
Yul dan Gyuri tengah beristirahat di rest area, mereka tengah memakan gimbab biatan Gyuri pagi tadi dan membeli beberapa makanan tambahan dan cemilan. Yul begitu sobuk menghabiskan bekal yang Gyuri buat dengan ponsel di tangannya. Gyuri yang melihat itu sedikit sebal, karena yul masih saja mengembangkan kebiasaan buruk itu.
Gyuri mengambil sumpit yang Yul pegang dan menatapnya dengan picingan matanya yang terlibat menusuk pandangan Yul.
"pilih salah satu, makan atau maih Hp"
"makaaaan... Aku lapar sayang, gimbab mu terlalu enak"
"aku juga mau Yul.. Aaaa"
Gyuri membuka mulutnya meminta sesuap gimbab buatannya yang sedang di kuasai oleh Yul yang kelaparan itu. Yul terkekeh melihat kekasihnya manja dan minta suap padanya, dengan sigap Yul menjepit satu gimbab dan memasukkan gulungan gimbab itu ke dalam mulut Gyuri dengan hati hati, Yul melap wijen yang menempel di ujung bibir Gyuri dengan perasaan gemas terhadap pacarnya sendiri.
Pipi Gyuri membulat penuh gimbab, dia mengunyah makanannya perlahan karena mulutnya terlalu penuh. Yul yang tidak mau kehilangan momen lucu itu segera mengambil Hpnya dan memotret Gyuri dengan pipi bulatnya itu.
"neomu kiyowo (kamu sangat imut)" Gyuri ingin segera mengoceh tapi mulutnya masih pebuh dengan nasi, jadi dia pasrah dan malah bergaya ketika Yul mengambil gambarnya
"kenapa pacar ku sangat imut hahaha, aku jadi ingin menggigit mu" ucap Yul gemas sambil melihat hasil jepretan yang ada di Hpnya
"aku imut dari dulu sayang hahaha" ucap Gyuri memuji dirinya sendiri
"Ada ada aja kamu, bagaimana enakkan gimbab mu?"
"emm enak, beri aku satu lagi"
"eits ini bagian ku, kamu makan aja burger pesenan kamu, nanti kalo makan gimbab nggak habis lagi burgernya"
"huft dasar pelit, iya iya"
Setelah selesai makan mereka segera menuju ke mobil untuk melanjutkan perjalanan mereka. Saat tengah memasang seatbelt hp Gyuri berdering dan saat dilihat itu adalah Julia.
๐halo Jul
๐halo Sya... Bukunya udah aku kasih ya dan BTW ini rencana kamu kan?
๐rencana apa sih Jul hahaha
๐dih pura pura nggak tau lagi
๐hahahha tapi kamu suka kaaaaann ngaku kamuuu
๐kamu ya... Tapi kayanya dia baik deh, tapi nanti dia nggak suka aku Sya
๐udah jalanin aja dulu PDKT, tadi Hendra bilang apa sama kamu pas ketemu?
๐ singkat sih, tapi dia tanya, dia boleh chat kalo ada waktu senggang nggak?
๐ udah fiks, lampu hijo itu Jul, cepet jadian deh kalian, Hendra baik loh, patuh sama orang tua sama tuhannya apa lagi
__ADS_1
๐ kelihatan kok... Ya udah kalo gitu hati hati di jalan Sya, makasih ya
๐ oke besti, sama sama, semoga langgeng deh nanti kalo udah jadian
๐ amiiin belum juga jadian Sya
๐aminin aja dulu
๐ iya iya, udah ah, hati hati yaa
๐iya Jul bye bye
Gyuri menutup telfon dari Julia dan lanjut memasang seatbeltnya agar perjalanaan mereka aman. Yul yang duduk di sampingnya sudah mencecar Gyuri dengan pertanyaanya karena penasaran.
"Siapa sayang?"
"Julia"
"gimana, berhasil mereka"
"mulus sayang, mari kita tunggu efort dari Hendra"
"dih dia berani juga ya hahahah Hen Hen"
"kalo Hendra sih pelan pelan tapi pasti, lah kalo temannya, langsung nyosor aja, nggak permisi permisi lagi, mana brutal banget hadeh, kan aku terkaget kaget ya di cium cowok yang aku suka" ucap Gyuri senyum senyum karena tengah menyindir Yul
"mian jagiya, nan yeojareul romaentighage ssoneun beobeul molla (maaf sayang, aku tidak tau cara menembak cewek dengan romantis)" ucap Yul dengan mulut cemberutnya yang memebuat wajahnya jadi terlihat menggemaskan
"jinja? (sungguh?)"
"emm"
Yul tersenyum malu malu membuat dirinya makin terlihat imut, Gyuri yang tidak tahan melihat keimutan itu sontak mencubit pipi Yul kanan dan kiri, mulut Yul terlihat seperti bebek karena pipinya tengah di cubit oleh Gyuri.
"aaahh nomu kiyowo oppa emmmuah (aaah kamh sangat imut emmuah)"
Gyuri mengecup bibir Yul singkat saking gemasnya, pipi Yul memerah seperti kepiting rebus, membuatnya semkin terlihat imut. Yul melepas seatbelt Gyuri dan menariknya kepangkuan Yul dengan mudah mengingat berat badan Gyuri yang ringan hingga memudahkannya memindahkan badan Gyuri.
"Yuuulll mmphhkh" Yul menikmati bibir Gyuri yang indah sore itu, Gyuri mencubit pipi Yul lagi dan akhirnya Yul melepas kulumannya.
"hya... Kamu ya, biar aku yang memulainya, masa kamu terus" omel Gyuri
"palli juseyeo (cepatlah)"
"Jalmeogeossseumnida (selamat makan)"
Gyuri menikmati bibir kenyal kekasihnya dengan janatung yang hampir meledak, akhirnya keberaniannya terkumpul juga. Yul terlihat menutup matanya menikmati permainan kekasihnya pada bibir ranumnya. Namun tiba tiba bibir Yul dilepaskan begitu saja oleh Gyuri. Gadis itu melihat Yul dengan wajah merah padam lalu melontarkan satu pertanyaan pada Yul.
__ADS_1
"geureohge? (benar seperti itu?)" tanya Gyuri dengan wajah merah padamnya
"emm maja (emm benar)" jawab Yul dengan wajah tersenyum
"wajah mu merah sekali sayang, jantung mu, bahkan getarannya sampai ku rasakan hahaha" tawa Yul sambil membersihkan saliva yang menempel di bibir Gyuri
"neomu bukkeureobda (aku sangat malu)" ucap Gyuri sambil membenamkan wajahnya pada pelukan Yul
"hahahah giyeobda (hahahah imut)"
"wajah mu sangat tampan" ucap Gyuri di tengah malunya, dengan wajah yang masih beesembunyi
"pernyataan random apa lagi itu sayang hahaha"
"Yuuuull sudah tertawanya aaaah"
Sore itu mereka berdua melanjutkan perjalanan mereka, butuh tiga jam agar mereka sampai ke rumah Gyuri sore itu.
...****...
Mata hari sudah tenggelam, menyisakan gelap malam pada dunia ini, jam sudah menunjjukan pukul 08.30 malam. Yul menarik nafasnya dalam dalam, dia berdiri tepat didepan pintu rumah Gyuri dengan tangan yang penuh dengan tas oleh oleh untuk keluarga Gyuri.
"jangan tegang sayang, biasa saja" Gyuri menekan bel pintu rumah lalu dia sembunyi merunduk dari layar bel pintu
"Gyuri kenapa kamu menunduk hey.."
"ya siapa ya?" terdengar suara wanita yang tidak lain dan tidak bukan dari sebrang bel pintu layar adalah mama Gyuri.
"h-halo selamat malam ma, i ini saya Yul"
"Yul, siapa ya Yul?" Gyuri yang tengah bersembunyi menujjukan wajahnya mencoba mengagetkan mamanya
"eommaaaaa" teriak Gyuri yang tiba tiba muncul dan merangkul Yul
"Gyuriyaaaaaa" tanpa pikir panjang mama Gyuri membukakan langsung membukakan pintu untuk anak gadisnya
"eomma na jinja bogoshippeo (mama aku sangat meeindukan mu)"
"eommado adeuli geuriwo (mama juga merindukan mu nak)"
"ookh nunnaaaa" Aksa berlari memeluk kakak kesatangannya
"Aksaaa, kakak rindu sekali, kamu tambah tinggi sekarang"
"oooh Yuri putri ku" papa Gyuri berlari memeluk putrinya yang sudah lama tidak pulang ke rumah itu
Ditengah hiruk pikuknya keluarga Gyuri melepas rindu, ada seseorang yang tengah terlupakan berdiri dibelakang Gyuri. Yul berdehem kecil memberi Gyuri kode untuk memperkenalkan dirinya. Gyuri seger menoleh dan mendekati Yul yang tengah berdiri membawa beberapa tas oleh oleh yang dia beli.
__ADS_1
"ooh betul, ma, pa, Aksa ini pacar aku, namanya Kim Yul dan nama indonesianya adalah Bagaskara" ucap Gyuri dengan senyum lebar di bibirnya
"halo mah, pah, Aksa salam kenal saya pacar Gyuri"