
Pagi itu aku berjalan menyusuri jalan menuju kampus, pagi itu posel ku sangat sepi pengunjung aku memasukkannya kembali Hp kedalam saku celana ku. Aku memilih kursi kedua seperti biasa dan menyisakan 2 tempat untuk kawan ku. Aku menyusun berkas ku yang akan aku setorkan ke kak Arkan dan tidak lama kemudian Rey dan Putri datang.
"pagi bestieh" kata Putri mengalay alaykan sapaannya
"hai Put hai Rey"
"gimana udah baikan belom, kamu nggak di apa apain kan dirumah Bagas kemarin"
"nggak kok aman sayang"
"iyuuh"
Aku mau memberitau hubungan ku dan Bagas kepada mereka berdua tapi tidak tau mengawalinya bagaimana. Tak lama kemudian Bagas dan Hendra memasuki kelas dan duduk di kurai ke tiga yang tidak lain dan tidak bukan di belalang ku.
"hay guys" sapa Bagas sok frendly pada kami
"heh Bagas, kamu kalo mau bawa anak orang tuh minimal ijin dulu lah ke kita, main bawa bawa aja gue tampol lu ya" kata Rey agak ngegas
"iya nih, bingung tau kita nyariin" timpal Putri sambil mengerutkan keningnya
"udah udah jangan marah marah, Bagas cuma nolongin kok, kalo nggak aku tidur dikursi taman rumah sakit tau" jelas ku pada mereka
Bagas hanya senyum senyum sambil melihat ku, aku menempel kan jari telunjuk ku di bibir ku untuk mengisyaratkan agar Bagas tidak bertingkah dan memberitau mereka tentang hubungan kita karena aku ingin memberitau Rey dan Putri sendiri.
Dosen kami sudah datang pagi itu, kami mulai mengikuti pembelajaran yang di bawakan dosen untuk mahasiswa di kelas. Ditengah pelajaran berlangsung ada kertas yang terbang dari belalang dan mendarat ke meja ku. Aku sudah bisa menebak siapa yang melemparkanny. Sambil berdecak pelan aku membuka kertas itu perlahan.
💌"oh my gosh uri gyuri neomu bichna (ya ampun permata ku sangat bersinar)"
"ah ige mwoya (aah apa ini)"
Aku meremas kertas itu dan mengeluarkan Hp ku untuk membalas pesan Bagas yang dia tulis di kertas tadi.
__ADS_1
📱"hya chagiya dagchyeo, juggo sipeo? (hey sayang diamlah, apa kau mau mati)"
📱"andwe, saranghae chagiya (tidak, aku mencintai mu sayang)"
📱"dagchigo baewola (diam dan belajarlah)"
waktu habis dan dosen pun menutup pertemuan pada hari ini, akau memberaskan buku yang berserakan di meja ku dan memasukkannya ke dalam tas ku.
"Sya makan yuk, makan sotonya bude enak nih" ajak Putri seperti orang yang sangat kelaparan karena buru buru membereskan barang barangnya.
"yuk aku juga laper banget"
"yuk yank makan soto bude" ajak Putry pada Rey
"gaslah yank" jawab Rey dengan wajah antusias
Kami bertiga menuju kantin depan dan segera memesan soto 3 porsi, kami mencari kursi pojok agar tidak terlalu dekat oleh jalanan dan manusia manusia yang sedang berlalu lalang. Pesanan kami datang lumayan cepat karena kantin masih sepi. Saat Putri dan Rey ingin menyuapkan makanannya aku menghentikannya.
"stop guys, ada yang pengen aku omongin tapi, jangan kaget ya pliss oke jangan makan dulu ya" kata ku sambil memegang tangan mereka berdua agar soto di sendok itu tidak lolos ke mulut mereka.
"emm guys, aku mau ngomong kalo aku sudah jadian sama Bagas"
"HAH" Rey dan Putri kompak bersama, mereka kaget mata mereka membulat dan mulut mereka membulat bersama seakan nggak percaya ðŸ˜.
"secepat itu Sya, wah mantap selamat ya brodi akhirnya kamu lepas predikat jomblo" kata Rey sangat antusias tapi tidak ada senyum di muka Putri, aku berfikir mungkin putri tidak suka hubungan ku dengan Bagas karena sikap Bagas yang selama ini acuh tak acuh pada ku, mungkin.
"sebenarnya aku sudah suka Bagas dari dulu sih guys, semester 1 maaf nggak cerita dan maaf juga kalo kalian nggak suka tentang berita ini. Tapi Bagas nggak seburuk yang kalian kira kok" jelas ku sambil meminta maaf dengan mereka berdua atas pilihan ku yang mungkin mendadak aku sampaikan.
Putri masih diam tidak mengkomeni pernyataan ku yang baru aku katakan. Kami melanjutkan memghabiskan soto yang kami pesan masih dengan suasana canggung. (aah apa aku salah dengan hubungan ini, tapi kenapa Putri seperti itu tidak mungkin juga dia menyukai Bagas dia memiliki Rey yang sangat menyayanginya) pikiran ku campur aduk, apa aku salah disini?.
Kami sudah selesai makan dan lanjut ke kelas selanjutnya, dalam perjalanan menuju kelas putri merangkul tangan ku.
__ADS_1
"selamat ya besti, maaf tadi aku kaget jadi diam saja" kata putri sambil menghadap depan memperhatikan jalan yang ada di depannya.
Aku sedikit lega tapi, ada yang aneh dengan mereka. Mereka menyelamati ku tapi aku merasa seperti kosong yang aku rasakan terutama Putri. Aku mengusir fikiran jelek ku. Jadwal kelas ku setelah ini ada di kelas belakang dekat ruangan kak Arkan.
Aku berjalan disamping Putri dan Rey berjalan di depan kami, Putri yang biasanya cerewet entah kenapa jadi pendiam seperti ini.
"kamu sudah yakin sama Bagas?" kata Putri tiba tiba memecah hening diantara kita
"maksud kamu Put"
"setelah semua persaingan yang kamu hadapi sama dia, kamu yakin" tanya Putri seperti menyudutkan ku dengan pertanyaannya
"kamu tidak tau saja apa yang Bag.."
"PUTRI STOP, KAMU SELALU TAU MEREKA LEBIH DARI APA YANG KAMU KIRA, jadi stop"
Aku sangat kaget ketika Rey memotong pembicaraan Putri dan membentak Putri cukup keras dan dengan wajah merah padamnya. Putri dengan wajah marahnya hanya diam menatap sinis Rey. Kita berhenti dibibir lorong panjang yang sebelumnya aku ceritakan dan terlihat Bagas tengah berdiri sambil bersandar di tembok tidak jauh dari tempat kita berdiri saat ini. Bagas tersenyum dan mendekati kita bertiga dengan senyum kecilnya dan berkata pada Putri.
"yes bener kata pacar kamu, STOP, keputusan yang Nasya ambil dalam hubungan kita itu hak Nasya, kamu hanya perlu memberi selamat, Arasso"
"Bagas sudah, stop"
Putri hanya diam dan melihat sinis ke Bagas lalu tersenyum smirk pada Bagas lalu pergi lebih dulu meninggalkan kami. Rey mengejar Putri yang pergi lebih dulu meninggalkannya
"Bro selamat ya, jaga Nasya baik baik kamu mengerti" kata Rey pada Bagas lalu lenjut mengejar Putri. Bagas hanya mengangguk menjawab pertanyaan Rey.
"Bagas kamu tidak perlu seperti tadi, pasti Putri tidak enak hati"
"teman mu sudah cukup keterlaluan sayang, dia sudah cukup tua untuk untuk mengerti mana haknya dan mana hak orang lain"
"tapi dia teman ku Bagas, setidaknya aku mendengarkan penjelasannya dulu"
__ADS_1
"sayang pentingkan diri mu sebelum mementingkan orang lain faham, kamu bisa minta maaf nanti jangan dipikirkan"
"huft, baiklah"