Mata Ke 7

Mata Ke 7
BAB 7 TENTANG PUTRI


__ADS_3

"Rey, aku mau bicara sama kamu, tapi nanti oke"


Gyuri kembali memandang Putri yang tengah mengabaikan pandangnnya dengan wajah murungnya itu. Gyuri merogoh Hpnya yang ada di saku celananya, dia membuka chat yang dia screnshoot dari Hp Yul dan memperlihatkannya kepada Putri.


"apa boleh kamu memanggil pacar orang dengan sebutan sayang, tapi bukan itu masalahnya, darimana kamu mempelajari ilmu itu, apa kau pikir nyawa seseorang itu permainan buat mu?" tanya Gyuri yang hampir mengeluarkan ekspresi geramnya melihat wajah remeh yang di perlihatkan Putri padanya


"aaah kau sangat berlebihan, pagar itu bahkan tidak membahayakan orang dasar bodoh, harusnya kalian cukup tidak saling peduli dan pagar itu akan hilang, kalau memang dia hampir mati pasti dia melakukan hal bodoh, apa benar Kim Yul? Apa perlu aku jelaskan seeeeemuanyaa kalau kau..."


Gyuri yang semakin geram dengan tingkah dan omongan Putri yang sama sekali tidak ada baiknya itupun menarik rahangnya dan menghadapkan wajahnya tepat didepan muka Gyuri, dia sudah tidak peduli lagi bahwa dia dulu adalah sahabatnya, dia sudah sangat keterlaluan untuk level bisa dimaafkan dengan mudah.


"hey.. Liat lawan bicara mu jika bicara kenapa malah melihat orang lain" ucap Gyuri sambil menatap mata Putri tajam


Tapi kejadian aneh itu kembali terjadi disaat Gyuri mulai menatap mata Putri. Dia seperti tertarik dan di bawa masuk kedalam kisah masalalu Putri.


Terlihat di pandangannya, seorang lelaki yang umurnya belum mencapai paruh baya itu tengah berdiri dengan melipat tangannya, tatapan marah dan sedang menyimpan dendam sangat terlihat di wajah lelaki itu, ditengah Gyuri melihat lelaki itu berdiri, ada seorang gadis yang tengah berlutut dan memohon ampun di kaki lelaki itu, perempuan itu menangis tersedu sedu dan dengan menggosokkan kedua telapak tangannya memohon seperti sedang memohon ampun. Sampai akhirnya gadis itu menurunkan tangannya, dia menatap lelaki itu dengan mata merah sembab penuh air mata lalu berkata.


"arasseo appa, naega geureul jugyeosseumyeon johgesseo arasseo naega halge appa,


geunde nae dongsaeng eodida sumgyeosseo?, nabakke eobsneun yeojainde, niga gyaehante geureol jagyeogi isseo? (baiklah ayah, apa kau ingin aku membunuhnya baiklah akan ku lakukan ayah,


tapi dimana kau sembunyikan adik ku?, dia satu satunya yang aku miliki, apa kau pantas bersikap seperti itu padanya?)"


"geureul jugiryeogo hamyeon ne yeodongsaengeul neoege dollyeojulge (coba bunuh dia, akan aku kembalikan adikmu pada mu)" kata lelaki itu sambil menarik kerah gadis yang sebelumnya menangis di kakinya lalu di lemparkannya kelantai dengan keras.


Setelah sekian banyak adegan yang Gyuri lihat sejak tadi dia baru menyadari bahwa gadis yang menangis berlutut di depan lelaki itu adalah Putri sahabatnya. Gyuri ingin mendekati Putri yang tengah menangis sesenggukan itu namun dia tertarik kembali, saat ini dia tengah menghadapi Putri yang sebelumnya dia pegang dagunya. Gyuri langsung melepaskan dagu Putri yang dia pegang itu dan beeganti memegang pundaknya dengan tatapan khawatir


"gwaenchanha? (apa kamu baik baik saja?)" tanya Gyuri dengan tatapan khawatir


"jejeongsinieyo? neo akka na yoghal ppeon haesseo ARA? (Apa kau gila? bahkan kau hampir memaki ku tadi apa kau tau?)"

__ADS_1


Putri sedikit membentak Gyuri tapi wajah Gyuri masih terlihat bingung, dia sedikit melupakan topik tentang pertengkarannya dengan Putri sebelumnya karena gambaran yang di lihatnya saat menatap mata Putri.


Tanpa sadar hidung Gyuri mengeluarkan darah tidak berhenti, Putri yang pertama melihatnya langsung mengambilkan Gyuri tisu dan melap darah yang keluar dari hidungnya


"wae geurae, gwaenchanha? (kamu kenapa, apa tidak apa apa?)" terlihat wajah Putri yang sedikit khawatir sambil memegang tisu untuk membantu Gyuri. Gyuri tersenyum tipis yang menegrtu bahwa sahabatnya ternyata belum berubah


"gwaenchanha (tidak apa apa)"


Yul melihat Gyuri yang sedang membelakanginya dan kaget karena dia tiba tiba mimisan sangat banyak, tapi Gyuri memberitahunya untuk tenang dan tidak mengkhawatirkan dirinya.


Gyuri mendekatkan langkahnya pada Putri yang sedang tertunduk didepannya lalu memegang kedua tangannya


"nae chinguya, ulji malgo amudo jugiji ma, neon joheun saramiya (sahabatku, jangan menangis dan jangan membunuh siapapun, kamu adalah orang baik )" Putri terlihat sanagat kaget, dia melepaskan tangan Gyuri yang sedang memegangnya


"dagchyeo, geuge mwonji aljanha (diamlah, kau tau apa memangnya)" lalu dia pergi meninggalkan mereka berdua lalu Rey menyusulnya


"jarhaesseo jagiya (kamu sudah melakukannya dengan baik sayang)"


...****...


Rey dan Putri duduk di gazebo taman belakang kelas mereka. Rey membuka bubur yang di belinya saat datang tadi dan meletakkan sendok dibubur Putri


"ayo makan dulu, nanti kamu lapar habis ini kita ada dua mata kuliah"


Putri mengambil buburnya dan mulai memakannya perlahan, dia hanya diam dan memakan buburnya namun perlahan Rey melihat air mata Putri perlahan mengalir dipipinya. Rey menyekanya dan memegang tangan Putri untuk menenangkannya.


"bagaimana dia tau aku akan membunuh seseorang" ucap Putri terbata bata dengan bubur yang masih dia kunyah perlahan dan air matanya yang terus menerus mengalir


"apa kamu sudah lupa menghadapi siapa?, dia dewi alam semesta sang kesimbangan, dia pasti melihat rencana yang bahkan tidak aku ketahui sebagai orang terdekatmu ini saat dia menatap mata mu tadi dan bahkan dia mengetahui, bahwa kau adalah orang baik setelah melihat semuanya"

__ADS_1


Setelah mendengar Rey menyelesaikan kalimatnya airmata Putri tidak bisa dia tahan untuk menetes perlahan lagi, dia menangis sesenggukan masih dengan mengunyah buburnya. Rey berdiri dan memeluk Putri yang tengah menangis sesenggukan tanpa suara itu.


"sudah jangan menangis aku juga sakit melihat mu menangis begini, aku yakin kamu melakukan rencana ini karena ada sesuatu yang tengah kau lindungi jadi aku akan membantu mu sampai akhir"


Putri memeluk Rey dengan erat menyembunyikan wajahnya dipelukan Rey. Hidungnya tengah memerah, matanya sembab, dia melihat Rey yang tengah melihatnya.


"aku pasti sangat menyedihkan dimata mu"


"tidak, kamu cantik" ucap Rey mengusap rambutnya sambil tersenyum


...****...


Yul tengah membantu membersihkan darah mimisan yang keluar dari hidung Gyuri. Yuri memegang tangan Yul dan menatapnya


"maafkan Putri ya, aku yakin dia melakukan ini bukan karna kehendaknya"


"kamu, melihat masa lalunya?" Gyuri hanya mengangguk mengiyakan perganyaan Yul


"jangan sering menggunakannya, kamu lihat dampaknya pada dirimu" mengoceh sambil melap hidung Gyuri yang masih mengeluarkan darah


"kamu... Memaafkannya kan Yul?


"baiklah aku maafkan, tapi jika nanti dia melakukan sesuatu yang berlebihan lagi pada mu, aku tidak akan memaafkannya"


"aku rasa tidak akan, percayalah padanya, aku lebih lama mengenalnya"


"iyaah"


Gyuri sebenarnya masih terus memikirkan lelaki yang dilihatnya pada ingatan Putri, seperti tidak asing baginya, tapi siapa. Dia terus mengingat ngingatnya hingga tidak sadar kelas itu sudah terisi setengah mahasiswa didalamnya.

__ADS_1


__ADS_2