
--- LANJUTAN,
Mobil sedan yang terparkir lama didepan pagar rumah Lucas. Nampaknya sudah berubah seperti barang rongsokann. Rumput dan debu jalanan setebal bedak Calistha waktu ngamen menempel sempurna. Serekat daki dan kulit ketika habis main layangan di lapangan. Prapto ditemani istrinya dan dikawal Polisi tersebut, terheran-heran kenapa si pemilik rumah tidak melaporkan hal ini. Ketika Madam Deposit keluar menggandeng Derris dan mengantar tamu arisannya. Sopir Prapto yang hafal betul wajah Derris itu sontak berteriak dan menunjuk sambil berkata.
“Dia pelaku dan maling mobil ini Wan, dia juga yang jadiin saya sebagai gadaian utang makanan di Restoran!” Derris terbelalak mendengar tudingan Sopir kurang asem.
Madam Deposit yang tak terima anak barunya di hina Dina oleh orang laing. Melemparkan umpatan yang tak kalah trending.
“Woi, wajah tampan dan rupawan bebas ngelakuin hal sesukanya. Kalau kalian gak terima sama perbuatan anak saya, sini uang ambil.” Madam Deposit menyebarkan uang Dollar Singapura.
Mulai dari tukang becak yang lewat, tukang sayur keliling, satpam, tukang rongsok dan Sopir Prapto juga ikut berebut uang kertas tersebut.
“Masalah bisa diatasi dari seberapa banyak uang yang dimiliki. Camkan itu!” Madam Deposit berhasil menampar malu Prapto Cs.
Istri Prapto yang geram tak terima di hina dengan uang Dollar yang di sebar Madam Deposit. Kini membalasnya dengan menyebar semua perhiasannya. Mulai dari anting yang tindikannya di telinga kiri kanan berjumlah 10 pasang, tindik hidung 2 pasang. Gelang tangan dari pergelangan sampai sikut. Sepuluh jari yang penuh cincin dan gelang kaki kiri dan kanan dipakainya kini ikutan di sebar pula. Tak terima kalah hebohnya, Umi melucuti perhiasannya dan menyebarkan pula. Kebetulan para pembantu yang lagi ngerumpi tak kebagian uang Dollar tadi. Akhirnya lari dan ikut berebutan.
“Antum tak bisa kalahin anna, nich perhiasan buat nimpuk Antum!”
Terjadilah perang uang Dollar melawan perhiasan. Yang menang adalah warga sekitar yang berebut ditengah-tengah perkelahian perang gengsi. Denga suka cita perauk keributan ini terus mengompori kedua wanita yang berharta banyak, agar terus saling lempar dan saling Serang. Lumayan kan dapet uang dan perhiasan gratisan. Cuma modal kompor saja hahaha.
Priiiiiiitttttt, suara peluit satpam ditiup agar melerai pertikaian ini. Rambut panjang dikibaskan bak model pantai. Berjalan perlahan keluar membawa pentungan satpam dan kaca cermin. Lucas sudah cantik seperti model baju renang. Dia memakai tengtop warna putih dengan satu taki. Bawahan rok selutut bermotif bunga Rafflesia arnoldi (bunga bangkai).
“Hai Abu, mingkem mulut Antum!” Digeplak mulut Prapto yang ngiler.
Penampilan elegan nan feminim. Ini membuat lelaki yang melihat Lucas terpana.
“Ekhem, beri kesempatan Luciana Luna buat klarifikasi ya.” Sambil bercermin benerin bulu mata yang masih basah lemnya.
Aduhai cantik dan molek sekali Lucas saat menjadi Luciana. Hampir mirip wanita, hanya saja jakun Nasional masih menonjol seperti bakat yang terpendam hahahaha.
“Kalau boleh tahu, saudara ada kepentingan apa dalam kasus ini? “ Ucap salah satu Polisi mendekatinya.
“Pal Pol, mas tampan itu suami aku. Jadi enggak mungkin pake banget gituloh ngelakuin kriminal dijalan. Doski Cuma alim dijalan, tapi liarrrrr diranjang, arrrrggghhh.” Lucas mencakar-cakar manja Polisi yang lagi berdiri tegang di sebelahnya.
“Ik ik iyaaa Ses... Fiuuuhhhh.” Ngelirik bagian bola basketnya Lucas yang montok.
“Pak Pol kalau sama mereka dibikin panas-panasan. Sini masuk rumah Luciana Luna biar aku siapin es susu mantul hihihihi.” Goda Lucas nakal dengan lidah dijulurkan.
__ADS_1
Mata Madam Deposit nanar melihat sikap kemayu putra kandungnya.
“Dasar bibit Pelakor!” jewer Madam Deposit menggiring masuk Lucas.
*
*
*
Sejak pertemuan pertama dengan sosok Luciana. Prapto jadi sering melamun dan berhayal yang bukan-bukan.
“Eh body asik, body semok, body gemoy!” latah Prapto yang dikagetkan istrinya.
“Oh jadi begini ya kelakuan Antum saat jaga toko kain! “ melotot tajam macam tukang kredit nagih cicilan.
“Ampun Mi, ampun... Abi lagi bayangin Malam Jum’at kita mau agenda ngapain Mi, sumvah Mi. Abi tidak dusta, karena Abi hanya Cinta sama Umi.” Prapto merayu sebisa-bisanya agar Macam gurun pasirnya tidak murka.
“Oh iya ya, Abi sudah lama juga tidak ngasih Umi nafkah batin. Kalau begitu, Umi mau ke Salon buat perawatan ya Bi.” Mengambil inisiatif untuk bersolek.
Padahal modus dustanya Prapto agar si Macan Betina luluh, eh malah nanti malam ngajak main onta-ontaan. Apes bener punya bini yang badannya sudah turun mesin 7 kali melahirkan. Sudah melar dimana-mana. Bulu keteknya panjang, belum lagi kalau tidur ngoroj dan ileran.
Pikiran liar Prapto sudah jelas tak karu-karuan. Uang tinggal gesek, mobil tinggal ijak gas. Nah apalagi coba halangannya buat nemuin gebetannya yang baru Luciana alias Lucas. Setelah 1 menit lamanya berpikir, akhirnya Prapto ngacir pergi. Dan menutup Toko lebih awal dari jam operasionalnya.
“Wan Abu mau hendak kemana?” Tanya si Sopirnya.
“Nge-Hareem (cewek) sebentar, jangan bilang sama si Umi ya. Jatah lakban udah Anna transfer di Rekening Bank Antum!” wajah sumpringah Sopir itu bak matahari pagi yang cerah menyinari bumi.
*
*
*
---KEDIAMAN LUCAS,
Luciana yang wanita cantik mempesona tangah menyiram tanaman dengan memakainya baju tidur kimono yang pendeknya minta ampun. Prapto yang dasarnya sudah lemah iman tersebut banjir sendiri di dalam mobil. Ketika ngincer demenannya mainin selang air pralon. Dengan malu-malu dan menjepit bagian yang basah pada gamisnya. Dia meminta ijin untuk menyewa kamar mandi untuk bebersih dulu sebelum bertamu. Luciana yang ramah tapi seolah ingin dijamah tangan jahil laki-laki. Hanya menyuruh satpam mengantarkan dimana kamar mandi berada. Setelah urusannya selesai di kamar mandi, barulah Prapto mendekati Luciana lagi. Kali ini Luciana alias Lucas asik nyampu dedaunan kering. Sambil membungkukkan badannya, yang hampir menampakkan aset milik pribadinya. Luciana tampak begitu menggiurkan sebagai wanita jadi-jadian.
__ADS_1
“Ya Habibah (sayang) maukah Antum jadi bini Anna?” Prapto menyodorkan sebuah kotak perhiasan emas.
“Uwuuuuhhh,” terenyuh melihat isi kotak yang diajukan Prapto.
“Jikalau ada tanah subur di ladang bolehlah Abu menanaminya. Jikalau Antum sudah bersuami,maka kutunggu jandanya.” Rayuan buaya gurun pasir dilancarkan.
“Uwuuuhh,” Lucas gelojotan dirayu Prapto.
Adegan melamar di taman itu diintip oleh Derris yang menyaksikan tontonan gratis.
“Sejak pertama kali bertemu, jantung Anna jadi tak syehat. Mungkin Habiba Luciana lah obat penawar bagi Anna. Maka oleh sebab perihal itulah, sudilah kiranya Habibah Luciana menikah dan tinggalkan suamimu?”
“Uh Uwuuuuhhhh,” Lucas semakin kegirangan bukan kepalang. Ada lelaki yang memujanya mati-matian.
Prokkk... Prokkk prokkk suara tepuk tangan menghentikan sandiwara gombal-gembel ini.
“Mas Prapto kan di Sukamager sudah ada istri yang hamil bukan. Kenapa Mas Prapto masih mau nambah istri lagi?” Prapto sontak harga dirinya dicincang jajaran genjang oleh Derris.
“INI SEMUA GEGARA ANTUM! SEHARUSNYA SRI DEWI TIDAK SAYA NIKAHI KALAU BUKAN HAMIL ANAK ANNA, JADI APA HAK ANTUM IKUT CAMVUR URUSAN ANNA!!”
“Slow saja kali ah Mas Prapto, kalau mas kesini Cuma mau nambah bini. Saya sarankan janda tua dan miskin, bukan yang masih muda dan glowing hahahaa.” Ejek Derris.
“SYAITONIROJIM!!! DUIT PUNYA ANNA KENAVA ANTUM YANG REVOT. HAH!”
“Ya mana ada setan seganteng saya Mas, yang ada itu setan mukanya jelek. Karena diusir dari surga, yang ada malahan cewek-cewek berbuat jahat lah kalau modelannya ganteng begini setannya hahaha ada-ada saja sih biji ketombe!” Derris melenggang pergi dan berdada-dada ria.
Kemudian Lucas mengekor dari belakang. Juga mengikut gerakan Derris yang melambaikan tangan kepada Prapto agar segera meninggalkan rumah kediaman ini. Setelah kepergian Prapto dari rumah Lucas, tak berselang lama istri Prapto datang.
“Saya kebetulan datang dari Salon spesial lo buat Mas Derris.” Karena sejak awal Derris ingin bicara logat normal.
“Pffffffftttttt,” menahan gelak tawa.
“Ini saya persembahkan untuk Mas Derris seorang, supaya lebih menarik dan kiranya Mas Derris mau nambah istri lagi hehehe.” Derris masih duduk dan menahan tawanya yang geli.
Disaksikan Lucas yang berada di dapur tangah kesal menggigiti kursi.
“Pfffffttttttt,” Derris tak bisa berkata-kata lagi melihat tingkah istri Prapto yang ternyata naksir dirinya.
__ADS_1
Baik suami, maupun istrinya ternyata silih berganti datang untuk mengutarakan perasaannya masing-masing. Benar-benar pasangan suami istri yang aneh.