Mata Ke 7

Mata Ke 7
BAB 5 BAGAS


__ADS_3

Saat tengah tertidur, aku merasakan ada yang mengusap usap rambut ku. Aku mengangkat kepala ku dan melihat Nasya yang tengah mengelus rambut ku sambil tersenyum dengan bibir pucatnya itu.


"Nasya kamu sudah sadar, sebentar aku panggil dokter" aku berlari keruangan dokter dan melaporkan bahwa pasien sudah sadar tanpa mengetahui ada bel indikator di ruang rawat inap.


Dokter menjelaskan bahwa keadaan Nasya baik baik saja, keadaan denyut nadi dan jantungnya juga kembali normal, aku membuang nafas lega karna semuanya baik baik saja. Dokter memberi tahu kami jika infusnya sudah habis Nasya boleh pulang malam itu juga. Aku berterimakasih pada dokter, namun dokter itu membahas hal yang seharusnya tidak dia bahas saat itu.


"Iya sama sama, pacarnya tadi khawatir banget lo mbak, sampe pesan kamar naratama buat mbak padahal mbaknya cuma kecapean" kata dokter itu sambil senyum senyum


Hati ku sudah cukup tenang sekarang mengetahui Nasya baik baik saja. Nasya yang matanya baru melek dari pingsannya ngomel ngomel karena aku memesan kamar naratama untuknya, dia bahkan tidak mengelak saat dokter menyebut aku pacarnya dan itu membuat ku sedikit senang. Setelah marahnya reda dia meminta ponselnya yang ku bawa sebelumnya dan mulai membalas chat yang entah dari siapa dengan tangan kirinya.


"awas infusnya, kau menggunakan tangan yang dipasang infus hati hati" Nasya hanya tersenyum dan lanjut manatap Hpnya lagi dan tidak lama menaruh Hpnya di samping bantal. Dia mnecoba untuk duduk dan hanya melihat ku memijit tangannya pelan.


Aku menghentikan pijitan ku kala tangannya mengusap rambut ku pelan dan dia mengucapkan trimakasih dengan suara lemahnya itu. Aku menatapnya perlahan, aku tidak peduli mata ku masih sembab karna menangis aku hanya ingin melihatnya dan aku tidak sadar air mata ku mengalir tanpa permisi, dia mengusap air mata ku dan bahkan meminta maaf pada ku yang aku bahkan tidak pantas mendapatkannya. Ekspresinya bahkan lebih sedih dibandingkan dengan aku yang berdosa padanya. Aku memeluknya erat dan terus meminta maaf, aku membenamkan wajah ku dalam dalam takut ekspresi ku saat menangis terlihat olehnya.


Nasya menepuk nepuk punggung ku karna dia tidak bisa bernafas, aku melonggarkan pelukan ku dan duduk didepannya dia hanya menatap ku bingung melihat aku menangis seperti itu. Tidak berselang lama infus yang di ke akan Nasya sudah habis terpakai, dia langsung mengajak ku pulang tanpa berfikir lagi. Kita berjalan melewati koridor rumah sakit yang cukup panjang, wajah Nasya tampak sumringah karena melihat koridor rumah sakit yang bersih tanpa adanya gangguan mistis. Dia terus meminta maaf pada ku karena telah merepotkan ku di malam menyeramkan ini.


Aku dan Nasya akhirnya keluar dari RS, kita berjalan di trotoar untuk mencari taksi yang lewat malam itu, namun ditengah heningnya malam itu nasya berteriak mengagetkan ku.


"Bagass"


"apa aku kaget lo, apa sih"


Dia menjelaskan kosnya ada jam malam dan tidak di persilahkan masuk dengan alasan apapun bahkan sedang sakit. (Bisa bisanya dia lupa hal seperti itu, dasar ceroboh) batin ku.

__ADS_1


Aku dan Nasya akhirnya duduk di kursi taman entah menunggu apa, aku sudah memikirkan untuk mengajaknya ke apartemen ku tapi aku sedikit ragu. Aku melihat jam tangan ku dan jam sudah menunjukkan pukul 11.30, hampir tengah malam. Aku tidak mempunyai jalan keluar lagi dan akhirnya aku memutuskan untuk mengajak Nasya ke apartemen malam itu.


Kami masuk ke taksi yang sudah ku pesan online, entah kenapa Hp ku dari tadi terus bergetar seperti ribuan pesan masuk dalam Hp ku. Aku memeriksa pesn di Hp ku dan ternyata itu dari kepala manager perusahaan yang ada di jepang.


📱maaf pak mengganggu waktunya selarut ini


📱tak apa, ada masalah apa penggelapan dana lagi


📱mungkin kali ini cukup serius pak...


📱katakan lah, aku tidak ingin berbelit belit


📱desain produk kita bocor pak dan sudah di ketahui oleh perusahaan pesaing, mereka akan meluncurkan produk yang sama persis bulan ini dan dengan harga lebih miring dari produk yang kita buat.


📱wah anda sangat luar biasa pak, maaf atas kecerobohan saya sebagai kepala manager, setelah ini akan lagsung saya usut siapa yang membocorkan desain dan akan segera melaporkan ke bapak.


📱oke, sampai disini dulu aku sangat sibuk. Berikan aku laporan secara berkala dan tentang perubahan sekecil apapun pada produk beri tau aku.


📱baik pak akan saya jalankan, selamat malam


📱emm selamat malam


Nasya bertanya pada ku memecah keseriusan ku yang tengah sibuk pada Hp ku.

__ADS_1


"Gas kita mau kemana sih"


"apartemen aku"


Wajahnya kaget dan terdiam sebentar, aku hanya tersenyum karna ekspresi Nasya terlihat sangat lucu dimata ku. setelah empet puluh menit perjalanan taksi yang kita naiki berhenti tepat di depan apartemen ku. Kita berdua turun, aku berhenti di kursi bagian depan untuk membayar tarif taksi yang kita naiki, namun setelah selsai aku tidak mendapati Nasya dimanapun.


"pak temen saya tadi kemana ya"


"ooh temennya tadi lari ke dalam mas"


"makasih pak"


(Bagaimana Nasya bisa masuk sementara memasuki lobi butuh akses keanggotaan) batin ku, aku membulatkan mata ku karna mengingat sesuatu, jam sudah menunjukkan pukul 12.45. aku berlari memasuki lobi apartemen dan tidak mendapati Nasya disana aku bertanya pada petugas yang tersisa disana dan tidak melihat siapapun masuk melalui pintu akses utama.


"aah Nasyaaa kamu dimana"


Aku panik setengah mati, aku baru sadar mata batinnya sudah terbuka kembali karna sudah lewat tengah malam. Aku memanggil satpam dan beberapa staf untuk membantu ku mencari Nasya. Aku menyusuri setiap tempat di lantai satu tanpa ada yang terlewat tapi hasilnya nihil. Satpam dan beberapa staf lainnya memeriksa bagian luar tapi tidak melihat satu pun orang yang masih berseliweran di luar karna sudah tengah malam.


Satpam dan staf menghampiri ku bahwa pencarian mereka di luar tidak menemukan siapapun. Sudah hampir 2 jam setelah Nasya menghilang, kami tidak berhenti mecari. Aku hendak mencari ke lantai 2 saat memencet lift yang kosong di lobi karena lift satu lainnya sedang digunakan, tapi aku menyadari sesuatu yang aneh. Lift yang berada di sebelah ku ini hanya berhenti dan tidak menunjjukkan lantai naik atau turun, aku mencoba membuka lift itu dan membuktikan firasat ku. Pintu lift terbuka dan aku mendapati Nasya yang sedang meringkuk menutup telinganya, ada sosok yang berdiri di samapingnya dan terus berkata aku "Bagas aku Bagas Aku Bagas".


Aku sangat marah hingga NUN keluar tanpa ku panggil, aku hanya menatapnya sosok itu dan dia langsung hancur seperti debu. Aku memanggil Nasya dan memastikan keadaananya, dia sampai berkali kali memastikan bahwa aku benar Bagas atau bukan dan akhirnya dia mengangkat kepalanya perlahan dan terlihat dengan jelas mata basahnya karena menangis.


Nasya memelukku sangat erat dan menangis sejadi jadinya, dia menjelaskan semua kronologi kejadian yang dia alami dengan suara terpatah patah karena menangis sesenggukan. Aku hanya bersyukur dia baik baik saja dan tidak terjadi apa apa. Aku mencoba menenangkannya dan aku berterimakasih pada semua staf yang membantu ku dan segera naik kelantai atas.

__ADS_1


__ADS_2