MAS DERRIS

MAS DERRIS
JEFRI NIHOL


__ADS_3

Seorang suami yang sering berada diluar rumah. Bahkan ketika istrinya sakit lumpuh dan terbaring di ranjang. Umi hanya ditemani anak-anaknya dari hasil pernikahannya terdahulu. Beberapa anak Umi yang beranjak dewasa sudah memegang kanal bisnis yang dkelola sendiri. Jadi sudah dipastikan masa depan anaknya terencana. Hanya saja kesalahan Umi yaitu cepat bosan dengan lemak yang dinikahinya. Mayoritas mantan suaminya adalah gila kerja, sehingga tak memiliki waktu yang banyak bersama keluarga. Muncullah sosok Prapto yang kala itu jadi kuli bangunan yang tebar pesona setiap hari. Awalnya Prapto ingin cari muka agar naik jabatan dan gaji. Walhasil dirinya yang naik ranjang bekas majikannya.


“KETERLALUAM YA ENTE! ANNA LAGI SYAKIT, SETIAP HARI KELAYAPAN ENGGAK JELAS!” bentak Umi memergoki Prapto pulang larut.


“Mi, Abi cabek balik dari toko kain kita yang banyak cabangnya. Apa Umi sudah buang hajat, sini Abi cebokin?”


Selama sebulan penuh Prapto meladeni istrinya seperti bayi besar. Badan gembul Umi yang berbobot kwintal dijabaninnya sendiri. Separuh lebih dari berat badannya Prapto sendiri.


“Mi, kalau Abi pulang kerja jangan berpikiran macam-macam kenava? Abi kan lelaki, jadi wajar kalau bekerja larut malam kembali vulangnya.” Tutur Prapto.


“Termasuk menyiapkan lamaran dan mobil buat calon hareem kamu itu lagi!” bentak Umi.


Semakin lama pembicaraan mereka hanya umpatan dan caci maki. Umi menghardik Prapto sebagai lelaki mata keranjang. Sedangkan Prapto memprotes Umi yang selalu memerintahnya sperti kuli dan mandor.


“Mi, Abi sudah sabar- sabarin ya denger ocehan Umi. Lama-lama Aba talak Umi!” Gertak Prapto.


“Oh ya, siapa takut? Umi sudah 6x menjanda, sudah terbiasa hidup tanpa pria. Harta Umi ada dimana-mana, kamu hanya pelengkap saja, kapanpun bisa aku tendang jadi gelandangan.” Ucap Umi.


“Baiklah Umi, dengan ini Abi akan talah 3 Umi secara langsung. Mulai malam ini, haram bagi Umi mengharap dan menghiba kepada Abi. Hubungan bilateral antara kita sudah usai. Dan mengenai harta gono gini, Abi akan mengambil mentahnya saja. Biar Umi yang kelola aset-asetnya. Abi akan kemasi isi brangkas dan rekening di Bank. Mengenai putusan cerai di Pengadilan atur Umi saja, nanti Abi akan tanda tangani. Oiya Mi, menikah bisa berkali-kali untuk wanita itu bukan prestasi. Umi seperti merendahkan martabat wanita lain karena perilaku buruk Umi. Semoga Umi tidak dikasih jodoh lagi, karena sering menyepelekan lelaki Umi.” Tutur Prapto.


Setelah mengemasi barang-barangnya yang berjumlah 3 koper besar. Prapto kemudian pergi diantar sopirnya ke Hotel tempatnya menginap beberapa hari sampai putusan cerai dibacakan.


“Senangnya dalam hati, sudah tak punya bini lagi. Dunia serasa, Anna perjaka lagi. Tak ada omelan, tak ada hujan, tak ada istri gembrot yang omongannya nyolot (membacanya pake lirik lagu istri dua).


Pikiran Prapto kembali jernih, dia mulai mengevaluasi kehidupannya selama di Kota Jakarta. Selain menjadi suami janda kaya. Dirinya merasa tak mendapatkan pelayanan istimewa dari seorang istri. Niatnya untuk menikahi Luciana Lucas dipupuskan. Dengan bekal uang harta gono-gini yang sekarang dia miliki. Prapto berniat kembali ke Kampung Sukamager lagi. Dan menjalaninya kehidupan sebagai orang kampung pada umumnya.


“Untung aset Umi yang aku tinggalkan aset Umi berupa Toko yang bermasalah. Setidaknya aku sudah mengantongi mentahannya saja. Cukuplah buat modal usaha dan membina keluarga.”

__ADS_1


Di hari terakhirnya ini, Prapto hendak berpamitan kepada Luciana Lucas. Dirinya hendak memberikan cincin yang semula untuk melamarnya tadi. Bertepatan dengan Derris yang mangajak Sri Ayu yang bertandang kerumah Lucas lagi.


“Mas Prapto sedang apa disini? Mbak Dewi sudah mau lahiran lo!” sidak Sri Ayu seketika.


“Eh itu Yu, nganu mas mu ini ceritanya khilaf. Iya, sekalian mau pamitan sama Luciana kalau Mas Prapto mau balik kampung hehehehe.” Salah tingkah menjawab.


“Ck, “ Lucas mendecit kesal.


“Sebenarnya iparmu ini sudah melamar Lucas ini. Tapi ditolak, karena Lucas transformer Yu hehehe.” Gelak Derris tertawa.


“Oh jadi mas Prapto ini semuanya mau dicintai ya. Termasuk mas Luciana ini?” Sri Ayu menaikkan bahunya.


“Ya kalau kamu mau sih mas enggak nolak juga Yu, perihal sekarang kamu lebih cakep dari mbak-mbakmu hehehe.” Celoteh Prapto.


“Enak saja!” Derris merangkul Sri Ayu dengan posesif.


Deg... Deg... Deg... Mas, kamu tahu enggak sih. Selain pertama kalinya lihat anatomi lelaki versi polos. Kamu adalah perusak ritme jantungku. Gumam Sri Ayu yang sumpringah.


*


*


*


---SUKAMAGER,


Kandang kerbau sudah kosong tak berpenghuni. Karena semua kerbau yang sekarat dijual rugi oleh Pak Muji. Dan kandang ayam juga sudah dikosongkan pula, karena sudah tidak menghasilkan telur-telur lagi. Ayamnya di bagikan kepada warga untuk dinikmati.

__ADS_1


“Uangnya buat apa nih Pak, kalau nunggu si Ayu pulang juga belum pasti?” Bu Muji memegang kantong kain berisi uang hasil penjualan ternaknya.


“Yawdah kita taruh saja dibawah bantal, biar bapak saja ya yang jaga 24 jam hehehe.” Ucap pak Muji.


“Alah pak... Pak bilangnya jaga, padahal mau rebahan tidur-tiduran kan? Hayo loh ngaku daripada aku belikan batu nisan dan kain kafannya juga! “


“Hus bu, bicaranya kok ngawur gitu. Kalau di simpan dibawah bantal aman bu. Kita keluarkan saja isi kapuknya. Lalau kita masukkan uangnya.” Tutur pak Muji.


“Lah nanti kalau ada tuyul lewat gimana?”


“kita bungkus pake kain plastik hitam, dan yang penting kasih peniti jarum. Ah iya, kasih cermin juga bu.”


“Lah ini tuyul mau nyuri duit apa main Pak? Idemu ini loh entah terinspirasi dari mana. Ada-ada saja kalau punya akal!”


Awalnya Bu Muji menyepelekan ide kreatif suaminya. Suatu ketika pernah ada maling yang masuk ke kamar mereka yang diacak-acak adalah isi almarinya. Dan uang yang berasa di dalam bantal itu selamat tak disentuh sama sekali.


“Ya jelas malingnya ogah megang, orang bantalnya penuh pulau rekaya iler bapak hahaha.” Pak Muji berkelakar.


Sejak saat itu, setiap memperoleh uang dari hasil kebunnya. Bu Muji langsung setoran ke suaminya.


Jupri yang resmi menjadi pengangguran, karena kandang dan isi ternaknya di jual. Ingin kembali lagi di asalnya Hokaido, Jepang. Dia meminta berkas dokumennya kepada bu Muji dan sekalian minta pesangon gajinya.


“Yakin, Jup enggak nunggu mbak Ayu balik dari Jakarta? “ Bu Muji dengan berat menyerahkan amplop berisi gaji Jupri.


“Salam saja Bu, kemaren Mama saya kirim surat. Katanya di Jepang lagi banyak lowongan turnamen main game on line. Jadi, daripada saya disini kurang gawean. Mending balik ke Hokaido saja, maafin Jupri ya Bu kalau selama ini penampilan Jupri katrok banget.”


“Iya Jup, ibu ngerti kok. Masak kamu mau dandanan ala Cosplay.”

__ADS_1


“Pak Muji, bu Muji, mbak Dewi dan mbak ajeng. Jefry Nihol pamit balik ke Jepang dulu ya, semoga kampung ini ada perubahan yang lebih baik. Biar aku bisa balik lagi.”


Jupri memakai celana jins robek-robek jaket berkupluk warna putih, memakai penyumpal telinga dan mendengarkan musik. Tak tanggung-tanggung juga, Jupri memakai kacamata warna pelangi dan topi yang senada dengan jaketnya. Karena ingin pamer kegantengannya yang asli, Jupri memutar topinya, hingga jidat pusakanya terlihat licin. Sambil mengunyah permen karet biar lebih keren dilihat orang.


__ADS_2