MAS DERRIS

MAS DERRIS
MAHKLUK KE TIGA?


__ADS_3

--ADEGAN DERRIS,


“Maaf, aku mengantarkanmu sampai disini ya.” Memeluk erat leher Derris yang mengenakan syal berwarna hitam.


“Aku akan menjaga diri baik-baik, daaa.” Derris meninggalkan teman terbaiknya.


Didalam kursi pesawat, Derris iseng-iseng membuka website wisata terkenal di Indonesia. Ternyata benar, banyak lokasi yang Indah. Tangan Tuhan begitu sempurna membuat maha karya yang Indah untuk Negeri yang diberkati banyak anugrah.


“Maaf Tuan, apakah anda mau minuman?” seorang Pramugari menawarkan.


“Emb jus anggur dan sedikit buah kiwi. Terimakasih.” Derris mengisyaratkan dengan jarinya tanpa melihat wajah Pramugari cantik bak model kelas atas.


Beberapa teman Pramugari dalam kabin pesawat sedang membicarakan tentang Derris.


“Aku sudah pernah lihat pria itu, tapi di sebuah kompetisi Game terbesar.”


“Ya Tuhan, rahimku tiba-tiba ingin dibuahi olehnya.”


“Sebelum kalian nekat, langkahi dulu selat Giblatar!”


“Kalian sedang memantau apa?” Pilot keluar dari Toilet.


Pramugari yang sibuk mengamati ciptaan Tuhan berhenti dan melanjutkan pekerjaannya.


“Oh My Derris!” teriak histeris seseorang.


Kacamata Derris yang menutupi sebagian wajahnya kini dicabut.


“Derris my beloved!” Lucas berjinjit ala balerina.


“Maaf, anda salah orang!” Derris mengabaikan Lucas sahabatnya.


“Derr, ini aku. Kita mandi bareng, tidur bareng dan masuk di penjara bareng!” ujar Lucas mengagetkan seisi pesawat.


Penumpang yang duduk dengan tenang, kini mulai resah dan berbisik-bisik.


“Ish, tampan alim ternyata berandalan juga!”

__ADS_1


“Dasar lelaki kurang sawan! Hobinya gonta-ganti pasangan sampai lupa berapa banyak korbannya. Karma akan datang, jangan minta keringanan ya.”


“Nyesel ah! Rahimky mendadak ngadat kalau dia penjahat!”


“Ingin rasanya aku jambak orang yang ngaku-ngaku kenal cowok inceranku. Pakai cara kotor, buat menangin saingan!” mengepalkan tangan dengan kesal.


Derris tidak peduli dengan cemoohan penumpang pesawat. Bagi Derris hal ini surah wajar dan jamak. Karismanya yang sudah terpancar ini membuat kaum hawa nafsu ingin menerkamnya. Tapi sayang sungguh sayang, Derris dengan slengekan menaikkan kaki kanannya di sandaran kursi.


“Jilat sepatuku!” perintah Derris.


“Maksutnya?” Lucas meremas-remas jari-jari tangannya karena panik.


“Bagini saja Nona, aku tidak mengenalmu. Jadi aku ingin kau menjilat sepatu, karena kau sudah merendahkan martabatku. Asal kau tahu, aku adalah perjaka terhormat. Jangankan dengan wanita permakan sepertimu!” menunjuk area badan Lucas yang sudah di permak.


“Hoiya my boy have sudah dirakit kok hahaha.” Lucas menjelaskan dengan kemayu.


“HAAAAAAAA!!!” Derris melotot seolah tak percaya.


“Ouh Derris, ini aku Lucas!” ucap lirih Lucas yang mulai panik.


“Sobat, ini aku Lucas! Lama sekali tidak ketemu. Gimana kabarmu? “ Suara laki Lucas muncul.


Sembari menahan malu yang dialaminya saat ini. Derris Cuma bengong dan pasrah saat Lucas memeluknya. Bagaimana bisa seorang pemain wanita, sekarang manjadi wanita rakitan. Mana bentukannya aneh seperti boneka Annabelle.


“STOP!” menjauhi Lucas dengan mundur.


Penumpang yang setuju dengan tindakan Derris itu angkat bicara.


“Mas-Mbak, tolong kembali duduk ke kursi anda. Ini kelas bisnis bukan kelas sirkus ya!”


Hati Lucas yang sudah menjadi sentimentil tersebut sedih. Dia beringsut duduk bersimpuh.


“Hanya karena bentukanku begini, bukan berarti aku pantas kalian kucilkan. Aku juga sama seperti kalian, aku manusia punya rasa dan ingin dihargai. Kenapa kalian memperlakukanku begini?”


Datanglah ibu-ibu yang memakai perhiasan emas penuh di kiri dan tangannya. Sembari mengibaskan tangannya yang setiap jarinya memakai cincin aneka bentuk dan rupa.


“Yoyoyoyo, Mas-Mbak. Bukannya kita jahat ya, kami hanya ingin menberika pendidikan yang benar. Untukmu mungkin suatu pembenaran dengan perilakumu ini. Tapi kami manusia normal, tidaklah mudah mendidik anak kecil. Jika anak keturunan kami menyimpang sepertimu, bagaimana pertanggung jawaban kamu kepada Tuhan. Sedangka Tuhan menciptakan Dua Jenis manusia, laki-laki dan perempuan.” Ibu Toko emas berjalan bicara.

__ADS_1


“Dan yang ketiga Adalah Setan, bukan Waria uhukkk.” Sahut Pramugari yang naksir Derris.


Derris yanh melihat sahabatnya terpuruk itu sedih.


“Aku minta maaf atas kejadian ini, aku harap temanku ini tidak mengganggu ketenangan kalian. Jika boleh jujur, aku juga kaget. Namun, aku baru saja ingat bahwa sahabatku adalah pemain Theater. Beliau sedang memperdalam perannya untuk pertunjukannya Malam Amal.” Derris mengambil insiatif demikian agar wajah Lucas kembali tegap tak merunduk menanggung malu.


Seorang sahabat yang sudah mengubah wujudnya kini menyapanya didalam kabin pesawat. Ternyata enam bulan sudah berlalu sejak perpisahannya dulu dengan Lucas. Derris seolah menolak lupa, jika sikap kemayu Lucas sudah nampak. Ketika minta memeluk manja lengannya saat menyetir mobil. Seolah tak ingin berperang dengan pikirannya yang menumpuk pekerjaan. Dirinya meminta Pramugari agar memberikan soda rasa buah kepada Lucas. Saat sedih, biasanya Lucas meminum soda. Karena soda adalah minuman yang memberikan kegembiraan. Orang-orang menyebutnya soda gembira.


“Derris,” mata Lucas berkaca-kaca setelah menerima botol kaleng soda tersebut.


Setelah pesawat mendarat di Bandara Soetta. Lucas yang sudah gelisah menanti Derris keluar pun patah semangat. Dirinya ingin menyapa lagi sahabatnya dan berterimakasih.


“Kau mencariku? “ Lucas mengangguk.


“Kau ingin menjelaskan keadaan ini? “ Lucas dua kali mengangguk.


“Bersediakah kau mengubah dandan dan riasanmu tidak mencolok! “ Lucas berpikir agak lama, lalu mengangguk.


“Ku hitung sampai Tiga, kau harus segera pergi! TIGA!” Derris melewatkan hitungan Satu dan Dua.


Ngepat-ngepot di Bandara mencari Toilet Pria. Kopernya saja masih tertinggal berada ditempat Derris berdiri saat ini.


“Hahahaha Lucas Lucas... Karma apa yang kau jalani ini.” Senyuman Derris yang manis ini membuat Petugas kebersihan Bandara ngeces.


“Ya Tuhan, produk lokal rasa internasional.” Air liurnya menetes.


“Duh Mas, senyummu merobohkan tembok mertua galak Mas.”


“Gusti, giginya Mas-mas itu kok biji mentimun ya. Coba gigiku bisa begitu, tidak biji Salak gini hemmmb.”


Begitulah Derris sekembalinya dari Eropa. Dirinya menjadi lebih modis dengan aksen eksekutif muda. Walaupun dunia Game digandrungi anak muda. Dirinya ingin menjadi pencetus permainan yang kharismatik. Karena Lucas lama kembali, dia memutuskan menunggu di sebuah kedai kopi. Sambil membaca berita terkini mengenai keadaan sekitar.


“Selamat kembali Mas Derris ke Indonesia, saatnya kisah serumu dimulai. “ Lucas menyambut sahabatnya dengan menghapus riasan wajahnya dari Toilet tadi.


“Sobatku Lucas, mau kopi? “Derris mengangkat cangkir kopi.


Saat ini Lucas berdiri di luar kedai kopi, mereka hanya terhalang kaca. Namun keduanya bisa saling melihat satu sama lain. Pertemuan yang canggung ini, seolah berasa pertama kalinya bertemu.

__ADS_1


__ADS_2