
Siang hari itu semua berakhir dengan baik bagi Nasya, tentang Putri tentang Rey dan tentang pertemanan mereka bertiga. Yul mengajak kekasihnya itu untuk mengisi perutnya sebelum pulang ke kosnya. Yul yang memperhatikan Gyuri yang menikmati makanannya itu, rambut panjang kekasihnya yang tidak terikat karet itu terus turun mengganggu suapan demi suapan yang Gyuri lakukan. Dia melihat sekitarnya dan pergelangan tangannya, dia tidak menemukan karet satupun. Yul berpindah tempat duduk tepat disamping Gyuri, dia menyingkirkan rambut Gyuri yang menghalangi suapan makan siangnya itu dan memeganggnya ke belakang.
Gyuri menoleh ke arah Yul dan tersenyum dengan wajah cerhanya, dan melanjutkan memakan hidangan manis untuk menutup makanannya siang itu. Gyuri menyendok satu sendok cake penuh dan megarahkan ke mulut Yul untuk menyuapinya.
"aaaa, ini sangat enak"
Yul membuka mulutnya dan menyapu bersih semua cake yang ada di sendok yang Gyuri berikan padanya, Gyuri mengelap remahan cake di pinggir bibir Yul dan memakannya. Yul mengangkat alisnya dan tersenyum tipis, ternyata wanitanya tidak pernah berubah samasekali, bahkan hal kecil seperti yang baru saja terjadi masih ada pada dirinya.
"lepaskan saja rambutnya, kamu akan lelah jika memegangnya terus"
Yul tidak melepaskan rambutnya dan malah bersandar di pundak Gyuri yang sudah selesai memakan disertnya itu. Gyuri melirik piring makanan Yul yang masih penuh dan hanya di makan beberapa sendok. Gyuri mengacak rambut Yul dan menyandarkan kepalanya ke kepala Yul yang sedang bersandar di pundaknya.
"kamu kenapa, makan dulu kamu baru menyentuhnya sedikit"
"sebentar lagi" Yul menggenggam tangan Gyuri sambil memejamkan matanya
"kamu kenapa? Hem"
"isi energi"
"hahaha, Yul, kamu tau tidak, selalu ada yang hilang jika aku dekat dengan mu seperti ini"
"garis biru, garis biru di tangan yang tepat di genggaman mu"
Yul membuka matanya yang sebelumnya tertutup, dia memutar tangannya dan memperhatikan tangan Gyuri yang dia genggam dan mengelusnya.
"suap"
"apa"
"makan, aku minta bungkusin ya, tapi aku minta di suap nanti"
"kamu selalu bisa untuk tidak menjawab pertanyaan ku"
"aku akan menjawabnya, tapi tidak disini sayang"
Yul mengendarai mobilnya menuju ke taman kota dan memarkirkan mobilnya, Gyuri bersiap siap siap, membawa tas dan topi yang dia kebakan karena mereka akan makan di luar ruangan. Tapi Yul menahannya
"mau kemana?"
"mau makankan, ayo"
"hahaha, disini saja"
__ADS_1
"ya ampun jauh banget mau makan"
Mereka berdua pindah ke kursi belakang, Gyuri mulai membuka kotak yang berisi makanan yang sebelumnya dibungkus oleh Yul dan mulai menyuapinya. Mereka makan dalam diam dan tidak bjtih waktu lama makanan yang Yul makan sudah habis.
"kenapa begitu suka di dalam mobil padahal taman di luar sangat indah"
"aku tidak mau kamu di lihat laki laki yang ada di taman ini, lihatlah sangat banyak"
"ya kalo gitu ngapain ke taman, taman kan emang rame, lagi pula kalo aku jalan sama kamu mereka pasti tau kalo kamu pacar ku"
"enggak, meskipun mereka tau kamu punya pacar mereka bahkan masih menggodamu, lihat saja minggu lalu, kamu di tembak ketua BEM, terus si Rendi anak kelas kita, ketua UKM Seni, anak jurusan kedokteran juga, anak jurusan teknik, ketua MENWA yang sok kaya tentara itu, dan yang lebih mengejutkan, kak Arkan aarggh, i'm so stress" ucap Yul panjang seperti mengeluh pada Gyuri
"tapi yang dapat hati ku kamu kan" kata Gyuri dengan santau dan sedikit nada yang menggoda Yul,
Yul diam sejenak, pipinya memerah di susul dengan senyum salah tingkahnya, Gyuri tertawa terbahak bahak melihat pipi Yul makin merah
"kok malah cosplay jadi kepiting rebus, hahahh iiih gemes banget sih, sudah makan, jadi sekarang jelaskan pertanyaan ku tadi tentang ini " Gyuri mencubit pipi Yul pelan lalu menuntut penjelasan dari garis biru yang melingkar ditangannya itu
"aah itu.." kata kata Yul terputus karena dering telfon yang masuk di hp Gyuri
"aah sebentar" Gyuri mrlihat telfonnya yang tengah berdering itu dan melihat siapa yang menelfon
"ah papa" Gyuri tanpa berfikir ada Yul di sampingnya itu langsung mengangkat telfon vidio call dari papanya itu
📞"papaaaa..."
📞"habis makan pa, papa di mana nih, gimana kabar papa, baik kan?"
📞"one by one sayang... Papa lagi di rumah pulang awal soalnya dan kabar papa baik baik saja, kamu lagi di jalan ya, kok kayanya di dalam mobil"
Gyuri yang baru sadar kalau dirinya sedang berada di dalam mobil bersama Yul sedikit panik, bingung dia harhs menjelaskan bagaimana kepada papanya tentang dirinya dan Yul, tapi Yul merebut Hp yang ada di genggaman Gyuri dan mulai menyapa papa kekasihnya
📞"siang om..." ucap Yul memberi salam, Gyuri yang panik menyenggol nyenggol tangan Yul,
"Yuul kamu ngapain"
"udah tenang aja"
📞"loh siapa kamu? Yuri dia siapa sayang?"
📞"saya pacar Yuri om nama korea saya Yul dan nama Indonesia saya Bagas senyaman om saja mau panggil yang mana salam kenal om" Gyuri merebut Hpnya lagi dan mencoba menjelaskan ke papanya
📞"maaf ya pa belum cerita, itu pacar Yuri namanya Bagas atau Yul, orang korea juga pa" wajah Gyuri sudah setengah panik takut papanya marah padanya
__ADS_1
📞"ohhh pacar kamu... Waah pinter kamu milih pacar ya, ganteng bener, AKSA, MAMA sini deh" teriak papa Gyuri di sebrang telfon memanggil semua anggota keluarganya, mereka datang setelah mendengar teriakan papa mereka dari sofa ruang keluarga dan adik Gyuri yang pertama datang dan nimbrung di percajapan telfon yang tengah berlangsung di Hp papanya
📞"nunaa, neomu bogo sipeoyo (kakak, aku sangat meeindukan mu)" di susul dengan mama Gyuri yang datang ke belakang papanya
📞"nae adeul jal jinaesseo? (anak ku bagaimana kabar mu sayang)
📞"nan gwaenchanha eomma, na do uri donsaeng (aku baik baik saja ma, aku juga adik ku)"
📞"dek, ma anak kita udah punya pacar loh" goda papa Gyuri pada Putri kesayangannya itu
📞"papaaa ih"
📞"sungguh pa?, Kakak aku kira kamu anti romantic, mana Yur kasi lihat mama dong" ribut anggota keluarga Gyuri dari sebrang telfon, Gyuri pasrah dan membalikkan Hpnya menghadap Yul
📞"waah pinter juga kamu milih pacar sayang" goda mama Gyuri
📞"halo tante, halo adek ipar nama saya Yul oh dan nama indonesia saya Bagas senyaman tante sama adik saja mau panggil siapa"
📞"halo Yul, saya mama Yuri dan ini Aksa adiknya, cih 'cengir Aksa' "
📞"oh iya pa ma dia juga bakal study pertukaran loh sama aku, tapi dia ke hongkong"
📞"wah beneran, udah ganteng pintar, besok ajak lah ke rumah Sayang, kan kamu pulang tuh"
"kamu mau pulang sayang, kok aku nggak tau"
"aah maap lupa kasih tau"
📞"oke tante besok saya ikut main ke rumah om sama tante ya" Gyuri hanya geleng gelang dengan Yul yang sedang pendekatan dengan keluarganya
📞"wah seneng banget dengan senang hati, tante tunggu ya" jawab mama Gyuri dengan senyum lebarnya
Setelah beberapa saat mereka bercanda lewat telfon akhirnya panggilan telfon itu berakhir juga. Gyuri bersandar di kursi mobil seperti terlihat lega lalu melihat Yul
"kamu mau ikut beneran besok?"
"ikuuut, mama papa kamu seru banget, tapi adik mu, kayanya belum terima kalo nunanya punya pacar hahahah"
"beneran kamu mau ikut, yeeey ih seneng banget aku"
"rumah kamu dimana sayang?"
"di jakarta pusat"
__ADS_1
"naik mobil aja sayang, nggak jauh banget kok"
"geurae geurae jibe gaja woohh (baiklah yey, ayo pulaang woohh)" teriak Gyuri sangat senang dan akhirnya mereka segera pulang dan mempersiapkan semua barang barang yang akan dibawa besok