MAS DERRIS

MAS DERRIS
TAMAT


__ADS_3

---PEMAKAMAN,


Batu nisan yang bertuliskan nama dari ibu Berlian inilah saksi bisu peristiwa penting.


“Mas Derris ngapain berjongkok? Apa penyakit asam urat ya?”


Salah paham atau pura-pura polos si Berlian ini, seorang Derris Hadijaya berlutut dihadapannya.


“Mungkin kurang romantis juga tidak etis, tapi aku ingin sampai akhir hayatku hanya kamu wanitaku.”


Sebuah kotak berisi cincin berlian dipersembahkan untuk Berlian. Gadis yang terlahir dengan kesempurnaan hidup itu telah dilamar pria yang dicintainya diam-diam.


“Ayok Mas kita gas ke KUA, kalau mimpi biarin deh berasa nyata.” Seolah tak percaya jika Derris melamarnya.


“Aku ini serius ya ngelamar kamu buat nikah. Nih rasanya seperti Ironman kan.” Mencubit kedia pipo kenyal Berlian.


“Auh, Mas sakit tahu.”


Derris menatap gemas Berlian yang seperti kelinci. Dijemari Berlianlah cincin itu disematkan.


“Setelah menerima lamaranku, tidak peduli restu orang tua atau pendapat orang lain. Aku ingin segera memiliki banyak keturunan denganmu.”


“Mas kok banyak keturunan, salah! Dua anak saja cukup, tapi buatnya yang berkali-kali hehehe.”


Memang dasarnya sudah pada kebelet mau bercocok tanam dan cangkul-mencangkul. Mereka iya-iya sajalah di depan pusara ibu Berlian. Andai Ibu Berlian bisa ngomong, mungkin dia bakal ngelempar batu nisan dengan kelakuan anak dan calon menantunya yang tidak seronok.


*


*


*


Rumah mewah dan megah Pak Arnoldo ini tampak banyak orang berlalu lalang. Seolah dipersiapkan ada pesta, masak iya pesta merayakan jadi duda. Berlian masuk dan melihat isi rumahnya, ternyata dekorasi pernikahan.


“Pah, darimana kalau tahu bakal ada pernikahan di rumah ini. Papa sengaja ya mau kasih aku kejutan, kan aku sama Mas Derris belum ngomong.” Arnoldo tampak bingung.


“Om saya sudah melamar Berlian, dan mohon restunya.” Arnoldo semakin kaget.


“Tidak! Kalian ini saudara, tidak boleh menikah!” tolak Arnoldo.


“Saudara dari mana Pah, jelas-jelas kami ini sudah kenal dari kecil. Pah, jangan bercanda ya.” Berlian naik pitam.


Keluarlah Merylin dari kamar usai dirias menjadi pengantin. Tampak membenarkan gaun kebayanya.


“Mamah!” Derris terperanjat penuh amarah.


“Derris,” Merylin gagu.


Penghulu yang sudah habis tiga gelas kopi hitam hanya bisa mengemut balpoint. Menunggu pekerjaannya usai, pantang pulang sebelum kelar resmiin pasangan. Dan akhirnya Arnoldo menjelaskan kalau dia akan menikahi Merylin. Karena ayah Derris ditemukan bunuh dairi dari gedung rumah sakit. Ketika itu Derris tengah bertolah ke Eropa. Dengan jabatan Arnoldo dan status sosial Merylin Misako di Jepang. Makan berita kematian ayah Derris ditutupi.


“Jadi ini alasan Papa tidak mau melanjutkan hidup lagi?” Merylin tersedu-sedu.


“Derris, ayahmu meninggal itu murni bunuh diri. Ibumu dan ayahmu sudah tidak cocok sejak dulu.” Arnoldo membela calon istrinya.


“Saya menghormati Om Arnold karena calon mertua saya. Jadi kalau Om Arnold mau nikahi Mamah saya, tidak ada restu!” Derris menarik paksa keluar Berlian agar ikut bersamanya.


Pengawal dan ajudan dikerahkan untuk mengejar Berlian dan Derris. Hanya mobil Derris yang ditemukan di Bandara. Dan mencari data informasi penebangan mereka. Dan terdapat reservasi ke Bali, ternyata mereka berencana kabur ke Bali.


“Mas Derris yakin kita akan aman?”


“Yakin,” memeluk erat Berlian di kursi Bus antarprovinsi.


Setelah menempuh perjalanan panjang dan melelahkan sekaligus bikin perut encot-encotan. Tibalah di Kampung Sukamager yang penuh kedamaian. Ternyata Derris berhasil mengelabuhi dan mengecoh kejaran orang tuanya.


“Asik sekali ya nikah lari hehehe.”


“Masnya sih nakal, sudah tahu kita bakal jadi saudara tiri tetap ngegas ngebet nikahin aku.”


Pinggang Derris dicubit manja Berlian yang sama-sama sudah kebelet nikah. Tapi kemesaraan itu ditatap sinis oleh pria yang berdiri di pekarangan rumah Pak Muji.


“Pengawal, tangkap!” teriak pria itu.

__ADS_1


Kedua sejoli yang hendak nikah lari ini diringkus dan disekap. Mereka dipisahkan di kamar yang berbeda.


“Gimana, sudah beres dandani calon pengantin wanitanya.” Tanya Pak Muji.


“Beres Pak, udah cakep tinggal pakein minyak Wangi beres.” Jawab Sri Ajeng.


“Bu Dokter memang cantik, tapi sayang Mas Derris lebih cocok sama anak saya.” Yang dimaksud adalah Sri Ayu.


Di kamar yang berbeda, Derris mengumpati lelaki yang menyekap dirinya.


“Gila ya kamu Jup!” teriak Derris.


“Maaf Mas, kadang Cinta bikin orang hilang logika. Selagi Mbak Ayu belum sah jadi milik Mas Derris, maka masih ada kesempatan Jupri buat nikahin Mbak Ayu.”


Ternyata Jupri tak rela bila Derris dinikahkan paksa oleh Pak Muji. Dan Berlian hendak dinikahkan dengan Jupri, karena tahu identitas Jupri seorang penerus Perusahaan elektronik terkemuka di Jepang. Dengan kata lain, Jupri membantu melarikan diri Derris dari situasi yang menjepit nalar.


“Mas Derris lari saja sampai di pohon nangka. Disana sudah ada Calistha dan Gustavo yang bakal jemput Mas Derris.” Bujuk Jupri.


“Lalu Berlian bagaiamana?”


“Mas tidak perlu berpura-pura Cinta dan berkorban seumur hidup Mas Derris dengan menikahi Berlian. Sebenarnya Mas Derris Cuma mau menggagalkan pernikahan Pak Arnoldo dan tante Merylin bukan? Gak usah berkorban Mas, mereka sudah puluhan tahun berkorban hidup dengan orang yang tidak mereka cintai. Saya tahu kok kalau Mas Derris tidak pernah suka sama Mbak Ayu ataupun Dokter Berlian.” Derris tertegun mendengar ucapan Jupri.


“Apa yang kamu katakan itu tidak sepenuhnya salah, tapi memang benar juga sih.”


“Mas Derris teruslah berkarir, soal hidup dan mati orang sudah ada garis horizontal dan vertikal masing-masing. Emang yang bikin gablek itu jalan ceritanya saja. Saran Jupri, sebaiknya Mas Derris gas kabur aja. Karena sudah ada cowok yang mau gantiin posisi Mas Derris.”


“Siapa?” pintu terbuka dan seorang pria gagah muncul.


“Aku.” Suara tegas Lucas.


Sejak kapan dan darimana datangnya Lucas itu tidaklah hal penting. Bagi Derris saat ini Lucas sudah kembali ke kodrat asalanya saja mukjizat sekali.


“Yakin kamu mau nikah?” Derris menanyakan ulang kesanggupan Lucas.


“Seumpanya jadi perempuan lagi kamu mau nikah sama aku Derr?”


“Bih amit-amit jabang bayi, ogah!” tolak Derris.


“Jika menjadi wanita tak bisa mempesona, maka aku akan jadi pria agar bisa mempesona sepertimu Derr, hehehe.” Ucap Lucas.


dipotong.


“Sembarangan, noh masih lengkap dan normal Jaya. Santai lah Derr, kebahagianmu sudah menantimu. Ini tiket berangkat sudah aku pesan. Buruan pergi, sebelum aku berubah wanita lagi loh! “


Karena mendapat ancaman dari Lucas, dengan senang hati Derris kabur lewat jendela. Tak lupa dia membawa sarung dekil kriting milik Jupri sebagai tas.


*


*


*


Pohon nangka yang sedang masak kini bisa dipanen sepuasnya.


“Enak sekali ya hidup di Kampung, tidak usan repot beli tinggal metik. Asal tidak ketahuan hahaha.” Celoteh Calistha.


“Makan terus sih kamu, itu usus apa gilingan beras?”


Menanti adalah kegiatan yang membosankan bila tidak disertai kesabaran. Berbekal truk milik Prapto yang digunakan untuk kabur. Kini Gustavo tengah gundah menunggu jemputannya datang.


“Masnya!”


Begitulah Gustavo memanggil Derris yang berlari mendaki gunung, menyebarangi sungai, mendaki lembah dan melewati pematang sawah.


“Hosss hosss,” deru nafas Derris tak beraturan.


“Minum dulu mas,” menyodorkan Batang tebu.


“Gimana cara minumnya, inikan Batang?”


“Alah toh orang Kota tidak pengalaman hidup di Kampung, giniloh Masnya digigitin batangnya sampai keluar airnya.” Calistha memberikan contoh minum dari tebu asli dari batanganya.

__ADS_1


“Ah sudah-sudah repot, ayok kita pergi.”


Tak ingin pengorbanan Jupri dan Lucas sia-sia dengan segera Derris menginjak gas. Perasaan lega dan bahagia kini dia rasakan karena bisa kabur dari pernikahan konyolnya itu.


*


*


*


Suasan rumah Pak Muji tengah dipadati tamu undangan yang datang. Dan tamu istimewa yang hadir adalah Madam Deposit yang akan menjadi besan Pak Arnoldo. Mereka duduk di bangku yang bersebelahan, begitu juga Merylin yang saat ini mendampingi suami barunya.


“Kerja yang bagus,” bisik Merylin ditelinga Pak Muji.


“Jempol Bu besan,” balas Pak Muji.


Dengan teganya Merylin menikahkan paksa Derris dengan Sri Ayu. Agar putranya tidak nekat menikahi Berlian, anak suaminya sekarang. Dan tuan Arnoldo menikahkan paksa Berlian dengan Jupri. Agar keduanya tetap menjadi saudara tiri.


“Sah?” ucap Penghulu.


“Saaaahhh,” salut semuanya.


Dan tibalah saat mendebarkan jantung ketika dibuka masker penutup mulut mempelai kuda pria itu.


“Hah dimana Derris?”


Orang-orang yang melihat penampakan mempelai pria tidak sesuai harapan pada jantungan. Tak terkecuali Berlian dan Sri Ayu yang masih mengenakan baju pengantin.


“Yu, mau kemana?” ucap Sri Ajeng kakaknya.


Tak terima dipermalukan sepeti ini Sri Ayu lari ke sungai. Dia melompat dan menceburkan dirinya.


“Ah sial, mana sungainya surut pula. Mau bunuh diri saja kok susah.” Keluh Sri Ayu yang gagal bunuh diri.


“Mbak Ayu, walaupun aku tak setampan dan segagah Mas Derris setidaknya aku mencintaimu saat buruk dan dekilmu.” Tutur Jupri yang menyusulnya dari belakang.


Nasi sudah menjadi bubur, tinggal kasih sambel, kecap dan taburan ayam jadilah bubur ayam yang nikmat. Maka pernikahan silang ini akhirnya bisa diterima dan dimaklumi. Sri Ayu bisa menerima Jupri sebagai suaminya. Dan Berlian mengajari Lucas menjadi lelaki yang baik. Dan Pak Arnoldo bisa meneruskan kisah cintanya yang pernah vakum lamanya. Dan bagaimana dengan pelarian Derris?


*


*


*


---BERLIN, JERMAN.


Turun dari kereta dan mencari-cari dimana keberadaan orang yang menjemputnya di Stasiun.


“Kenapa membawanya kembali, bukannya cincin itu sudah kau berikan kepadanya?”


“Setelah Lucas mengirimkannya padaku, artinya cincin yang pernah kau berikan padaku dulu ini. Hanya umtuk melamar wanita yang aku cintai, ternyata benar.”


“Selamat datang kembali ke pelukanku,” wanita berambut merah keturunan Rusia memeluk Derris.


“Maafkan aku, sudah membuatmu terlalu lama menunggu.” Mengusap rambut wanitanya.


“Ayo,” Derris mengiyakan ajakan wanita tersebut.


***REKA ADEGAN ULANG,


Saat Derris hendak kembali lagi ke Indonesia,Apple mengantarnya ke Bandara. Dan memasukkan kotak cincin di mantel Derris.


“Aku akan berhasil menjadi perancang perhiasan.” Teriak Apple saat itu.


Dan dari kejauhan Derris memberikan simbol hatinya kepada Apple. Sejak bekerja di perusahaan asing. Mereka sudah memiliki perasaan khusus, Apple yang bekerja sebagai petugas kebersihan di Perusahaan. Berhasil meluluhkan hati Derris yang terpaut dengan dunia Game. Hingga suatu ketika, saat pulang larut malam. Segerombolan berandalan hendak memperkosa Apple di gang sepi. Dengan tangan kosong Derris menghajar mereka. Dan sejak kejadian itu, Derris tinggal bersama dengan Apple. Bakat terpendam menjadi perancang perhiasan Apple didukung oleh Derris. Dan Merylin sudah mengetahui hal ini.


“Jika kau mencintai Derris, jadilah wanita yang mengagumkan. Atau kau harus melihatnya bersanding dengan bongkahan batu kali.”


Itulah kalimat yang diucapkan Merylin ketika Apple menyusul Derris di Jepang diam-diam.


Semuanya sudah usai dengan bahagia, dan Derris kembali mengembangkan Game terbarunya. Dan Apple menjadi perancang perhiasan yang biasanya dipakai Merylin saat konsernya.

__ADS_1


----- TAMAT ----


TERIMAKASIH BANYAK SUDAH MEMBACA NOVEL “MAS DERRIS”. MOHON MAAF JIKA CERITANYA MASIH BANYAK KEKURANGAN. UNTUK KARYA SELANJUTANYA SILAHKAN BACA NOVEL “TANGKAP AKU, BOS”.NANTI AKAN AUTHOR KASIH SPOILERNYA. SAMPAI JUMPA DI KARYA-KARYA LAIN VITAMIN A.


__ADS_2