MAS DERRIS

MAS DERRIS
Dextron


__ADS_3

Malang benar nasib Jupri yang selama tinggal di Indonesia super santai dan malas. Sekarang dia setiap pagi memasak dan melakukan kegiatan rumah tangga pada umumnya.


“Kak, aku mau pergi ke Seminar Game terbaru. Karya Dextron, kali ini aku tidak akan makan dirumah.” Jeriko keluar kamar dengan baju barunya.


“Aku capek-cape menyiapkan baju untukmu, tapi kau memakai baju baru. Tidak tahukah kau, jika aku susah payah mencuci maki bajumu yang kotor-kotor itu supaya layak pakai lagi.”


“Tapi aku sudah memesannya untuk acara seminar ini Kak, ayolah jangan cerewet.”


“Apa? Coba ulangi lagi, katamu aku cerewet! Asalkau tahu ya, aku mencucinya dengam mesin cuci, dan memakai detergen cair. Kau tahu bukan betapa mudahnya, kenapa kau mempersulitk?” Jupri melotot.


“Aih Kak kau seperti gadis yang datang bulan. Marah-marah tak jelas, ah sudahlah kau jaga rumah saja.” Jupri memalangkan kakinya di pintu


“langkahi dulu betisku ini!” perintah Jupri.


“Hadeh, betis pesepak bola begini mana kuat aku menjebolnya. Lebih baik aku menjebol password pacarmu saja.” Tolak jeriko.


Ciittt, Jupri menjambak rambut Jeriko. “ Aku akan ikut ke Seminar, aku takut kau mengelabuhiku.”


“Siapa? Aku tidak punya pacar, bahkan aku tidak memiliki teman dekat. Aku datang ke Seminar Dextron saja Kak. Aku sudah melihat konsep Gamenya sangat Bagus. Sayang sekali bila aku melewatkannya.

__ADS_1


“Terserah! Pokoknya aku ikut denganmu titik. “ Jupri mengambil kunci Apartemen dan membawanya masuk ke kamar.


*


*


*


Seluruh ruangan memberikan tepuk tangan yang meriah. Usai menyaksikan contoh Game yang akan diluncurkan dalam waktu yang dekat ini. Saat Bintang tamu utama hadir semuanya terkesima dengan pidato penutupannya.


“Aku harap kalian memiliki motivasi yang tinggi ketika memainkan Game ini. Aku sengaja mengubah lokasi menjadi daerah Tropis yang menantang. Selama ini lokasi permainan Game hanya bekas reruntuhan dan tempat yang abstrak. Aku akan membawa kalian berimajinasi berada di alam Indah ini.” Ucap Dextron sang pencetus Game.


“Aku ingin bertemu dengannya.” Pinta Jupri.


“Apa? Sejak kapan kau tertarik dengan dunia Game Kak. Ayolah kau jangan membuatku aneh, kau tidak seperti pria normal yang tertarik pada wanita.” Ucap adiknya Jeriko.


Kali ini Jupri serius ingin menanyakan perihal konsep dan tokoh dalam Game baru yang diperkenalkan oleh Dextron tersebut. Karena Jupri mendesak Jeriko terus-menerus. Akhirnya luluh juga adiknya untuk menemukan kakaknya dengan Dextron tersebut.


“Sebentar lagi dia datang, lebih tenanglah jangan seperti anak prawan di malam pertama hehehe.” Ledek Jeriko.

__ADS_1


“Aku hanya kembung minum es,” kakinya gemetaran.


Jeriko yang sudah hafal dengan tabiat kakak kandungnya itu menyuruh Jupri agar ke Toilet segera. Seperti keran mampet yang tersumbat, Jupri berlari terbirit-birit dan menabrak pelayan. Sehingga menumpahi jas tamu yang berpapasan juga. Pelayang yang panik mengambil lap untuk mengeringkan baju tamu istimewa tersebut.


“Jauhkan lap kotormu darinya.” Pelayan menahan tangannya agar tak menyentuh jas yang basah tadi.


Dengan mata kepalanya sendiri Jupri melihat Derris tengah menggandeng wanita cantik yang memakai syal bulu berwarna putih. Rambutnya disanggul tinggi dengan aksesoris mutiara. Wajah cantiknya itu terhalang wajah judesnya. Memakai baju yang ketat dan belahan punggung yang panjang seolah menegaskan wanita yang datang bersama Derris ini sempurna.


“Mas Derris?” tanya Jupri mendekatinya.


“Kau siapa?” Derris yang tidak menyadari perubahan fisik Jupri.


Ketika di Kampung, Jupri memakai baju lusuh dan kumuh. Wajahnya yang seputih pantat wajan mendoan kini terlihat bercahaya bagaikan mutiara lombok.


“Aku Jupri, Mas. Asistennya Mbak Ayu anaknya pak Mujiono. Penampilanku berubah menyesuaikan tempat dan situasi.


Wanita yang menggelayuti lengan Derris itu membisikkan sesuatu. Seolah sedang menilai Jupri dari lirikan matanya yang terus mengabsen dirinya. Derris membalasnya dengan senyuman kecil dan melirik kearah Jupri juga. Ketika wanita itu tengah berbisik ditelinga Derris. Tak mau tinggal diam juga, tangan Derris meraba pinggang ramping wanita cantik itu.


“Jika kau menatapku 5 detik artinya sedang mengangumi titisan Bidadari.” Ketus ucapan wanita bersyal putih itu.

__ADS_1


__ADS_2