
Hari dimana Nasya memberitau tentang hubungannya dan Bagas adalah hari dimana hubungan pertemanan Putri dan Nasya merenggang. Hal lain dari tanggapan Rey, Rey terlihat sangat senang dan memberi selamat dengan tulus untuk Bagas dan Nasya namun tidak dengan Putri.
...****...
"Hen kamu duluan saja, aku nungguin Nasya bentar" kata Bagas pada Hendra memberitaunya untuk pergi ke kelas lebih dulu
"haduh kang bucin kang bucin, ya udah deh duluan ya gue simapanin tempat ya" jawab Hendra mengiyakan dan berjalan meninggalkan Bagas
"Thangks bro"
Bagas menunggu Nasya sambil memainkan Hpnya di pinggir lorong, tidak lama kemudian terdengar langkah kaki mendekat menuju lorong dan terdengar juga suara seseorang yang tengah membicarakan dirinya yang tidak lain dan tidak bukan adalah suara Putri. Bagas bisa mendengar semua pembicaraan yang mereka perbincangkan dibalik dinding lorong yang remang remang itu.
"kamu sudah yakin sama Bagas" tanya Putri pada Nasya dengan nada bicara yang memdominasi
"maksud kamu Put?" jawab Nasya yang terlihat bingung dengan pertanyaan Putri, Rey hanya diam dan berjalan di depan Putri dan Nasya sambil mendengarkan percakapan mereka.
"yaah, setelah semua persaingan yang kamu lakukan dengan dia, kamu yakin?" kata Putri tanpa menatap Nasya dengan ekspresi seakan tampak tidak suka dengan keputusan yang Nasya ambil.
"kamu tidak tau saja apa yang Bagas..."
"PUTRI STOP, KAMU SELALU TAU HUBUNGAN MEREKA LEBIH DARI APA YANG KAMU KIRA, jadi stop"
Perkataan Putri terputus karna bentakan yang Rey lontarkan untuknya, Bagas yang awalnya ingin berlari membungkam mulut lemes Putri yang ingin membuat runyam keadaan, namun dia mengurungkan niatnya karna bentakan dari Rey yang membuat Putri diam tanpa melanjutkan perkataannya lagi.
Mereka bertiga sudah mulai memasuki lorong dan mendapati Bagas yang tengah bersandar sambil berdiri dan tengah menyilangkan tangannya, mereka menghentikan langkah mereka dan Bagas mulai mendekati 3 sekawan yang tengah berdiri terdiam itu dengan senyum kecil yang belum pernah Putri dan Rey lihat, tapi tidak dengan Nasya yang sudah familiar dengan senyum Bagas itu.
"yes bener kata pacar kamu STOP, keputusan yang Nasya ambil dalam hubungan kita itu hak Nasya, kamu hanya perlu memberi selamat. Arasso" kata Bagas dengan nada bicara yang santai dan tatapan tajam menuju Putri.
"sudah Bagas, stop" Nasya mencoba menghentikan semua itu sebelum terjadi adu mulut uang membuat masalah semakin panjang.
__ADS_1
Putri tidak menjawab apapun dan hanya menatap sinis Bagas yang masih memandangnya dengan dingin dan tanpa ekspresi, senyum yang sebelumnya sudah hilang di wajah Bagas dan berganti menjadi eksprsi datar dan dingin sambil menatap Putri beberapa saat. Putri mulai beranjak meninggalkan mereka dan berhenti di dekat Bagas dengan senyum smirk sambil membisikkan sesuatu yang Nasya dan Rey tidak mendengarnya
"geunyang gidaryeo (tunggu saja)" bisik Putri pada Bagas lalu berjalan meninggalkan mereka dengan langkah cepat.
"Bro selamat ya, aku mohon sama kamu jaga Nasya baik baik oke" Rey mengucapkan selamat kepada Bagas dan Nasya dengan tatapan serius seolah menyuruh Bagas untuk benar benar menjaga Nasya. Bagas mengiyakan dan menepuk pundak Rey. Rey menyusul Putri yang berjalan meninggalkan mereka.
Bagas meraih tangan Nasya dan mengajaknya berjalan ke kelas perlahan menuju kelas.
"Bagas kamu tidak perlu seperti tadi, pasti Putri tidak enak hati" kata Nasya dengan tatapan sedih melihat Bagas
"teman mu sudah cukup keterlaluan sayang, dia sudah cukup tua untuk mengerti yang mana hakny dan mana hak orang lain" jawab Bagas mencoba menenangkan Nasya yang raut wajahnya sudah cukup gelisah
"tapi dia teman ku Bagas, harusnya aku mendengarkan oenjelasannya dulu" kata Nasya sambil menghela Nafas berat
"sayang pentingkan dirimu sebelum mementingkan orang lain faham, kamu bisa minta maaf nanti jangan di pikirkan" kata Bagas menenangkan Nasya sambil mengelus punggung Nasya pelan
"uljima jagiya (jangan menangis sayang)" kata Bagas sambil memeluk Nasya erat agar pembicaraan Putri dan Rey tidak terdengar lagi di telinga kekasihnya itu.
Nasya memasuki kelas dengan mimik wajah sebiasa mungkin dan Nasya memilih untuk diam tentang apa yang di dengar sebelumnya dari mereka berdua.
...****...
Rey mengikuti Putri yang berjalan meninggalkan Nasya dan Bagas di lorong panjang sebelum masuk kelas, Rey mencoba meraih tangan Putri dan mengajaknya bicara tentang sikap dan perkataan yang Putri lakukan kepada Nasya
"apa kau harus seperti itu, apa yang sebelumnya belum cukup" Rey menatap Putri serius sambil memegang tangan Putri erat
"lepas, apa urusan mu dari awal dengan ku, apa aku menyuruh mu ikut turun ke bumi atau menyuruh mu menjadi kekasih yang baik, kamu hanya perlu ber pura pura menyayangi ku di depan Gyuri bodoh itu, paham" jelas Putri dengan nada memojokkan sambil menunjjuk nunjjuk wajah Rey hingga dia tersudut, Putri meninggalkan Rey setelah kata kata menyakitkan yang dia lontarkan dari mulutnya itu dia ucapkan. Namun Rey menahannya lagi.
"apa kau selalu sejahat ini, bahkan dengan ketulusan yang ku berikan selama ini" jelas Rey sambil menundukkan pandangannya dengan tatapan sendu
__ADS_1
"aku tidak pernah meminta mu untuk tulus, tapi aku meminta mu untuk mengikuti rencana ku, lepaskan tangan ku, pergilah jika tidak mau" Putri mulai menghempas tangan Rey namun tangannya tetap tidak di lepaskan
"setidaknya kita harus bersama agar mereka tidak curiga" kata Rey dengan ekspresi datarnya lalu menarik Putri menuju kelas
Mereka berdua duduk di kursi kedua tanpa menyisakan tempat untuk Nasya, Nasya yang baru saja memasuki kelas dengan perasaan canggung san campur aduk itu memulai pembicaraannya dengan Putri. Namun Putri tidak menggubrisnya saat itu, Putri dengan wajah cueknya melemparkan map yang berisi dokumen Nasya hingga jatuh ke lantai.
"hey apa begitu kau bersikap pada teman mu!" kata Bagas yang mengkomeni sikap Putri yang menurutnya tidak sopan dengan wajah dingin dan senyum merendahkannya itu.
Putri hanya menatap nanar Bagas dan kembali menghadap ke depan seperti tidak terjadi apa apa. Bagas mengajak Nasya untuk duduk bersamanya hati itu karena tau masalah ini tidak mungkin bisa di selesaikan hari ini juga. Tidak lama kemudian
Nasya masih mencoba berkomunikasi dengan Putri lewat chat, namun tidak ada balasan apa pun bahkan hanya centabg satu.
"apa aku di blokir" gumam Nasya pelan sambil memulai ulang Hpnya yang barangkali Hpnya yang sedang bermasalah hingga hanya centang satu.
Saat Hpnya mulai kembali menyala Nasya mendapatkan pesan dari Rey yang meminya maaf atas semua perbuatan yang Putri lakukan hari ini.
Namun bukan Rey yang di harapkan oleh Nasya untuk meminta maaf padanya tapi Putri, posisi Rey saat ini lebih menyakitkan dibandingkan dengan Nasya. Nasya hanya menarik nafas panjang, dia sudah tidak fokus dengan materi yang di jelaskan dosen, Nasya hanya memainkan penannya sambil melamhn memikirkan jalan keluar.
Di tengah perasaannya yang campur aduk itu, terlihat Bagas dan Hendra tengah sibuk bisik bisik di arah samping kiri dan kanannya, Nasya tersenyum dan menyuruh Bagas untuk menukar tempat dengannya agar mereka berdua nyaman untuk berbicara. Bagas hanya menurut dan membawa tasnya bergeser juga.
Hendra hanya tersenyum melihat tingkah Bagas dan Nasya, (cowok dingin dan cewek rajin, pasangan yang menarik semoga langgeng aja deh) batin Hendra mengomentari didalam hatinya lalu mengucapkan selamat kepada Nasya masih dengan berbisik karna mereka mengobrol di tengah jam pelajaran.
Bagas yang sedari tadi bisik bisik dengan Hendra menyadari Nasya yang tengah lesu dan terus melihat Hpnya yang kosong tidak menerima notifikasi apapun. Bagas menggenggam tangan Nasya dan melemparkan senyum pada wanitanya yang sedang tidak baik baik saja itu.
"tersenyumlah, nanti aku ajak jalan jalan" kata Nagas sambil tersenyum menenangkan Nasya.
"jalan jalan kemana" tanya Nasya balik kepada Bagas
"rahasia" goda Bagas kepada Nasya dan itu berhasil membuatnya tersenyum
__ADS_1