MAS DERRIS

MAS DERRIS
APARTEMEN


__ADS_3

-LANJUTAN,


“Calista dulunya juara di Ajang Pencarian bakat, karena dia tidak punya bakat nyanyi. Akhirnya dia jadi pencopet Mbak-nya.” Sembari berjalan Gustavo menceritakan awal mula debut profesi Calista.


“Lah terus apa urusannya sekarang jadi pengamen.” Sri Ayu penasaran.


“Karena aku gak jago lari cepat dan lari dari kenyataan hidup. Akhirnya pas nyopet ketangkep dech sama massa. Akhirnya dikeroyoklah rame-rame.” Calista berceloteh.


“Hahahah ketangkepnya nyusruh ke bak sampah ini juga Lis Nur Kholis!” Gustavo masih enjoy merebahkan diru di bak sampah yang kosong.


“BOSS JANGAN SEBUT NAMA ASLI LAH!!!” teriak Calista marah.


“Eits gak boleh marah, ayo senyum. Kalau tidak mau senyum digigit maung loh hahaha.” Goda Gustavo.

__ADS_1


“Ih... Jijik si maung kan tidak pernah sikat gigi.” Sambil bergidik kengerian.


“Ngomongin punya kisah ya, si Mbaknya mau kemana dan dimana?” Sri Ayu baru tersadar tak punya tujuan.


“Ataaap sebagai langitkuuu... Dan lantai sebagai buminyaaaa..... Cek kecrek kecrek...” Dendang lagu Calista mulai memeriahkan.


“AKU GELANDANGAN, CARIKAN AKU HUNIAN DENGAN DANA INI!!!”


Teriakan Sri Ayu itu lantang ia suarakan dengan menutup kedua telinganya. Dan mata yang terpejam rapat-rapat. Tak disangka dan dinyana, kedua makhluk jalanan Megapolitan ini tertawa dengan santainya. Seolah masalah hidup Sri Ayu ini 0%.


Uang tinggal Seratus Ribu bisa buat apa coba, gajian masih lama. Diusir pula dari hunian Lucas, daripada terlunta-lunta di Jakarta. Lebih baik terima sajalah tawaran Calista. Soal hunian Apartemen bawah tanah bagaimana bentuknya, dipikir akhir saja. Yang penting malam ini ketemu tempat tidur.


“Yuk lah, daripada nanti diangkut razia terus masuk berita.” Ajak Gustavo.

__ADS_1


Mereka berjalan sekitar Lima Belas Menit lamanya. Sebuah jembatan layang panjang nan kokoh tampak melintas diatas sungai. Sungai diperkotaan berbeda dengan sungai yang berada di Desa Sukamager King dom Sri Ayu. Disana bersumber dari mata air pegunungan yang masih murni. Serta bebatuan alam yang menjadi gigi pemecah arus sungai ketika deras. Nah, keadaan ini terjungkir terbalik ketika Sri Ayu mendadak menjadi anak kota. Sungai ini sudah bercampur dengan aneka ria limbah. Mulai limbah pabrik, limbah rumah tangga dan limbah kehidupan. Semuanya bersatu padu menjadi pekat dan gelap. Segelap malam tanpa bintang maupun bulan. Hanya ada lampu penerangan yang mulai menyala.


“Mamsky, kita kedatangan warga hunian baru... “ Gustavo memanggil dedengkot Apartemen bawah tanah ini.


“Yuhuuuu... Mamsky lagi luluran sayang, sebentar lagi ya.” Sahut Brenda dari dalam toilet umum.


Sri Ayu menoleh ke segala arah penjuru, ternyata yang dimaksut Apartemen bawah tanah itu adalah rumah petak dibawah jembatan, dan bersusun-susun huniannya. Tersedia toilet umum untuk jenis kelamin yang ditentukan. Karena Calista makhluk serba guna, jadi dia bebas memilih bilik mana yang ia sukai untuk mandi.


“Nanti kalau bicara sama Mamsky si Bos, jaga jarak ya.” Calista berbisik ditelinga Sri Ayu memberikan instruksi.


“K-e-n-a-p-a?” Sri Ayu mulai curiga dengan sosok dedengkot.


“Mbak-nya bilang, kalau uang tinggal selembar. Belum makan nasi apa minum air, nanti Mamsky Brenda bakal kasih potongan harga sewa. Hihihi, ini rahasia ya, jangan sampai bos saya tahu.”

__ADS_1


Ternyata Calista baik baik mau berbagi tips hemat ala kepepet. Dari sini terlihat beberapa perantau berbagai profesi yang kembali dari rutinitas kerjanya di siang hari, namun ada juga sebagian yang jam kerjanya malam hari. Warga apartemen bawah tanah ini ramah dan saling tegur sapa, menegur bila membuang sampah sembarangan. Dan menyapa kalau mau pinjam uang, maksutnya. Walaupun dibangung liar dibawah jembatan, tapi Mamsku Brenda dan Bos Gustavo menyetor uang pangkal dan keamanan. Sebagai kontribusi dan memang mereka secara sadar diri menyetorkannya. Memiliki hunian yanh jauh diatas kata layak memang hina. Tapi mereka tidak pernah melakukan tindakan kriminal ataupun korupsi. Aturan tegasnya ialah, selama itu hallal kerjakan. Bila haram jauhilah.


__ADS_2