
Aku malanjutkan rencana ku dengan Bagas sebelumnya yaitu menonton film. Kami duduk berseblahan dan mononton film itu bersama. Bagas melihat TV besar didepannya dengan ekspresi datar padahal kami sedang melihat film komedi. Aku menarik nafas panjang dan menghentikan film yang kita berdua lihat. Aku tidak sengaja melihat jam uang tergantung di atas TV yang sedang kami tonton dan jam sudah menunjukkan pukul 13.00.
"Loh filmnya kok di matiin"
"BAGAS MAMPUS GUE"
"Kenapa sayang, ada yang sakit lagi"
"Hp mana Hp ku"
Aku berlari menuju ruang tamu Bagas namun HP ku tidak ada disana, lalu aku melanjutkan ke kamar Bagas memeriksa di bawah bantal tidur yang ku gunakan semalam dan aku menemukannya.
"Kenapa sayang kok kaget gitu"
"Putri siang ini mau ke kos ku tapi aku masih disini gimana coba"
"Udah nggak usah panik jelasin aja yang sebenarnya dan bilang kamu ada di rumah aku"
Aku membuka HP ku dan benar saja, ada 10 chat yang belum ku buka dari putri.
📱Sya aku ke kos kamu ya, aku bawa dokumen kamu juga
📱Kamu mau titip apanih sekalian aku jalan ke kos mu
📱Sya aku OTW tunggu aku besti
📱Nasya kamu dimana
📱Kata temen kos, kamu nggak pulang dari malam
📱Nasya kamu dimana
📱Balas Sya, kamu masih di RS
📱Aku ke RS katanya kamu udah pulang semalam
📱Nasya... kalo kamu belum jawab jawab aku lapor polisi ya keterangan orang hilang
📱Kamu tuh sakit kelayapan kemana sih
Aku membalas pesan pesan putri dan mejelaskan apa yang terjadi semalam. Aku sangat tak enak hati karena putri sudah repot repot ke kos ku dan aku tidak ada disana.
📱Maaf ya put repotin kamu (balas ku pada putri setelah mejelaskan kronologinya)
📱Tapi kamu nggak apa apa kan Sya, kamu nggak di apa apain Bagas kan
📱udah tenang aja aman, sekali lagi maafin ya Put
📱iya... udah yang penting kamu nggak apa apa
📱yaudah sampai jumpa hari senin ya putri sayang🥰
📱jijik gue... yaudah bay
Aku menghembuskan nafas lega karna sudah meminta maaf dan menjelaskan pada teman ku satu ini, kalau tidak dia benar benar akan menelfon polisi dan mendaftarkan ku sebagai orang hilang.
"Aahhhhh huft" aku merebahkan badan ku karena sudah lega
"Udah lega"
"Iya hehe, Gas kayanya aku harus pulang deh"
"Yaah kenapa?"
"Aku nggak ada baju lagi tauu ih"
__ADS_1
"Oooh karna itu, ya udah beli baju yuk"
"Jauh banget, sekalian pulang aja kalau pake acara belanja segala"
"Siapa bilang jauh, udah ayo ikut"
"Hah"
Bagas mengajak ku keluar dan memasuki lift yang ada di depan kamarnya. Kita berdua turun di lantai dasar dan wah banyak toko disana seperti mall tapi tidak terlalu luas seperti mall pada umumnya dan bahkan disana sangat rame pengunjung.
"Waaaah gewla ada hal seperti ini di apartemen ini"
"Udah jangan ribut, ayo beli baju"
Aku memasuki salah satu toko yang sepi pembeli agar cepat kembali ke atas.
"Disini aja yuk"
"Wuuh chagia pilihan bagus"
"Kenapa emang"
Aku mengambil 1 set piama dan ingin pergi ke kasir. Tapi Bagas menahan ku.
"Sayang Kamu ambil itu aja"
"Iya kan buat semalam aja loh"
"Ini ini ambil juga buat jaga jaga"
"Ya ampun Bagas, uang jajan ku nggak cukup"
"Udah ambil aja"
"Aku nggak mau utang lagi ya sama kamu"
"Yah tapi Bagas"
Bagas membawa barang barang ku ke kasir dan menggesek black card yang dia punya. Lalu
Aku dan Bagas keluar dari toko itu, di tengah perjalanan aku baru ingat lupa membeli sesuatu.
"Duh Gas kayanya aku harus balik buat beli sesuatu deh"
"Beli apa lagi yank"
"Udah kamu nggak usah ikut disini saja"
"Nasya"
Aku berlari ke toko untuk membeli beberapa barang yang aku butuhkan, dan saat aku ingin berlari kembali menemui Bagas. Aku berhenti sejenak dan berpikir untuk membeli hadiah untuk Bagas, tiba tiba di kepala ku terbesit ide untuk menjaili Bagas. Aku membeli salah satu barang itu dan kembali mengahampiri Bagas yang sedang menunggu ku.
"Beli apa"
"Sst rahasia"kata ku sambil berbisik
Aku berkalan lebih dulu menuju lift tapi aku menghentikan langkah ku. Aku masih trauma dengan kejadian yang barusan menimpa ku kemarin, meskipun hari ini penglihatan ku kembali seperti biasanya namun aku tidak ingin kejadian itu terulang kembali, aku menunggu Bagas didepan lift sambil menggenggam belanjaan ku.
"Kenapa sayang"
"Ayo bareng"
Aku menarik nafas panjang ketika Bagas menekan tombol lift dan pintunya pun terbuka. Aku menggengam tangan Bagas erat erat agar aku tidak terlalu takut dan tidak mengingat kejadian itu. Bagas yang mengerti keadaan ku merangkul ku dan menenangkan ku yang sudah mulai mengeluarkan keringat diri.
"Tenang sayang nggak apa apa, kamu lebih tinggi dari mereka ingat itu oke"
__ADS_1
"Iyaah makasih ya"
Aku bernafas lega ketika pintublift terbuka tepat di depan pintu rumah Bagas. Aku melangkah keluar terlebih dahulu dan di susul oleh Bagas. Kami berjalan berdampingan melewati lorong sebelum masuk apartemen Bagas.
"Wah mereka benar benar tidak berani masuk kerumah kamu ya"
"Kan aku sudah bilang rumah itu tempatnya istirahat, kalau memang ingin menjaga sahkan di luar saja"
"Wuuuuuh ury chagi"
Bagas membuka pengaturan pintunya dan menyuruh ku menempelkan telunjuk ku di sensor pintunya.
"Buat apa Gas"
"Biar kamu bisa masuk juga nggak usah mencet bel"
"Yaaah nggak sopan dong"
"Oooh ayolah kamu tu siapa aku sekarang"
"Secepat itu kamu percaya sama aku"
"Bahkan bila hari ini aku baru ketemu kamu, aku akan langsung percaya"
"Segampang itu, why"
"Karna itu kamu"
"Dih Lebay"
Bagas masih mengutak atik pengaturan pintu rumahnya dan ku lihat itu sudah selesai. Bagas menyuruh mencoba membuka pintu rumahnya
"Coba sayang buka pintunya"aku menepelkan telunjuk ku dan tiit terbuka.
"Woah terbuka" kata ku senang
"Sekarang aku yang coba, nanti kamu bisa masuk aku nggak bisa masuk" kata Bagas mencoba menempelkan telunjuknya dan tiiit terbuka
"Okeyy done, silahkan masuk tuan putri"
"Ck apa sih"
Aku masuk dan meletakkan belanjaan ku di atas sofa ruang tamu dan menyandarkan tubuh ku sebentar. Bagas juga ikut duduk di samping ku dan memainkan Hpnya.
"Kamu lapar nggak"tanya Bagas dengan mata yang masih tertuju di Hpnya.
"Enggak sih, kita aja sarapan udah hampir jam 11 loh"
"Kan habis belanja, kamu nggak capek"
"Capek sih tapi nggak lapar"
"Beneran nih, yaudah aku bikin makanan buat aku aja ya"
"Eh goput aja cepet"
"Nggak ah"
Bagas meninggalkan ku dan beranjak menuju dapur, terdengar alat alat masak yang berbusi karena kegiatan yang Bagas lakukan dan tidak lama kemudian tercium bau masakan yang sangat lezat. Aku menghampiri Bagas yang sedang sibuk dengan kegiatannya. Aku mengintip dari belakang badannya untuk mencari tau apa yang dia masak.
"Sayang masak apa enak banget baunya"
"Nah ngiler kan"
"Enggak sih penasaran aja, lagi diet kok aku"
__ADS_1
"Beneran diet, setelah melihat beef teriyaki"
"Iya aku nggak gampang tergoda kok tenang"