
Percakapan di ruang tamu semakin panas saja. Karena niat hati Prapto datang untuk melamar Sri Dewi jadi istri keduanya. Karena istrinya sudah berumur 60 tahun. Jadi tidak bisa menghasilkan produk baru untuknya. Oleh karena itu, Prapto yang sekarang sudah tajir melintir hasil promosi istrinya. Kini punya hasrat untuk menikahi mantan pacarnya. Selain sudah Cinta berat, juga kepalang nanggung.
“Gak, saya menolak keras praktek poligami!” ucap bu Muji mencak-mencak.
“Tavi ibu, bisa lihat tulisan tangan ini milik vutri ibu bukan?” mengeluarkan beberapa lembar pucuk surat.
Dari lembaran-lembaran surat itu, diketahui kalai Sri Dewi menunjukkan tanda-tanda kehamilan. Putrinya yang duduk di depannya itu hanya menunduk, sambil meremas-remas kain jakretnya.
“Buka jaketmu Wi!” perintah bu Muji.
“Ngomongnya bisa alus dikit gak dek, malu didengar tetangga.” Pak Muji meminta istrinya memelankan suaranya.
“kang mas bisa lihat gak, kalau anak kita itu cerita sudah tiga bulan gak dapet tamu. Coba tengok isi surat ini hiks hik hiks.” Bu Muji menangis sedih.
“Ckckckckckck gak di Kota besar, tapi di kampung terpencil seperti ini kok terjadi juga hemmmb.” Mengelus jidatnya sendiri puyeng merasakan pergaulan bebas landas, termasuk Putri sulungnya pak Muji sendiri.
“Pokoknya aku maunya nikah sama mas Derris titik.” Sri Dewi kabur masuk kamar.
“Ana tidak rela, punya anak tavi diasuh ayah tiri!!!” ucap Prapto mengiringi kepergian Sri Dewi tadi.
“Habis sudah cita-citaku untuk ber-mantu-kan mas Derris.” keluh Bu Muji.
__ADS_1
“Tenang, anak kita masih ada dua Dek. Walaupun Sri Ayu gak bisa diandalkan. Tapi Sri Ajeng masih berbobot juga bukan?” bisik pak Muji pada istrinya.
“Padahal nanti malam kan pesta ruwaran mereka, kenapa muncul di Prapto inisih hiks hiks hiks.” Gemas dengan kejadian diluar dugaan.
“Yang sabar dek, kang mas juga gak tahu kalau kedahuluan si Prapto yang tanam saham di anak kita. Yawdah kita welcome saja, daripada gak dapet mantu tapi malu?”
Dengan berat hati kelaurga pak Muji menerima pinangan Prapto. Sri Dewi bersedia dinikah siri dulu dan menjadi istri muda. Sebagai kompensasi atas disetujuinya pinangan Prapto, pak Muji mengajukan beberapa syarat. Dan Prapto menyanggupinya. Bahwa Sri Dewi akan dinikahi resmi secepatnya, jika tidak maka Prapto tidak akan diijinkan bertemu dengan anak mereka.
Malam ruwatan pernikahan diselenggarakan secara sederhana. Para warga yang sedianya datang untuk menonton sinetron kesayangan ‘Ternungging’. Mendadak menjadi tim pembantu dalam program ‘mendesak dinikahin’. Warga yang kusak-kusuk membuat berita makin viral dan panas mengambil tema. Hamili dulu, baru dapet restu adalah judulnya.
“Fiuuhhh akhirnya mas Derris gak jadi nikah sama mbak Dewi.” Sri Ajeng menang telak atas tahta perebutan Cinta Derris.
Prapto yang sudah berada di kamar Sri Dewi itu terus membujuk bakal calon istrinya. Sri Dewi ogah keluar kamar, orang-orang sudah terlanjur tahu kalau dirinya hamil duluan.
Sri Ayu meletakkan caping di gantungan kamarnya, lalu mencopot pakaiannya. Dan membasuh seluruh tubuhnya dengan air dingin, masker yang setiap saat menempel ditubuhnya luntur. Terbasuh oleh air dan sabun mandi yang membasahi tubuhnya.
“Aissshhhh ahhh,” kaki Sri Ayu terkena mata cangkul yang tajam saat menggali singkong.
Luka robeknya lumayan ringan, cukup diplester saja. Darahnya sudah mau mampet, hanya perih saat terkena air dan buih sabun. Setelah mandi dirinya lantas tidur, tidak mengkuti serangkaian acara ruwatan pernikahan kakak sulungnya.
“Mas Derris,” panggil pak Muji.
__ADS_1
Saat itu Derris tengah baca komik diatas gazebo, diatas empang lele.
“Hemmmb,” matanya tertuju di komik yang ia baca.
“Saya dan sekeluarga minta maaf, sudah menuduh mas Derris yang bukan-bukan.”
“Hemmmbb,” dehem lagi.
“Saya sekeluarga menyesal sudah berburuk sangka sama mas Derris.”
“Hemmmmbb,” menutup komiknya.
“Mas Derris gak mau maafin ya?”
“Ya!” Derris pergi dari gazebo yang sudah tak tenang lagi.
“Mas ada kabar baik, ini tentang turnamen e-sport.” Pak Muji memamerkan kertas ber amplop coklat.
“Wah undangan turnamen ke Inggris, horeeee.” Derris tersenyum bukan main lagi.
“Setelah acara pernikahan Putri bapak, mas Derris akan saya antar sampai ke Bandara, oke?”
__ADS_1
Persahabatan pak Muji dan Derris kembali terjalin baik lagi. Karena sumber kesalah pahaman ternyata bukan darinya. Prapto dan Sri Dewi akhirnya ikut menyelesaikan prosesi ruwatan nikah. Dan besok pagi rencanya akan dilaksanakan dirumah pernikahannya.