. Ternyata untuk pak Muji semata-mata.
“Kenapa Yu?”
Wajah Sri Ayu kaku dan tak bergeming sama sekali.
“Mas, aku tanya ya. Sebenarnya kamu suka aku yang dulu di kampung atau yang sekarang?” tegas Sri Ayu.
Seorang Sri Ayu yang dulunya pendiam, kini berubah menjadi pemberani. Bahkan Derris tidak menyangka sama sekali, kalau wanita yang diajaknya bicara sekarang dulu mirip orang bisu.
“Jujur mas!”
Manarik nafas dalam-dalam, “Yu, kamu suka sama aku ketika saat sekarang apa dulu? Jawabannya sudah ada kok.”
Ingatan Sri Ayu berputar ke masa lalu, dimana dia menakuti Derris. Seperti hantu yang gentayangan lebih tepatnya. Derris tak pernah menganggap Sri Ayu yang menakutkan. Kini setelah mencoba untuk menyapa lelaki yang hadir dihidupnya. Sri Ayu diperlakukan dengan baik oleh Derris. Bukan karena Derris pemilih, karena memang dulu wujud Sri Ayu mirip hantu. Setelah tinggal di Kota besar dan bergaul dengan orang yang berpengalaman. Perlahan cara pikir dan penampilan Sri Ayu dirombak. Ketika dirinya ragu akan dilupakan Derris. Justru sebaliknya, Derris memperlakukannya dengan baik. Saat berjalan dengan Derris semua wanita berdecak kagum dan iri. Itulah kebanggan tersendiri bagi Sri Ayu.
*
*
*
---SEMAK-SEMAK,
“Jadi Mbaknya diajak masnya di Bandung. Dibeliin segalanya ini?” Sri Ayu mengangguk.
__ADS_1
“Terus Masnya masalah enggak kalau Mbaknya tinggal disini?” Sri Ayu menggeleng.
“Lalu Mbaknya ngomong belum, kapan Masnya mau ngajak jalan lagi?” Sri Ayu mengangguk.
Tiba-tiba Calistha datang menyerbu markas diskusi warga Apartemen.
“Walaaa, gosip enggak ajak-ajak!” kejut Calistha.
“Lagi irigasi Mbaknya yang habis kencan.” Jawab gustavo polos.
“Introgasi Bosnya!” sanggah Calistha.
“Oiyayaya maaf hehehe.”
Suasana semak-semak menjadi ramai karena permbicangan seputas mas Derris. Tak dapat dipungkiri juga, Derris tangah tersenyum-senyum sendiri. Saat makan di sebuah Restoran daerah senayan. Didepannya duduk seorang perempuan, mereka berdua bertemu dan berbagi cerita.
“Jadi semua proyek pembangunan kawasan berjalan lancar ya.” Perempuan di depan Derris mengedipkan matanya.
“Jadi kapan kendaraan beratnya bisa melintasi?”
“Secepatnya.” Jawab perempuan itu menyudahi pertemuan mereka.
Setelah selesai melakukan pertemuan itu, Derris mengirimi pesan bahwa nanti malam dia tidak bisa bermain di Apartemen bawah tanahnya. Dia ada urusan penting lainnya. Awalnya Sri Ayu kecewa, karena dia sudah kepalang rindu berat dengan Derris. Tapi, Derris berhasil meyakinkan bahwa ini menyangkut pekerjaannya dan pihak sponsor. Akhirnya Sri Ayu mulai mengerti jika Derris memiliki pekerjaan yang lebih penting. Daripada bermain-main dengannya. Beberapa rekan bisnis sudah ditemui Derris dan menghasilkan kesepahaman. Waktu tinggal Derris di Indonesia diperpanjang lagi. Karena urusan observasi pengembangan bisnis Game virtual.
*
*
*
Sikap Umi sebagai istri yang semena-mena terhadap Prapto membuatnya protes. Hingga akhirnya terjadi kejadiaan naas menimpa Umi. Beliau terpeleset di kamar mandi. Karena Umi memiliki riwayat penyakit jantung dan saraf. Dirinya didiagnosa lumpuh sebagian, istri tugas melayani suami dan mengelola bisnis terbengkalai. Dan Praptolah yang diberi kuasa untuk mengelolanya. Karena Prapto juga ingin ganti oli, maka Prapto memberanikan diri kerumah Lucas.
“Luciana, maukah kamu saya Halalkan?”
Lucas menendang Prapto yang berjongkok melamar dirinya. Apa yang ditangkap Lucas ialah. Maukah dimakan Prapto? Karena Lucas hanya tahu, istilah haram dan halal dipergunakan dalam istilah makanan. Artinya baik dan sesuai anjuran untuk dimakan. Perasaan Lucas terhina karena dibenakna. Prapto hendak memakan dirinya secara Halal. Padahal maksut dan tujuan Prapto yaitu untuk dijadikan yang halal digauli sebagai istri.
__ADS_1