
--JEPANG,
Sebenarnya Derris ingin sekali menghadiri konser ibunya di Jepang. Namun, karena perusahaan yang merekrut dirinya akan merilis peluncuran Game terbaru. Membuat Derris dengan berat hati meninggalkan Ibunya.
“Sayang, ibu ingin membicarakan hal penting.”
“Tidak sekarang Bu,” melepaskan belitan tangan Ibunya.
“Baiklah Ibu mengerti sayang, sering-seringlah mengunjungi Ibu.” Menelangkup pipi putranya.
“Iya aku usahakan Bu, sebenarnya ada hal apa yang membuat Ibu getol ingin bicara?”
“Ini mengenai___” ucapannya terhenti karena bunyi ponselnya terus berbunyi.
“Angkatlah Bu, siapa tahu itu penting. Aku sudah selesai mengemasi koperku.” Ibu Derris bergegas pindah tempat yang menjauh.
Sementara ibunya asik berteleponan ria, Derris menonton TV yang menayangkan berita ayahnya. Dia meminta tolong Jupri agar bisa mengantarkan dirinya. Dimana ayahanya dirawat di sebuah rumah sakit. Ketika Derris hendak berpamitan, ibunya sudah masuk kedalam mobil limosin hitam dan pergi.
“Mas,” sapa Jupri.
“Ayo kita berangkat secepatnya, karena sore aku berangkat ke Eropa.” Gegas Derris masuk ke Mobil Jupri.
“Memang siapa yang mau kita besuk?”tanya Jupri.
__ADS_1
“Papaku.”
Jawaban singkat Derris ini mengulik rasa penasaran Jupri. Karena seingat Jupri, dulu waktu mereka di Kandang Sri Ayu menceritakan bila Bos ayahnya adalah orang yang sibuk dan kaya. Tapi cerita itu berbanding terbalik dengan keadaan sekarang ini. Tuan Roy Hadijaya sudah bangkrut dan terlilit banyak hutang.
*
*
*
---RUMAH SAKIT,
Awalnya Derris begitu bersemangat, setelah tiba di depan kamar ayahnya di rawat. Dia mengurungkan diri untuk masuk. Jupri terus meyakinkan Derris agar menjenguk ayahnya.
“Masuklah Mas, orang yang berada di dalam sana butuh dukungan moral.” Derris mengangguk dan masuk.
“Pah,” menegur Ayahnya yang melamun.
Ditolehnya suara yang memanggil namanya. Ternyata putra tunggal kesayangannya dan mereka akhirnya berpelukan.
“Derris, maafkan Papamu yang tak berguna ini. Dosa Papa kepadamu sangat besar dan bisa dimaafkan.” Berangsut ingin bersujud di kaki Derris.
“Pah, sudah jangan lakukan itu. Aku sudah dijaga Pak Muji dengan baik. Papa sedang sakit, jangan berpikiran macam-macam. Sekarang Papa lihat bukan, kalau kondisiku sudah baik-baik saja.”
__ADS_1
Awal ketegangan pada pertemuan dengan ayahnya, adalah terkuaknya tabir rahasia. Tuan Roy Hadijaya menceritakan awal mula terjadinya petaka tersebut itu.
“Merylin Misako adalah gadis yang aku nikahi ketika usia 15 tahun. Namun, ____” Derris mendengarkan cerita ayahnya dengan seksama.
Setelah bercerita panjang dan lebar akhirnya Tuan Roy tertidur. Sebagai anak yanh baik, Derris meninggalkan beberapa uang lembar mata uang Yen untuk bekal hidup ayahnya.
*
*
*
Di depan pintu gerbang rumah Ibunya, nampak mobil Limosin hitam lagi yaanhmelaju usai menurunkan Marylin Misako. Ibunya melambaikan tangan dan memberikan senyuman terbaiknya.
“Aku tunggu di dalam mobil saja Mas.” Derris terbelalak mendengar ucapan Jupri.
Mungkin Jupri masih takut karena awal pertemuannya dengan Ibu Derris tidak menyenangkan. Jadi, Derris mengiyakan permintaan Jupri. Lalu masuk kedalam rumahnya untuk mengambil Koper. Tak disangka, ibu Derris ternyata ikut mengantar Derris ke Bandara juga. Jadi mau tidak mau, Jupri harus berdamai dengan situasi dan kondisi yang membagongkan alias membingungkan.
...
Kenapa sih Mak Lampir ini ikut mengantar mas Derris segala. Kenapa tidak menjaga suaminya yang sakit di Rumah sakit. Hih, ingin rasanya ke jitak kepalanya sampai bisulan.
...
__ADS_1
...
...