MAS DERRIS

MAS DERRIS
ANAK BARU


__ADS_3

---ADEGAN PRAPTO,


Menjadi suami muda dari golongan janda Milyader. Membuat Prapto sibuk membuka ladang bisnis. Selama ini dia punya bakat jadi kuli, ketika jadi Bos pun kadang diakali oleh rekan bisnis dan karyawannya. Terkadang kena tipu, modal dibawa lari. Dan karyawan licik yang membengkokkan anggaran belanja. Bulan ini Restoran Arabnya bangkrut terpaksa beralih ke bisnis Toko Bangunan. Bukannya maju, malah ambruk. Baru kali ini dalam sejarah konstruksi bangunan Toko Bangunan yang notabenya menjual bahan bangunan, sebaliknya Palrapto menggunakan material KW. Saat terjadi hujan badai bangunan tersebut roboh dan ambruk. Untuk menyiasati hal tersebut, Prapto menjual barang-barang yang masih dijual secara berkeliling memakai mobil bak terbuka. Ketika jam makan siang, perutnya yang buncit itu kempes kendor.


“Ya Sallam, verut Anna lavarrrrr.” Mengelus perutnya yang kusut.


Tampak Restoran di tepi jalam yang ramai, kebanyakan berplat luar kota. Saat hendak memilih santapan hidangan, sengaja memilih yang harganya paling murah. Nasi separo, sayur kuahnya saja, krupuk dan air putih kalau habis isi dari keran cuci tangan.


“Ya Abu!”


Suapan pertama terhenti ketika ada yang memanggilnya. Ternyata sopirnta yang pernah digadaikan oleh Pak Muji Cs, ketika tak ada uang. Sopirnya kini memegang gagang pel-pelan dan ember berisi air bilasan. Dengan kaki yabg memakai sepatu boots sampai kelutut. Abu Latup mengenali sopir setianya tersebut.


“Antum ngavain ada disini?” memeluk sopir kesayangannya.


“Anna ditinggal kabur, dan akhirnya jadi barang gadaian oleh mertua Abu ya Tuan hihihihiks hiks.”


Mendengar curahan hati dan ratapan sopir yang ditelantarkan kini. Abu Latup alias Prapto geram, dan ingin balas dendam. Mereka akan mengatur siasatnya tapi nanti.


“Mobil tuan dibawa sama mereka, tapi Anna tidak tahu.”


“Ya syudahlah, kita mampir ke Rumah Permasalahan (Kantor Polisi).” Dengan gagah berani langkahnya seperti patriot pembela yang bayar.


Seorang wanita berbadan tambun, menghidangkan kakinya. Dengan daster motif macan tutul, alis samurai hitam, bibir bergincu warna merah bendera. Dialah sosok pemilik Restoran tersebut.


“Masuk gratis, keluar bayar!” jarinya asik ngode minya duit.

__ADS_1


“Hai, Anna horang tajir anti minus fullus. Ini fullus anna!” recehan bercampur paku dikeluarkan dari kantongnya.


Karena lengah dan sibuk mengumpulkan uang receh bercampur paku. Yang penting bayar, urusan receh bercampur paku gak masalah. Namanya jualan bahan bangunan keliling ya wajar dapet receh. Selain jualnya eceran, kadang Prapto asal naruh duitnya. Memang, Prapto punya angan-angan jadi Bos segala Bos. Tapi kompetisinya tetaplah menjadi kuli, bukannya menyalahkan takdirnya. Cuma bakat seorang Bos tidak ada di diri Prapto.


Tibalah mereka di Kantor Polisi untuk menceritakan perihal mobilnya yang hilang dibawa gerombolan mertuanya. Setelah curhat yang memakai bahasa campuran itu, Abu Latup kelaparan dan tepar. Sopirnya yang cerdas, makan dan minum Gratis. Dia menjanjakan jasa pijit di kantor Polisi. Dapatlah uang untuk beli makanan. Sedangkan Umi yang ditelepon Prapto datang membawa Pengacara perempuan.


“Pak Polisi, perkenalkan saya adalah Barber kumel Sekali selaku Kuasa Hukum Abu Latup alias Prapto.”


Dandanan menor, bibir di filler, alis di tato golok, rambut ombre warna-warni, bajunya aneka ria merk terkenal tapi KW semua, memakai perhiasan Xuping yang mirip emas, sepatunya berhak 15 cm bertali sampai betis, dan kaca mata berwarna orange bening. Sungguh penampilan Pengacara yang spektakuler kala ini. Polisi yang berjabat tangan dengan Barber Kumal Sari hanya bisa tertegun, bukan terpesona lagi. Pasalnya ini wanita prosesinya sebagai kuasa hukum, atau kuasa makai barang hahaha.


Sedari keluar dari Kantor Polisi, Umi selalau memarahi suami mudanya yang manis tampa sakarin tambahan. Wajah lesu Prapto seperti bocah cacingan.


“UMI SUDAH BILANG, JANGAN BEJAJALAN KALAU PAKE FULLUS! SEKARANG BISNIS YANG KAMU KELOLA SEMUANYA HANCUR, RUGI-RUGI, DAN BERANI-BERANI AMBIL HUTANG LINTAH DARAT! DASAR LAKI TAK BERGUNA!”


Tubuh ceking Prapto yang di koyak istri paruh bayanya hanya melekuk-lekuk. Tak cuku itu saja, istrinya juga mengomelinya. Karena tak kunjung bisa menghamili dirinya, sedangkan dengan istrinya di Kampung berhasil bikin hamil. Tentu saja istri tuanya ini cemburu, takut kalau Prapto suatu saat lepas. Kalau ada anak kan susah buat dicampakkan.


“Wan... Ada telepon dari Kantor Polisi, katanya mobilnya sudah ketemu!” sopir berteriak.


---KEDIAMAN LUCAS,


Satpam yang Malang dirumah lucas tengah menggelar karpet merah. Seorang diri menyiapkan dekorasi, sesuai permintaan Madam Deposit. Turut diundang para teman arisan ibunya Lucas. Telah dipamerkannya kepada teman-teman huru-hara yang suka foya-foya tapi emang kaya itu. Bahwa Lucas menjadi model majalah terkenal “Belai Boy” terbitan Thailand.


“Mah... Mamah...” Lucas mencari dimana keberadaan ibunya.


Walaupun riasan make up nya sudah dihapus, tapi baju belahan dada yang rendah dan sepatu hills 12 cm masih dipakainya. Rambutnya yang dikuncir cepol jamur seperti Ariana Grande.

__ADS_1


“Huwahhhhh...” Takjub sampai tak bisa berkata-kata.


“Fluuuhhhh jadi mantu saya yukkkk, kalau oke jadi simpenan Tante.” Mengeringkan mata.


“Semuanya merk Eropa, cocok sekali dengan tubuhnya yang sempurna tanpa tumpukan lemak. Luar biasa mahakarya Tuhan ini.”


“Putraku Lucas, sejak kapan gantengmu kelewatan gini?” meremas-remas pipi pria yang berdiri didepannya.


Raut wajah Lucas yang kesal itu seolah tak terima dengan keadaan sekarang. Benar saja yang dipuji dan dikagumi ialah Derris sahabatnya. Bukan dirinya makhluk rakitan yang berpakaian perempuan. Dirinya menjauhkan tangan ibunya yang meraba muka Derris dengan penuh tatapan kagum.


“Maaf tante, putra tante yang pake gaun hijau muda ini.” Toleh Derris ke Lucas.


“Mah,” melipat tangannya kesal dengan ulah ibu dan kawan-kawannya sedari tadi.


Dari atas-bawah, dan berputar-putar seperti baling-baling bambu mengitari sosok baru Lucas.


“Mustahal kalau kamu putraku Lucas, kalau ini pantes jadi putraku!” peluk Derris dengan kuat-kuat.


“Mah... Ini aku Lucas putranya Mamah, ayolah Mah...” Lucas merengek-rengek.


“Ogah! Jangan maksa Mama buat nerima betukan kamu yang baru. Soalnya Mama dulu melahirkan putra lelaki, kalau kamu apa! Mending Mama nuker kamu sama yang ini, udah ganteng, tinggi, kulitnya mulus dan kelihatannya maskulin. Iyakan Jeng!” mengajak kompak kawan arisannya.


“IYA...” Jawab serentak teman-teman Arisan Madam Deposit.


“Pokoknya Mamah udah cocok ganti kamu sama Derris, kamu keluar aja. Gabung sana sama kawan sejenismu, kembalikan semua fasilitas keuangan Mamah.”

__ADS_1


Dengan tega Madam Deposit mengucilkan Lucas yang sudah berbentuk waria. Lucas nangis keluar rumah, dan ngumpet dibawah meja satpam. Dari luar pagar rumah Lucas ada suara berisik. Dan benar saja, ternyata Polisi datang memeriksa mobil sedan Prapto yang terparkir didepan pagar.


“SOLINI SAYANGGGGGH...” Prapto menamai sedan kesayangannya.


__ADS_2